Menjaga kenyamanan rumah bukan hanya soal keindahan dekorasi, tetapi juga tentang kebersihan dari gangguan makhluk kecil yang merugikan. Lalu apa saja hama di rumah dan cara usirnya?
Kehadiran hewan yang tidak diinginkan di dalam rumah sering kali menjadi masalah. Permasalahan yang timbul akan sulit diselesaikan jika tidak dipahami karakteristik dan cara penanganannya secara tepat.
Memanfaatkan pestisida adalah pilihan yang tepat, namun penggunaan bahan alami untuk mengusir hama di rumah hunian adalah pilihan yang bijak. Berikut ini hama di rumah hunian dan cara usirnya secara alami.
Apa itu Hama?
Dalam buku berjudul Pengendalian Hama Pemukiman karya Singgih dan Upik Kesumawati Hadi, hama adalah organisme yang keberadaannya tidak dikehendaki karena aktivitasnya dapat menurunkan kualitas hidup manusia secara ekonomi maupun kesehatan.
Di area pemukiman, hama biasanya berupa hewan kecil seperti serangga atau mamalia pengerat yang mencari sumber makanan dan tempat berlindung di dalam bangunan manusia.
Keberadaan hama sering kali menjadi penyebab kerusakan harta benda, menjadi perantara penyakit, atau sekadar menimbulkan gangguan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal.
Dikutip dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pengendalian binatang pengganggu adalah upaya untuk menurunkan populasi vektor dan binatang pengganggu serendah mungkin sehingga tidak lagi berisiko bagi kesehatan masyarakat.
Apa saja Hama di Rumah dan Cara Mengatasinya?
Berikut adalah beberapa jenis hama yang paling sering ditemukan di rumah hunian serta cara pengusirannya menggunakan bahan alami yang aman bagi keluarga.
1. Tikus
Tikus adalah salah satu hama rumah yang paling merusak karena kemampuan yang dapat merusak instalasi listrik dan barang. Selain kerusakan fisik, tikus merupakan pembawa utama bakteri Leptospira.
Leptospira sangat berbahaya jika mengenai manusia melalui perantara urine atau kotorannya yang mencemari lingkungan rumah. Untuk mengusir tikus secara alami, penggunaan aroma tajam sangatlah efektif karena tikus memiliki indra penciuman yang tajam..
Menggunakan irisan bawang putih atau kapas yang ditetesi minyak peppermint (daun mint) dapat diletakkan di sudut-sudut ruangan, bawah lemari, atau lubang-lubang plafon yang menjadi jalur perlintasan utama tikus di malam hari.
Berdasarkan buku Tikus Hama Pemukiman dan Pengendaliannya oleh Dewi M. Prawiradilaga, metode pengusiran menggunakan bau-bauan tajam bekerja dengan cara menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi tikus.
Karena tikus sangat mengandalkan penciuman untuk navigasi dan mencari makan, gangguan aroma yang kuat akan memaksa mereka mencari tempat tinggal baru yang lebih aman dan netral bagi penciuman mereka.
Simak Video "Video: Geger, Tikus Berkeliaran di Pipa Oksigen RS India"
(csb/csb)