Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memiliki fitur skrining kesehatan yang dirancang untuk mempermudah peserta dalam memantau kondisi fisik secara mandiri. Cek kesehatan online dengan skrining BPJS dapat diakses bagi setiap peserta satu tahun sekalI.
Setiap peserta dapat mengakses evaluasi kesehatan dasar tanpa harus mengantri di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Dilansir dari website Puskesmas Kabupaten Karanganyar, skrining kesehatan merupakan cara deteksi risiko penyakit tertentu.
Upaya ini melalui pemeriksaan tertentu untuk mendeteksi ataupun mencegah penyakit lewat skrining BPJS. Prosedur ini tidak hanya ditujukan bagi individu yang merasa sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas ini lebih diutamakan bagi mereka yang tampak sehat namun memiliki potensi risiko kesehatan tersembunyi. Lalu bagaimana cara cek kesehatan online dengan skrining BPJS? Simak artikelnya!
Manfaat Skrining BPJS
1. Deteksi Penyakit
Manfaat paling krusial adalah kemampuan untuk mengidentifikasi potensi penyakit sebelum gejala klinis muncul. Banyak penyakit mematikan, seperti gagal ginjal atau stroke, seringkali tidak menunjukkan gejala signifikan pada tahap awal.
Dengan skrining, risiko-risiko tersebut dapat dipetakan. Jika hasil skrining menunjukkan risiko tinggi, peserta akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Bisa melakukan pengecekan di eperti Puskesmas atau klinik, untuk mendapatkan penanganan tepat.
Dari skrining BPJS yang dilakukan akan mendeteksi 14 jenis penyakit. Deteksi ini diperoleh berdasarkan pertanyaan yang diajukan dan dijawab. 14 penyakit tersebut adalah:
- Diabetes Melitus
- Hipertensi
- Stroke
- Jantung
- Kanker Serviks
- TBC
- Kanker Payudara
- Anemia
- Kanker usus
- Kanker paru paru
- Penyakit paru obstruktif Kronis
- Thalassemia
- Hipotiroid
- Skrining Hepatitis
2. Informasi Kesehatan
Proses skrining melibatkan pengisian data terkait pola makan, aktivitas fisik, dan riwayat kesehatan keluarga. Setelah pengisian selesai, sistem secara otomatis memberikan edukasi dan saran kesehatan yang relevan.
Informasi ini berfungsi sebagai panduan bagi peserta untuk memperbaiki gaya hidup. Misalnya, jika hasil skrining menunjukkan risiko obesitas, sistem akan menyarankan pengaturan pola makan dan jenis olahraga yang sesuai.
3. Memudahkan Pelayanan Kesehatan
Sistem skrining online terintegrasi langsung dengan database JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Hal ini meminimalkan birokrasi saat peserta membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Petugas medis di FKTP dapat melihat hasil skrining digital peserta, sehingga proses diagnosis menjadi lebih cepat dan efisien.
Selain itu, penggunaan layanan online mengurangi penumpukan antrian fisik di fasilitas kesehatan. Serta memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.
Cara Skrining BPJS
Untuk mendapatkan layanan ini, masyarakat dapat memilih dua metode utama yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Kedua metode ini dirancang agar mudah digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, baik melalui perangkat komputer maupun smartphone.
1. Skrining Melalui Website resmi
Metode ini cocok bagi peserta yang lebih nyaman menggunakan browser pada laptop atau perangkat komputer. Berikut langkah-langkahnya:
- Membuka laman resmi di https://www.bpjs-kesehatan.go.id/#/
- Mencari dan memilih menu "Skrining Kesehatan" atau "Web Skrining".
- Memasukkan nomor kartu BPJS Kesehatan atau Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Memasukkan tanggal lahir dan kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.
- Menjawab setiap pertanyaan kuesioner dengan jujur dan akurat. Pertanyaan biasanya mencakup kebiasaan makan, frekuensi olahraga, dan riwayat penyakit keluarga.
Setelah selesai, hasil skrining akan muncul secara otomatis. Setelah selesai halaman akan menampilkan apakah peserta berada dalam kategori risiko rendah, sedang, atau tinggi.
2. Skrining Melalui JKN Mobile
Aplikasi JKN Mobile merupakan solusi paling praktis di era digital 2026. Dengan aplikasi ini, cek kesehatan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Prosedurnya adalah sebagai berikut:
- Mengunduh dan memasang aplikasi Mobile JKN melalui Google Play Store atau App Store.
- Melakukan pendaftaran atau login menggunakan nomor kepesertaan dan kata sandi yang telah terdaftar.
- Memilih menu "Skrining Riwayat Kesehatan" yang tersedia di halaman utama.
- Memilih nomor kartu peserta yang akan melakukan skrining (jika dalam satu akun terdapat beberapa anggota keluarga).
- Mengisi seluruh pertanyaan kuesioner yang ditampilkan. Pastikan koneksi internet stabil agar data tersimpan dengan benar.
- Melihat hasil evaluasi. Jika hasil menunjukkan risiko sedang atau tinggi, aplikasi akan memberikan rekomendasi untuk mengunjungi FKTP. Arahan ini guna melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium secara gratis sesuai prosedur yang berlaku.
Dengan mengisi pertanyaan yang tersedia, sistem akan memberikan gambaran mengenai status kesehatan peserta. Sangat disarankan bagi peserta untuk melakukan skrining ini setidaknya satu kali setiap tahun sesuai dengan kondisi yang sebenar benarnya.
Namun, terlepas dari manfaat yang diberikan dari fasilitas ini, peserta harus cek kesehatan kembali untuk mengetahui kondisi tubuh lebih lanjut.
Dengan mengikuti langkah langkah cara cek skrining BPJS, akan membantu memantau kesehatan secara mandiri. Terutama bagi yang menghasilkan deteksi penyakit dengan kondisi yang cukup serius.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
(mep/mep)











































