Sejarah Hari Guru Nasional 25, Perjuangan dari Masa ke Masa

Annisaa Syafriani - detikSumbagsel
Sabtu, 22 Nov 2025 23:00 WIB
Ilustrasi memeperingati Hari Guru Nasional 25 November. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Kuzmichstudio)
Palembang -

Setiap tahun pada tanggal 25 November, masyarakat Indonesia serentak merayakan Hari Guru Nasional (HGN). Momen ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi sebuah penanda sejarah panjang perjuangan pendidik tanah air.

Tanggal 25 November dipilih secara khusus untuk menghormati lahirnya organisasi profesi guru tertua dan terbesar di Indonesia yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Lantas, bagaimana jejak sejarah hingga makna mendalam yang terkandung dalam perayaan Hari Guru Nasional setiap 25 November? Berikut ulasan lengkap sejarah Hari Guru Nasional 25 November lengkap makna perayaan.

Sejarah Hari Guru Nasional: Perjuangan Masa ke Masa

Sejarah Hari Guru Nasional tak bisa dilepaskan dari dinamika organisasi guru di masa kolonial hingga pascakemerdekaan.

1. Masa Kolonial: Lahirnya PGHB dan Gelora Kebangsaan

Perjuangan guru dimulai jauh sebelum kemerdekaan. Pada tahun 1912, berdiri organisasi profesi guru pertama bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Tujuan utama PGHB adalah meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru. Pada masa itu, guru kerap mengalami diskriminasi gaji dan status dibandingkan dengan guru-guru Belanda.

PGHB merangkul berbagai latar belakang pendidik, mulai dari Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, hingga Penilik Sekolah. Namun, perbedaan status yang ketara memicu lahirnya organisasi guru lain seperti Persatuan Guru Bantu (PGB) dan Perserikatan Guru Desa (PGD).

Titik balik bersejarah terjadi pada tahun 1932. Sebanyak 32 organisasi guru sepakat untuk bersatu dan mengubah nama PGHB menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).

Penggunaan kata Indonesia saat itu adalah simbolisasi dari semangat nasionalisme yang kuat, sebuah sikap yang terang-terangan tidak disukai oleh Pemerintah Kolonial Belanda.



Simak Video "Video Prabowo Colek Menkeu Mau Bangun 300.000 Jembatan: Tambah Pusing Kau"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork