Menu Masakan Ruwahan Khas Kota Palembang, Apa Saja?

Menu Masakan Ruwahan Khas Kota Palembang, Apa Saja?

Rhessya Maris - detikSumbagsel
Kamis, 22 Jan 2026 02:00 WIB
Menu Masakan Ruwahan Khas Kota Palembang, Apa Saja?
Malbi daging sapi khas Palembang (Foto: iStock)
Palembang -

Mendekati Bulan Suci Ramadhan, beberapa orang sudah mulai menyiapkan ruwahan.Biasanya, acara ruwahan terdapat menu makanan yang dihidangkan setelah melakukan doa untuk para leluhur yang sudah meninggal.

Ruwahan di Palembang biasanya menyajikan hidangan khas seperti nasi minyak, malbi, dan bolu kojo.

Berikut detikSumbagsel akan mengulas, apa menu ruwahan yang sering disajikan di Kota Palembang. Yuk cek di sini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Ruwahan?

Dikutip melalui Jurnal yang berjudul Internalisasi Islam Dalam Tradisi Ruwahan Di Desa Dawas Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin karya Sasmita. Ruwah secara bahasa berarti arwah atau roh orang-orang yang telah tiada. Sedangkan ruwahan, berarti mengenang roh-roh yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini merupakan kebudayaan yang dilangsungkan untuk memperingati dan menghormati arwah yang telah meninggal, khususnya bagi orang-orang yang telah ditinggalkan. Tradisi ini biasanya dilakukan setiap satu tahun sekali pada bulan Syaban.

ADVERTISEMENT

Pada umumnya ruwahan dilakukan di Masjid dengan cara membawa makanan yang akan disedekahkan, seringkali berupa nasi kuning, lauk pauk, kolak, atau makanan-makanan ringan seperti bolu, agar-agar dan lain sebagainya.

Dilansir melalui laman Nahdlatul Ulama Banten. Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Taufik Damas, menggolongkan tradisi ini sebagai amal jariyah yang datang dari doa-doa anak yang soleh, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

Ψ₯ِذَا Ω…ΩŽΨ§Ψͺَ ابْنُ Ψ’Ψ―ΩŽΩ…ΩŽ Ψ§Ω†Ω’Ω‚ΩŽΨ·ΩŽΨΉΩŽ ΨΉΩŽΩ…ΩŽΩ„ΩΩ‡Ω Ψ₯ِلا مِنْ Ψ«ΩŽΩ„Ψ§Ψ«Ω : Ψ΅ΩŽΨ―ΩŽΩ‚ΩŽΨ©Ω جَارِيَةٍ ، Ψ£ΩŽΩˆΩ’ عِلْمٍ ΩŠΩΩ†Ω’Ψͺَفَعُ بِهِ ، Ψ£ΩŽΩˆΩ’ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ―Ω Ψ΅ΩŽΨ§Ω„ΩΨ­Ω ΩŠΩŽΨ―Ω’ΨΉΩΩˆ Ω„ΩŽΩ‡Ω

"Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa baginya."

Jadi Hukum melaksanakan ruwahan ini tergantung dengan niat orang-orang yang menjalankannya. Jika seseorang melaksanakannya dengan niat untuk mengirimkan doa-doa kepada orang tersayang. Maka hukumnya boleh-boleh saja.

Makanan Khas Ruwahan Di Palembang

Kegiatan ruwahan umumnya dilakukan oleh banyak daerah di Indonesia, setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri, salah satunya Palembang yang memiliki makanan tradisional khas yang digunakan untuk melaksanakan ruwahan, berikut rangkumannya: .

1. Nasi Minyak

Nasi minyak merupakan nasi yang dimasak menggunakan minyak samin dan rempah-rempah khas nusantara. Dari sejarahnya, nasi minyak merupakan makanan hasil akulturasi budaya arab dan melayu yang masuk ke Palembang pada masa Kesultanan Darussalam. '

Nasi minyak biasanya disajikan pada hari-hari besar atau perayaan. Salah satunya ketika mengadakan ruwahan, mayoritas masyarakat Palembang, milih nasi minyak sebagai hidangan utama. Berikut cara membuatnya:

Bahan-bahan:

350 gram beras
1 siung bawang bombay, potong tipis
3 siung bawang putih, haluskan
3 siung bawang merah, haluskan
50 gram minyak samin
50 mili saus tomat
200 mili susu UHT
3 sendok makan bubuk kari
Garam secukupnya
Air putih secukupnya
Minyak goreng, secukupnya

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih beras, lalu bilas menggunakan air bersih lagi. Tiriskan air dan diamkan sejenak.
  2. Panaskan minyak, lalu tumis bawang bombay, bawang putih, dan bawang merah hingga wangi dan airnya menyusut.
  3. Masukan susu UHT dan minyak samin ke dalam tumisan secara perlahan-lahan dan jangan lupa untuk tetap mengaduk.
  4. Tambahkan saus tomat dan air putih
  5. Aduk rata, lalu tambahkan bubuk kari dan garam secukupnya
  6. Jika rasa sudah pas, masukan beras dan aduk hingga merata.
  7. Panaskan kukusan dan masukan beras ke dalamnya, sebagai opsi gunakan daun pisang sebagai alasnya
  8. Kukus kurang lebih 60 hingga 70 menit hingga nasi matang.

Sebagai pelengkap bisa menambahkan telur dadar, bihun tumis atau sambal untuk membuat makanan menjadi semakin meriah.

2. Malbi

Tidak lengkap rasanya nasi minyak tanpa malbi, hidangan kedua yang sering ditemukan dalam ruwahan adalah malbi. Dilansir situs Stekom, hidangan ini memiliki warna dan bentuk seperti semur, warnanya gelap dan cita rasanya sedikit manis dan gurih. Kuah dari malbi ini juga kental karena ada banyak rempah yang dihaluskan menjadi satu.

Malbi dulunya makanan yang tidak bisa dinikmati oleh banyak orang, sebab hidangan ini dikhususkan hanya untuk kaum bagsawan dan orang-orang yang berpagkat tinggi. Namun, sekarang detikers bisa menemukan makanan ini dimana saja dan membuatnya sendiri dirumah, berikut caranya:

Bahan-Bahan:

Daging sapi 500 gr
Minyak sayur 3 sdm
Kelapa sangrai 4 sdm
Cengkeh 3 butir
Kayu manis 3 cm
Gula merah 10 gr
Air asam jawa 2 sdm
Air 750 ml

Bumbu Halus

Bawang putih 8 siung
Bawang merah 5 butir
Jahe 1 cm
Ketumbar 1 sdt
Pala ΒΌ butir
Merica Β½ sdt
Garam 2 sdt

Cara Membuat:

  1. Potong tipis daging sapi
  2. Tumis bumbu halus hingga harum
  3. Masukan kayu manis, kapulaga, dan cengkeh
  4. Tunggu bumbu harum dan terus aduk hingga merata
  5. Masukan daging sapi
  6. Aduk sebentar, lalu tunggu daging hingga berubah warna
  7. Masukan tumisan daging kedalam panci besar lalu tambahkan air
  8. Masukan kelapa sangrai, kecap manis, air gula jawa dan air asam
  9. Aduk dan tunggu daging hingga empuk dan kuah mulai mengental
  10. Daging malbi siap disajikan, jangan lupa taburkan bawang goreng ya!

3. Bolu Kojo

Bolu kojo merupakan makanan tradisional khas Palembang yang sering ditemui di acara-acara besar,umumnya ada di pernikahan, hajatan dan ruwahan. Nama kojo sendiri bermakna kemojo atau bunga kamboja, dinamakan demikian, sebab bentuk loyangnya yang sama persis dengan kelopak bunga itu. Berikut cara pembuatannya:

Bahan-bahan:

300 gram tepung terigu
100 gram margarin leleh
5 butir telur
250 gram gula pasir
500 ml santan kental
150 ml jus pandan suji

Cara Membuat Bolu Kojo:

  1. Rebus santan dan jus pandan, lalu dinginkan.
  2. Kocok telur dan gula hingga larut. Masukkan terigu, aduk rata.
  3. Tuang campuran santan pandan dan margarin leleh, aduk homogen
  4. Panggang dalam loyang tulban pada suhu 170Β°C selama 45-50 menit

4. Kue Gandus

Kue gandus merupakan makanan khas yang populer dan sering ditemukan di pasar-pasar tradisional Palembang. kue ini memiliki tekstur yang kenyal dengan ciri khas taburan yang asin seperti bawang goreng, udang dan daun seledri.

Kue Gandus biasanya sering digunakan untuk cemilan pagi atau sore. Namun, pada acara ruwahan biasanya masyarakat juga menyajikan hidangan ini, selain pembuatannya yang mudah, untuk membuat makanan ini masyarakat tidak memerlukan budget yang banyak. Berikut resepnya;

Bahan-bahan Adonan Kue Gandus

150 gram tepung beras
700 ml santan
1 sdt garam
50 gram tepung tapioka

Bahan Taburan Kue Gandus

Daun seledri
Irisan cabai merah
Ebi sangrai halus
Bawang goreng

Cara Membuat Kue Gandus

  1. Campur semua bahan adonan hingga licin, lalu masak sebentar hingga sedikit mengental
  2. Tuang adonan ke dalam cetakan kecil yang sudah diolesi minyak
  3. Beri bahan taburan di atasnya.
  4. Kukus selama 20 menit hingga matang

5. Bubur Suro

Bubur suro merupakan bubur daging gurih yang kaya akan rempah, hidangan ini seringkali dimasak oleh warga yang berada di sekitaran Masjid Al-Mahmudiyah Palembang, tapi masyarakat juga bisa memasak makanan ini sendiri dirumah sebagai hidangan untuk ruwahan. Berikut cara membuatnya:

Bahan-bahan:

250 gram beras
1 liter air
100 gram daging sapi, potong dadu
1 batang daun bawang, iris tipis
1 batang daun sop, iris tipis

Bumbu Halus:

5 Buah bawang merah
3 buah bawang putih
1/2 buah pala
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh kaldu bubuk
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh ketumbar bubuk
1/2 sendok teh kayu manis
2 buah cengkeh
3 sendok makan kecap manis
2 sendok makan kecap asin
2 sendok makan minyak
200 mili air

Cara membuat:

  1. Cuci beras lalu rendam kurang lebih 1 jam
  2. Masak dengan 1 liter air hingga teksturnya berubah menjadi bubur
  3. Panaskan wajan lalu tumis bumbu halus dan bumbu rempah hingga harum
  4. Masukan kecap, kaldu bubuk, garam ke dalam wajan
  5. Masak hingga daging empuk dan air menurut
  6. Masukan tumisan daging ke dalam bubur lalu aduk rata
  7. tambahkan potongan daun bawang dan daun sop
  8. Koreksi rasa dan makanan siap disajikan

Banyak kuliner lain yang biasanya sering dijumpai dalam kegiatan ruwahan, tapi kali ini kita hanya membahas 5 makanan yang paling sering digunakan untuk memeriahkan acara. Bagaimana dengan detikers? Apa makanan yang sering menjadi menu andalan untuk setiap kegiatan?

Mungkin itu saja penjelasan yang bisa detikSumbagsel rangkum mengenai ruwahan, Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di informasi berikutnya ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama

Halaman 2 dari 2
(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads