Tips Anti Boros bagi Anak Kos, Masak hingga Manfaatkan Promo-Diskon

Tips Anti Boros bagi Anak Kos, Masak hingga Manfaatkan Promo-Diskon

Rhessya Maris - detikSumbagsel
Minggu, 25 Jan 2026 06:30 WIB
Tips Anti Boros bagi Anak Kos, Masak hingga Manfaatkan Promo-Diskon
Ilustrasi anak kos (Foto: iStock)
Palembang -

Sebagai anak kos-kosan, penting untuk memahami kondisi keuangan dan mengelolanya dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan membuat anggaran bulanan yang realistis dan jelas.

Detikers juga perlu memisahkan antara kebutuhan yang penting dan kurang penting, dengan cara mencatat setiap detail pengeluaran yang sudah dikeluarkan setiap bulannya, tujuannya agar kita mengetahui pengeluaran apa saja yang memberatkan keuangan selama satu bulan.

Agar keuangan lebih tertata dan tidak boros, perlu perhatikan beberapa tips dalam kelola keuangan. Berikut detikSumbagsel rangkum cara agar tidak mubazir uang secara berlebihan. Yuk simak tipsnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seberapa Penting Kelola Keuangan Bagi Anak Kos?

Dilansir dari jurnal yang berjudul Pelatihan Manajemen Keuangan Guna Mengatur Keuangan Pribadi Serta Investasi Masa Depan Bagi Remaja karya Dita Anjani Dkk. dijelaskan bahwa manajemen keuangan pribadi merupakan seni untuk mengendalikan nafsu dari pengeluaran yang berlebih-lebihan.

Dengan cara mencatat setiap pengeluaran yang ada setiap harinya, anda bisa memahami kebutuhan pokok dan yang tidak terlalu penting. Setelah mengetahuinya, hal-hal kurang penting tersebut bisa dihilangkan dan uang bulanan bisa bersisa untuk ditabungkan sebagai dana darurat atau untuk membeli barang incaran.

ADVERTISEMENT

Selain itu, dilansir melalui laman resmi Kementerian Keuangan RI, mengatur keuangan memiliki banyak manfaat bagi kita, di antaranya:

  1. Keuangan aman dan sehat, dengan mengaturnya lalu bisa memastikan keuangan lebih stabil dan tidak gampang mengikuti gaya hidup yang berlebihan.
  2. Memiliki dana darurat, ketika mengalami sakit atau membutuhkan dana secara mendadak kita tidak perlu meminjam uang dan menambah utang.
  3. Dengan pengelolaan yang disiplin, dapat mencapai tujuan finansial yang diinginkan, seperti membeli properti, menyiapkan dana pensiun dan melakukan self-reward.
  4. Perencanaan keuangan yang stabil juga memastikan kita dan keluarga terlindungi dari resiko keuangan yang tidak terduga seperti PHK atau bencana alam.
  5. Investasi lebih ke finansial bisa membantu menciptakan aset produktif dan penghasilan pasif. seperti saham atau usaha.
  6. Terakhir, dengan persiapan keuangan yang matang dan stabil kita bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan tidak mengkhawatirkan soal masalah keuangan.

Tips Anti Boros untuk Anak Kos-kosan

Dalam manajemen keuangan. poin paling penting adalah dengan mencatat segala pengeluaran yang ada, beberapa hal yang harus dipahami saat menerapkan prinsip ini, di antaranya:

1. Mencatat Pengeluaran

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan dana yang diterima, hal ini bertujuan untuk mengetahui kemana saja uang telah keluar, hasilnya akan bisa dievaluasikan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

Untuk memudahkan, anda bisa menggunakan aplikasi keuangan yang disediakan di Play Store atau App Store, untuk pengguna qris bisa langsung melihat pengeluaran di bank masing-masing. Biasanya datanya mencakup mulai dari 1 minggu, 1 bulan, hingga 1 tahun penggunaan.

Dengan melakukan metode ini, anda akan berpikir dua kali dulu untuk membeli sesuatu. Bahkan ada efek psikologis yang menjelaskan orang-orang yang mencatat keuangannya secara teratur akan cenderung lebih hemat dan berhati-hati.

2. Mengesampingkan Kebutuhan yang Tidak Penting

Setelah mempunyai catatan keuangan, selanjutnya anda dapat melakukan efisiensi dan mengepres pengeluaran agar dana dapat dialihkan ke kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting.

Tinjau kembali catatan pengeluaran dan pisahkan antara kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi seperti makan, tempat tinggal, listrik dengan yang tidak penting, seperti gadget baru, benda yang non fungsional dan perilaku FOMO.

TIpsnya, sebelum membeli barang non-primer yang cukup mahal, tunggulah selama 24 jam. Biasanya, setelah waktu berlalu, dorongan emosional untuk membeli akan hilang dan menyadari bahwa barang tersebut tidak terlalu penting.

Bagi anak Kosan, gunakan rumus sederhana ini 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan atau hiburan, dan 20% wajib masuk ke tabungan atau investasi.Hal ini bertujuan agar anda lebih disiplin terhadap keuangan.

3. Masak

Alih-alih makan di luar, anda bisa mencoba untuk memasak sendiri, selain lebih bersih, kita juga akan lebih tau berapa pengeluaran yang digunakan untuk satu kali masak. Mungkin bagi anak kos cara ini akan sangat merepotkan, tapi ini merupakan solusi untuk hemat dan tidak boros.

Selain itu, siapkan stok makanan, sesuaikan dengan kapasitas, jika kamu tidak memiliki kulkas jauhkan dari bahan-bahan yang basah dan mudah basi, contohnya beras, mie instan, makanan kaleng dan bumbu-bumbuan.

4. Bawa Daftar Belanja

Saat ingin membeli bahan makanan atau keperluan, usahakan bawa catatan belanja yang telah diperkirakan sebelumnya. Hal ini bertujuan agar anda tidak membeli barang-barang yang tidak berfungsi.

5. Manfaatkan Promo dan Diskon

Beberapa supermarket biasanya memiliki promo dan diskon yang sangat menguntungkan bagi anak kosan. Selain itu, diskon biasanya memiliki jadwal-jadwal tertentu, misalnya ketika momen awal dan akhir tahun. Cek saja secara berkala, biasanya jika supermarket besar mereka memiliki platform sendiri untuk memberitahukan soal hal ini.

6. Bijak Listrik

Gunakan listrik secara bijak, matikan kulkas dan lampu jika tidak digunakan, jangan lupa juga untuk mencabut segala kabel-kabel yang tidak diperlukan. Sebagai tips, detikers bisa memanfaatkan fasilitas umum seperti perpustakaan untuk menyelesaikan tugas, sebab biasanya disediakan listrik dan juga koneksi internet gratis.

7. Jaga Kesehatan

Tips, selanjutnya adalah menjaga kesehatan, sebab dengan hal ini detikers bisa menghemat pengeluaran yang berkaitan dengan pengobatan. Namun, tetap siapkan dana darurat, untuk kondisi-kondisi yang tidak terprediksi.

8. Membatasi Nongkrong

Kurangi untuk nongkrong dan bermain keluar bersama teman di tempat-tempat yang mahal. Detikers bisa menggantinya dengan pergi olahraga bersama atau menikmati alam yang lebih murah dan sehat.

Selain itu, ganti kopi kafe yang mahal dengan kopi seduh yang harganya lebih murah dan bisa dibuat sendiri di kos-kosan.

9. Evaluasi Keuangan tiap Akhir Bulan

Sudah melakukan pencatatan dan disiplin keuangan. Step selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi terhadap apa saja pengeluaran yang telah dilakukan selama 1 bulan.

Setelah mengetahuinya dan mendapati hal-hal yang membuat keuangan jadi lebih boros, anda bisa meninggalkannya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

Manajemen keuangan bukan berarti kita menjadi pelit dan membatasi setiap keinginan. Alokasikan Juga dana khusus untuk apresiasi diri agar detikers tidak merasa tertekan dan stres dalam menjalankan rencana keuangan jangka panjang.

Manajemen keuangan yang sukses dibangun di atas tiga pilar utama, diantaranya mencatat agar tahu kondisi, mengepres agar efisien, dan berinvestasi agar tumbuh. Dengan menjalankan poin-poin di atas secara konsisten, anak kos-kosan bisa jadi lebih hemat.

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.




(csb/csb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads