Ketika mengonsumsi makanan, terlebih dahulu harus dipastikan bahwa sudah bersih, higienis dan dipilih dari bahan yang terjamin kualitasnya. Cara tersebut dilakukan agar kita terhindar dari keracunan makanan.
Keracunan makanan timbul akibat makanan yang terkontaminasi. Makanan tersebut dapat saja mengandung organisme infeksi berupa bakteri, jamur, virus, maupun parasit atau toksin yang dihasilkan oleh organisme tertentu.
Organisme mengontaminasi makanan pada segala titik dari mulai proses, produksi atau distribusi suatu makanan. Keracunan makanan dapat menimbulkan gejala dengan derajat keparahan yang beragam, mulai dari gejala yang ringan hingga gejala berat memerlukan rawat inap.
Sebagaimana dilansir buku Ajar Kesehatan Masyarakat Bagi Mahasiswa Gizi yang ditulis oleh Desri Suryani. Selain itu, ketahui ciri ciri keracunan makanan lainnya serta cara mengatasi.
Faktor Penyebab Keracunan Makanan
Keracunan makan merupakan kondisi medis darurat yang dapat merusak sel tubuh serta mengganggu fungsi organ akibat masuknya zat beracun atau makanan yang mengandung racun. Racun ini bisa berasal dari bahan berbahaya maupun hasil pembusukan makanan yang dipicu oleh bakteri.
Makanan yang kurang higienis dapat juga menyebabkan keracunan, terutama apabila usia makanan tersebut terlalu lama dan mendekati tanggal kadaluarsa. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan hal tersebut, di antaranya:
- Penyimpanan makanan yang tidak tepat, misalnya daging atau susu tidak ditempatkan di suhu yang sesuai.
- Proses memasak yang kurang matang, contohnya infeksi salmonellosis yang disebabkan bakteri Salmonella menjadi salah satu pemicu diare paling umum.
Simak Video "Video: Jangan Buru-buru Kasih Obat Penyetop Diare pada Anak Keracunan"
(mep/mep)