Buah naga masuk ke dalam kelompok buah tropis yang memiliki rasa manis. Karena itu, banyak yang penasaran dengan cara menanam buah naga agar cepat berbuah.
Menanam buah naga perlu memperhatikan jenis hama hingga penyakit yang berpotensi menghambat pertumbuhan buah naga. Buah yang berasal dari keluarga tanaman kaktus ini tumbuh dengan cara merambat dan diperlukan teknik penanam khusus agar cepat berbuah.
Bagi yang ingin mencoba belajar cara menanam buah naga agar cepat berbuah, bisa melihat rangkuman berikut ini. Mari disimak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip buku Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, buah naga merupakan tanaman yang tumbuh merambat, dan termasuk dari keluarga kaktus, sehingga membuatnya memiliki banyak sebutan, yaitu kerap dikenal dengan dragon fruit, buah apel kaktus, pitaya, dan pitahaya.
Jenis buah naga, yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah yang berkulit merah isi merah, super merah dan kuning isi putih.
Buah naga matang memiliki rasa manis yang ringan dan menyegarkan, memiliki tekstur daging yang lembut juga biji yang renyah. Sehingga dapat dinikmati secara langsung sebagai cemilan sehat.
Mengenal Karakter Tanaman Buah Naga
Sebelum memulai budidaya, penting untuk memahami karakter tanaman buah naga. Tanaman ini berasal dari wilayah tropis dan memiliki beberapa kebutuhan tumbuh sebagai berikut:
- Buah naga tumbuh optimal pada suhu rata-rata 20-30Β°C, dengan toleransi suhu maksimum sekitar 38-40Β°C.
- Membutuhkan curah hujan berkisar 500-1.500 mm per tahun.
- Media tanam harus memiliki aerasi yang baik dengan tingkat keasaman tanah (pH) antara 6,5-7.
- Daerah dengan ketinggian hingga 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).
- Buah naga perlu mendapati paparan sinar matahari yang cukup, khususnya jenis berkulit merah.
Rahasia agar buah naga cepat berbuah dan panen terletak pada:
- Penggunaan bibit stek berkualitas,
- Pemupukan berkala yang tepat,
- Pemangkasan rutin
- Pengelolaan air dan cahaya yang optimal.
Cara Menanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah dan Panen
1. Penentuan Lokasi Tanam
- Pilih lahan dengan sinar matahari penuh, drainase baik, dan tidak tergenang air.
- Ketinggian lokasi ideal hingga 800 mdpl dengan suhu 20-30Β°C.
- Pastikan tersedia sumber air untuk penyiraman, terutama saat musim kemarau.
2. Persiapan Media Tanam
- Gunakan tanah gembur dan subur dengan pH 6,5-7.
- Campurkan pupuk kandang matang ke dalam lubang tanam sebelum penanaman.
- Jika tanah terlalu asam, tambahkan dolomit secukupnya.
3. Pemasangan Tiang Panjatan
- Gunakan tiang beton ukuran 10 Γ 10 cm dengan tinggi sekitar 2 meter.
- Tanam tiang sedalam 50 cm agar kokoh.
- Pasang lingkaran besi di bagian atas tiang untuk menopang cabang tanaman.
4. Pemilihan dan Penanaman Bibit
- Gunakan bibit hasil stek batang dari tanaman sehat dan sudah berbuah agar lebih cepat berproduksi.
- Panjang stek ideal 20-30 cm, disemai hingga berakar kuat.
- Tanam 4 bibit per tiang untuk sistem tiang tunggal.
5. Pengikatan dan Pembentukan Tanaman
- Ikat batang utama ke tiang panjatan agar tumbuh tegak.
- Arahkan cabang ke bagian atas tiang agar cepat membentuk tajuk produktif.
- Pangkas tunas liar pada batang utama dan cabang yang terlalu rapat.
6. Penyiraman Teratur
- Lakukan penyiraman rutin, terutama saat musim kemarau.
- Hindari genangan air karena dapat memicu penyakit busuk batang.
7. Pemupukan Berkala
- Fase vegetatif, gunakan pupuk NPK seimbang yaitu dengan skala perbandingan 15:15:15) setiap 4-5 minggu.
- Menjelang berbunga, tingkatkan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) lebih tinggi.
- Pemupukan rutin menjadi kunci utama agar tanaman cepat berbunga dan berbuah.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
- Jaga kebun tetap bersih dari gulma dan genangan air.
- Lakukan pengamatan rutin untuk mencegah serangan jamur, bakteri, dan hama seperti bekicot atau kutu.
- Tindakan pencegahan lebih efektif dibandingkan pengobatan.
9. Waktu Berbunga dan Panen
- Dengan perawatan optimal, tanaman mulai berbunga pada umur 10-12 bulan.
- Buah dapat dipanen sekitar 50-55 hari setelah bunga mekar.
- Dari kuncup hingga panen memerlukan waktu 2 bulan.
Ancaman Hama dan Penyakit Buah Naga
Hama dan penyakit menjadi ancaman serius dalam budidaya buah naga karena dapat memperlambat waktu panen, menurunkan kualitas buah, bahkan menyebabkan kegagalan produksi.
Pencegahannya dapat dimulai dari kebersihan kebun, drainase baik, serta pemantauan rutin menjadi kunci utama untuk memperoleh panen yang cepat, sehat, dan bernilai jual tinggi.
Adapun jenis hama dan penyakit yang dapat saja menyerang tanaman buah naga, adalah sebagai berikut:
A. Ancaman Penyakit Buah Naga
1. Fusarium
Disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Jamur tersebut tumbuh melalui drainase buruk dan media tanam terlalu lembap.
Gejala yang akan timbul seperti, cabang berkerut, layu, dan membusuk berwarna cokelat.
Sementara itu, dampaknya dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan produksi buah.
2. Busuk Pangkal Batang
Umumnya menyerang pada fase awal pertumbuhan. Hal tersebut disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii akibat kelembapan tanah berlebih.
Gejala awal yang dapat dikenali, seperti terlihatnya pangkal batang membusuk, berwarna kecokelatan, dan muncul bulu putih.
Kemudian jamur tersebut, dapat menyebabkan tanaman buah naga mudah mati sebelum berbuah.
3. Busuk Bakteri
Disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp. Gejala terlihat dari tanaman layu, kusam, muncul lendir putih kekuningan pada batang.
Kemudian dampaknya, akan mempercepat kerusakan tanaman dan menurunkan kualitas hasil panen.
B. Ancaman Hama Buah Naga
1. Bekicot
Menyerang dengan cara menggerogoti batang dan tunas muda, sehingga luka memicu serangan jamur dan bakteri pada tananam buah naga.
Hal tersebut akan berdampak pada, pertumbuhan buah naga yang terhambat dan mengakibatkan tananam mudah busuk.
2. Kutu Batok, Aspidiotus sp
Kutuk bato keriap menghisap cairan batang dan cabang buah naga. Hal itulah yang menyebabkan cabang menguning dan pertumbuhan terganggu.
Sementara itu, dampak dari serangan kutu batok pada buah naga, akan menurunkan produktivitas tanaman.
3. Kutu Putih, Mealybug
Gejala awal serangan dari kutu putih pada tanaman buah naga, akan nampak seperti lapisan hitam kotor pada batang dan cabang.
Dampaknya pada tanaman buah naga akan menghambat fotosintesis, serta memungkinkan dapat menurunkan kualitas dan jumlah buah.
4. Kutu Sisik, Pseudococcus sp
Kutu ini dapat menyerang cabang yang kurang terkena sinar matahari. Sehingga permukaan batang kusam.
Kemudian dampaknya, mampu mengurangi kesehatan dan estetika tanaman buah naga.
5. Semut
Waspadai serangan dari semut pada buah naga, dikarenakan hal itu sering terjadi pada buah naga ketika dalam fase berbunga dan pembentukan buah.
Hal tersebut dapat menyebabkan kulit buah berbintik cokelat. Lalu dampaknya, dapat menurunkan mutu dan nilai jual buah.
6. Tungau, Tetranychus sp
Gejala awal dari serangan tungau ini, dapat terlihat dari warna batang berubah dari hijau menjadi cokelat.
Tungau tersebut dapat jaringan klorofil pada batang dan cabang, sehingga menyebabkan terganggunya proses fotosintesis yang menyebabkan buah naga tidak tumbuh dengan optimal.
Nah detikers, itulah ulasan mengenai fakta studi cara menanam buah naga agar cepat berbuah, serta jenis hama dan penyakitnya yang perlu dikenali dan dihindari. Semoga bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Aldekum Fatih Rajih, peserta magang Prima PTKI Kementerian Agama RI.
(dai/dai)











































