7 Cara Mengusir Tikus di Rumah Secara Alami dan Aman

7 Cara Mengusir Tikus di Rumah Secara Alami dan Aman

Shifa Lupiah Ajijah - detikJabar
Jumat, 17 Apr 2026 16:00 WIB
Ilustrasi tikus
Ilustrasi tikus. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska
Bandung -

Kehadiran tikus di sudut dapur atau suara derit di atas plafon sering kali mengganggu kenyamanan pemilik rumah di permukiman padat. Tikus bukan sekadar hewan pengerat yang merusak furnitur atau kabel listrik, tetapi juga pembawa risiko kesehatan serius.

Ancaman penyakit seperti Leptospirosis yang ditularkan melalui urin tikus, serta infeksi Salmonella, menjadi alasan kuat mengapa hama ini tidak boleh dibiarkan. Namun, penggunaan produk pengendalian hama berbahan kimia di dalam rumah sering kali menimbulkan pertimbangan tersendiri. Selain risiko anak-anak atau hewan peliharaan menelan bahan tersebut, aroma bangkai tikus yang sulit ditemukan membuat metode kimiawi menjadi opsi yang kurang ideal bagi sebagian orang.

Dengan menerapkan cara alami yang tepat, rumah bisa kembali nyaman tanpa harus terpapar bahan kimia tertentu yang dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tikus memiliki indra penciuman yang sangat tajam untuk menavigasi lingkungan dalam kegelapan. Hal ini membuat penggunaan aroma tertentu jauh lebih efektif daripada sekadar memasang perangkap fisik yang sering kali dihindari oleh tikus. Mengusir secara alami berarti memanfaatkan karakteristik biologis mereka untuk menjaga keamanan lingkungan rumah tangga dengan hasil yang optimal.

Berikut adalah rangkuman detikJabar mengenai tujuh cara mengusir tikus dengan aman yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah:

ADVERTISEMENT

1. Menanam Tanaman Pengusir Tikus

Beberapa jenis tumbuhan memiliki senyawa volatil atau minyak atsiri yang tidak disukai sistem saraf penciuman tikus. Selain membantu menghalau hama, tanaman ini menambah estetika hunian.

Mint (Mentha)

Tikus menghindari aroma mentol yang tajam. Meletakkan pot mint di ambang jendela atau area dapur dapat menghalau mereka masuk.

Lavender

Kandungan linalool pada lavender berfungsi sebagai repelan alami. Menanam lavender di area masuk rumah adalah langkah preventif sekaligus fungsional.

2. Cuka dan Kapur Barus

Kombinasi bahan ini efektif memutus jalur komunikasi tikus. Cuka putih memiliki tingkat keasaman tinggi dan aroma menyengat yang mampu menyamarkan jejak feromon tikus. Membersihkan lantai dengan larutan cuka atau menyeka kabel dengan kain lembap berisi cuka adalah langkah praktis yang terjangkau.

Sementara itu, kapur barus telah lama dikenal sebagai pengusir hama serbaguna. Letakkan kapur barus di sudut gelap seperti gudang atau bawah lemari. Namun, pastikan penempatannya jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan untuk menghindari risiko keracunan.

3. Minyak Esensial

Studi pengendalian hama menunjukkan konsentrasi tinggi minyak peppermint murni bertindak sebagai iritan pada saluran pernapasan tikus. Ini adalah solusi alternatif dibandingkan semprotan kimia konvensional.

Caranya, teteskan minyak esensial murni pada bola kapas, lalu letakkan di titik strategis seperti celah pintu atau lubang pipa. Gunakan minyak esensial asli (pure essential oil), bukan pewangi sintetis, agar efektivitas aromanya tetap tajam.

4. Memelihara Kucing

Kehadiran kucing di rumah menciptakan lingkungan yang tidak disukai tikus. Dengan mendeteksi aroma urin kucing atau melihat pergerakannya, tikus secara insting akan mencari lokasi lain yang dianggap lebih aman. Kucing domestik biasanya memiliki insting berburu yang membantu menjaga area rumah dari gangguan hama pengerat.

5. Garam Epsom

Garam dapat menjadi penghalang fisik yang efektif bagi lingkungan. Tekstur kristal dan kandungan magnesiumnya memberikan sensasi tidak nyaman bagi kaki sensitif tikus. Menaburkan garam epsom di sekitar taman atau celah dinding dapat mencegah tikus mendekat. Jika tikus mengonsumsinya saat membersihkan diri (grooming), garam ini memberikan efek pencahar yang membuat mereka menjauhi area tersebut.

6. Semprotan Cabai

Zat capsaicin pada cabai adalah iritan mukosa bagi tikus. Anda bisa membuat pestisida nabati dengan menghaluskan cabai rawit merah, mencampurnya dengan air dan sedikit sabun cair, lalu mendiamkannya semalaman. Semprotkan larutan ini pada kabel atau sudut pintu. Tikus yang mencoba menggigit area tersebut akan merasakan efek iritasi.

7. Bawang Bombay

Bawang bombay mengandung senyawa sulfur organik yang mengganggu penciuman tikus. Meletakkan irisan bawang bombay segar di dekat lubang tikus adalah cara praktis untuk mengusir mereka. Namun, irisan ini harus diganti secara berkala agar tidak membusuk dan mengundang lalat.

Strategi Pencegahan Agar Tikus Tidak Kembali
Kunci keberhasilan jangka panjang adalah memastikan mereka tidak kembali dengan langkah berikut:

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Jangan biarkan tumpukan barang bekas, koran lama, atau kardus menumpuk di gudang. Tikus menyukai tempat yang gelap, lembap, dan jarang tersentuh oleh aktivitas manusia untuk membangun sarang mereka. Lakukan kerja bakti rutin di area-area "mati" di dalam rumah.

Menutup Celah dan Lubang

Periksa seluruh sudut rumah, terutama di area bawah wastafel dan pertemuan antara atap dan dinding. Gunakan kawat baja (steel wool), semen, atau papan logam untuk menutup retakan. Hindari menggunakan kayu atau plastik tipis, karena tikus dapat dengan mudah menggerogotinya kembali.

Penyimpanan Makanan yang Rapi

Makanan adalah daya tarik utama bagi tikus. Pastikan sereal, kacang-kacangan, tepung, hingga makanan ringan disimpan dalam wadah kedap udara berbahan kaca atau plastik keras. Kantong plastik biasa bukan penghalang bagi gigi tajam tikus. Selain itu, jangan tinggalkan piring kotor di bak cuci piring semalaman.

Jaga Kebersihan Hewan Peliharaan

Sering kali kita lupa bahwa sisa makanan kucing atau anjing yang tertinggal di wadah terbuka adalah magnet bagi tikus di malam hari. Biasakan untuk segera membersihkan wadah makan hewan peliharaan setelah mereka selesai makan dan simpan stok pakan peliharaan dalam wadah tertutup rapat

Kombinasi metode alami dan kedisiplinan menjaga kebersihan adalah fondasi utama agar tempat tinggal tetap sehat dan nyaman. Demikian rangkuman detikJabar, semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads