Tips Hindari Stres Akibat Academic Pressure, Anak Kuliahan Wajib Tahu

Tips Hindari Stres Akibat Academic Pressure, Anak Kuliahan Wajib Tahu

Rhessya Maris - detikSumbagsel
Rabu, 28 Jan 2026 02:00 WIB
Tips Hindari Stres Akibat Academic Pressure, Anak Kuliahan Wajib Tahu
Foto: Ilustrasi (Getty Images/Wasan Tita)
Palembang -

Pernahkah kalian mengalami stres ketika belajar, dampak dari hal ini adalah seseorang akan jadi malas dan sering menunda-nunda pekerjaan. Dalam istilah psikologis ini disebut academic pressure.

Dilansir dari Jurnal Upaya Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Dalam Mengatasi Pengaruh Tekanan Akademik karya Agista Dwi Aulia Dkk, tekanan akademi ini menjadi salah satu alasan terbesar bagi para mahasiswa di perguruan tinggi mengalami masalah psikologi berupa stress atau depresi.

Berikut detikSumbagsel rangkum tips jitu atasi stres akibat tekanan belajar atau academic pressure, yang penasaran dengan isinya, Yuk simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Academic Pressure?

Academic pressure atau tekanan akademik adalah stres, kecemasan, atau ketegangan emosional dan fisik yang dialami siswa atau mahasiswa akibat tuntutan tinggi untuk berprestasi. Ini melibatkan beban tugas, ekspektasi nilai, dan persaingan, yang sering kali berasal dari sekolah, orang tua, teman sebaya, atau diri sendiri, serta berpotensi mengganggu kesehatan mental dan fisik.

Ciri-ciri Penderita Academic Pressure

Orang yang mengalami academic pressure umumnya menunjukkan kombinasi gejala fisik dan mental, seperti kelelahan kronis, sulit konsentrasi, kecemasan tinggi, prokrastinasi, dan sinisme terhadap studi. Mereka sering merasa tidak mampu memenuhi tuntutan, pesimis, menarik diri sosial, dan mengalami penurunan performa, yang berpotensi memicu burnout.

ADVERTISEMENT

Berikut adalah rincian ciri-ciri orang yang mengalami tekanan akademik:

Gejala Emosional & Mental:

  • Kecemasan dan Ketakutan, sering merasa gelisah, tegang, atau takut akan kegagalan atau hasil ujian.
  • Pesimis dan Self-Criticism, sering meragukan kemampuan diri sendiri dan cenderung menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.
  • Perubahan Suasana Hati, mudah marah atau frustrasi karena tuntutan yang dirasa terlalu berat
  • Perasaan Tertekan, merasa harga diri menurun dan tidak mampu memenuhi harapan akademis.

Gejala Perilaku & Akademik:

  • Prokrastinasi atau Menunda-nunda, sering menunda tugas karena kewalahan.
  • Sulit Konsentrasi, seperti pikiran sulit fokus pada materi pelajaran.
  • Penurunan Performa, prestasi akademik menurun meskipun sudah berusaha
  • Bolos kuliah atau sekolah atau kehilangan minat pada kegiatan akademik.
  • Perilaku Tidak Sehat, konsumsi kafein berlebihan atau pola hidup tidak teratur.

Gejala Fisik:

  • Kelelahan Kronis, merasa lelah sepanjang waktu (burnout).
  • Gangguan Tidur, mengalami insomnia atau pola tidur berantakan.
  • Masalah Kesehatan, sering sakit kepala, pusing, atau gangguan pencernaan seperti maag.
  • Perubahan Nafsu Makan, seperti kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebihan.

Gejala Sosial:

  • Menarik Diri, menghindar dari interaksi sosial dengan teman atau keluarga.
  • Kebosanan dan Sinisme, kehilangan ketertarikan pada hobi atau hal-hal yang dulu disukai.

Tips Hindari Academic Pressure

Mengatasi academic pressure memerlukan keseimbangan antara manajemen waktu yang baik, perawatan diri , dan pola pikir positif. Terapkan skala prioritas, istirahat teratur, hindari menunda tugas, serta berani mencari bantuan profesional atau dukungan teman. Fokus pada proses, bukan hanya nilai.

1. Jangan Terlalu keras Terhadap Diri sendiri

Jika mengalami kegagalan, tidak apa dan jangan merasa insecure atau menyalahkan diri sendiri, lembutlah kepada diri dan akui saja jika gagal, lalu perbaiki setelahnya

2. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Low-Stress

Lingkungan yang berantakan mencerminkan pikiran yang berantakan. Untuk mengatasi malas belajar, Anda perlu melakukan "audit" pada meja belajar Anda.

3. Pecah Tugas Menjadi Bagian Kecil

Salah satu pemicu stres terbesar adalah melihat tugas sebagai satu gundukan besar yang mustahil diselesaikan. Gunakan metode Atomic Habits:

4. Jaga Kesehatan Fisik: Pondasi Mental yang Kuat

Stres belajar seringkali diperparah oleh pola hidup yang buruk. Anda tidak bisa mengharapkan otak bekerja maksimal jika tubuh Anda menderita.

Kurang tidur meningkatkan sensitivitas terhadap stres hingga 60%. Pastikan tidur 7-8 jam. Sedangkan Dehidrasi ringan saja dapat menurunkan konsentrasi secara drastis.

Selain itu, Kurangi gula berlebih yang menyebabkan sugar crash. Konsumsi makanan seperti kacang-kacangan, buah, atau cokelat hitam untuk memperbaiki mood.

5. Lawan Sifat Perfeksionisme

Terimalah bahwa tidak apa-apa jika hari ini Anda hanya paham sedikit. Belajar dengan pemahaman 10% jauh lebih baik daripada tidak belajar sama sekali karena takut tidak bisa paham 100%. Berikan apresiasi pada usaha Anda, bukan hanya pada hasil ujian.

6. Cari Dukungan Sosial

Jika stres sudah terasa menyesakkan, jangan dipendam sendiri. Belajar Bersama: Cari teman yang memiliki frekuensi positif. Namun, jika belajar bersama malah membuat Anda lebih stres karena merasa tertinggal, lebih baik belajar sendiri.

Terkadang, hanya dengan menceritakan keluh kesah kepada teman atau keluarga bisa membuat perasaan jauh lebih ringan.

7. Nikmati Prosesnya

Jalani kehidupan dengan apa adanya, nikmati setiap momen baik yang bahagia maupun sedih. Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang bisa membuat semangatmu patah. Jika hari ini gagal lakukan lagi esoknya, hingga berhasil.

Academic pressure dicirikan dengan ekspektasi tinggi, kompetisi intens, dan dorongan tanpa henti untuk meraih pencapaian akademik tertentu. Tekanan ini berasal deadline tugas tanpa henti, materi yang padat, dan rasa insecure dengan teman sekelas yang kelihatan sangat pintar. Hal ini dapat memicu anxiety dan burnout yang bisa berdampak lebih buruk ke depannya.

Mengatasi academic pressure adalah tentang keseimbangan. Jangan melawan rasa malas Anda dengan kemarahan pada diri sendiri, tapi lawanlah dengan empati dan strategi yang tepat. Ingatlah bahwa kesehatan mental Anda jauh lebih berharga daripada nilai di atas kertas. Dengan menjaga kesehatan fisik, dan memecah tugas menjadi bagian kecil, detikers bisa kembali menemukan ritme belajar yang menyenangkan.

Demikianlah artikel ini detikSumbagsel rangkum untuk kamu, semoga bisa membantu.

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa Magang Prima PTKI Kementerian Agama.




(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads