Bahaya Penyakit yang Ditularkan Tikus, Apa Saja?

Annisaa Syafriani - detikSumbagsel
Minggu, 25 Jan 2026 10:30 WIB
Ilustrasi tikus (Foto: Getty Images/iStockphoto/irin717)
Palembang -

Keberadaan tikus di dalam rumah bukan sekadar masalah estetika atau kenyamanan semata. Hewan pengerat ini merupakan salah satu vektor pembawa penyakit yang ditularkan tikus dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dikutip dari Populasi Tikus dan Pengetahuan Masyarakat Tentang Tikus dan Penyakit yang Ditularkannya di Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman oleh Nova Pramestuti, Dkk., sifat tikus yang adaptif membuat hewan ini mampu bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan, selama terdapat sumber makanan dan tempat berlindung.

Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, tikus telah lama diidentifikasi sebagai ancaman serius dalam penyebaran penyakit yang ditularkan tikus, mulai dari bakteri, virus, hingga parasit.

Jenis Tikus Hama Rumah

Dikutip dari Dinas Kesehatan, upaya pengendalian tikus dan pencegahan penyakit leptospirosis sangat bergantung pada sanitasi lingkungan dan perilaku individu.

Seperti selalu mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar rumah atau membersihkan area yang diduga menjadi tempat perlintasan tikus.

Tikus termasuk dalam kategori hama pemukiman yang paling sulit dikendalikan. Kehadiran tikus sering kali tidak disadari pada awalnya karena sifat mereka yang nokturnal atau aktif di malam hari.

Namun, jejak kaki, kotoran, hingga bau urine yang menyengat biasanya menjadi pertanda jelas bahwa hunian telah terserang hama ini.

Tidak semua tikus memiliki kebiasaan yang sama. Di lingkungan perumahan, terdapat beberapa jenis tikus yang paling sering dijumpai:

  1. Tikus Got (Rattus norvegicus): Memiliki tubuh yang besar dan kuat, biasanya bersarang di area bawah tanah, selokan, atau gudang yang lembap.
  2. Tikus Atap (Rattus rattus): Lebih ramping dan memiliki kemampuan memanjat yang lihai. Tikus ini sering ditemukan di plafon atau bagian atas rumah.
  3. Tikus Celurut atau Mencit Rumah (Mus musculus): Berukuran jauh lebih kecil namun memiliki tingkat reproduksi yang sangat cepat. Sering bersembunyi di balik lemari atau tumpukan barang di dapur.

Dampak dari investasi tikus di rumah mencakup kerugian material dan risiko kesehatan. Dari sisi material, tikus memiliki kebiasaan mengerat benda-benda keras karena pertumbuhan gigi serinya yang terus-menerus.

Penyakit-penyakit yang Ditimbulkan Tikus Rumahan

Tikus berperan sebagai inang bagi berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Infeksi dapat terjadi melalui kontak langsung dengan urine, kotoran, air liur, atau melalui gigitan kutu yang menempel pada tubuh tikus.

1. Leptospirosis

Ini adalah penyakit yang paling sering dikaitkan dengan tikus, terutama saat musim banjir. Bakteri Leptospira keluar bersama urine tikus dan mencemari air atau tanah.

Manusia dapat terinfeksi jika air yang tercemar mengenai luka terbuka atau selaput leindir. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, leptospirosis ditularkan melalui kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira.

2. Pes (Plague)

Meski terdengar seperti penyakit kuno, Pes masih menjadi perhatian di beberapa wilayah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang ditularkan melalui gigitan pinjal (kutu) yang hidup pada bulu tikus.

3. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditemukan dalam urine dan kotoran tikus. Manusia dapat tertular jika menghirup debu yang telah terkontaminasi oleh partikel kotoran tikus yang mengering.

Gejala awalnya mirip dengan flu, namun dapat berkembang menjadi gagal napas yang fatal.

4. Salmonellosis

Bakteri Salmonella sering kali dibawa oleh tikus dan berpindah ke makanan manusia melalui kontak fisik atau kotoran.

Mengonsumsi makanan yang telah dihinggapi atau dilewati tikus dapat menyebabkan keracunan makanan yang parah, diare, dan kram perut.

5. Rat-Bite Fever (Demam Gigitan Tikus)

Sesuai namanya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan atau cakaran tikus. Gejala yang muncul meliputi demam, muntah, nyeri otot, dan munculnya ruam pada kulit.



Simak Video "Video Ini yang Bisa Dilakukan agar Tak Terjangkit Penyakit Leptospirosis"


(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork