Terungkap! Ini Penyebab 500 Orang Keracunan MBG di Tulung Klaten

Terungkap! Ini Penyebab 500 Orang Keracunan MBG di Tulung Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 05 Mei 2026 21:46 WIB
Puskesmas Majegan, Tulung, Klaten, Selasa (5/5/2026).
Puskesmas Majegan, Tulung, Klaten, Selasa (5/5/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Sekitar 500 orang terdiri dari siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Klaten mengalami gejala keracunan dan sebagian sempat dirawat di beberapa layanan kesehatan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG). Dari pemeriksaan sampel makanan didapatkan kandungan bakteri Bacillus Sp.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan lab di Balai Besar Labkesmas kemarin sore, sampel telur puyuh, galantin, maupun kuah timlo positif mengandung Bacillus Sp," terang Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, kepada detikJateng, Selasa (5/5/2026).

Dijelaskan Anggit, setelah siswa SMPN 1 Tulung mengalami gejala keracunan, jajarannya langsung diterjunkan untuk penyelidikan. Hasilnya, Bacillus Sp ini penyebab gejala-gejala tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi Bacillus Sp ini penyebab gejala-gejala mual, pusing, muntah dan diare," terang Anggit

ADVERTISEMENT

Bacillus Sp, sambung Anggit, berbeda dengan bakteri E Coli. Bakteri coli bisa menyebabkan keracunan tapi cenderung terdapat pada air.

"E coli itu ada pada air sehingga jika dimasak dengan benar bisa mati. Sedangkan Bacillus ini bisa berproses dalam udara," kata Anggit.

Bakteri itu, ungkap Anggit, bisa terkandung saat makanan dalam proses pengepakan yang tidak baik. Sporanya bisa menyebabkan gejala keracunan.

"Ketika bakteri Bacillus Sp ini sudah mencemari bisa meninggalkan spora, sporanya ini yang menimbulkan keracunan," sebut Anggit.

Kepala Puskesmas Majegan, Kecamatan Tulung, Efy Kusumawati, menambahkan semua pasien diduga keracunan MBG sudah membaik. Yang sebelumnya 9 dirawat inap sudah pulang.

"Alhamdulillah sudah baik semua. Yang tinggal satu pasien itu terakhir hari Sabtu sudah pulang juga, sudah tidak ada yang dirawat," jelas Efy kepada detikJateng.

Sebelumnya diberitakan, sekitar 500 siswa di wilayah Kecamatan Tulung, Klaten diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa mengalami gejala mual, diare dan pusing usai makan menu sop galantin.

Adapun menu MBG tersebut disantap oleh para siswa Selasa (28/4). Mereka sejak malam hingga pagi mengalami gejala mirip keracunan. Mereka kemudian berdatangan ke fasilitas layanan kesehatan setempat.

"Anak saya kelas VII C SMPN 1 Tulung, sampai rumah itu malah tidak mau makan. Habis Maghrib kemarin mulai mual dan pusing," ungkap Bekti (40), ibu salah seorang siswa kepada detikJateng di lokasi, Rabu (29/4).

Dijelaskan Bekti, meskipun mengalami gejala sakit perut dan pusing, anaknya tidak muntah. Setelah tidak membaik akhirnya dibawa ke Puskesmas Majegan.

"Pagi ini tadi saya bawa ke Puskesmas. Katanya makan sop galantin jam 10.00 WIB habis istirahat," kata Bekti.

Terpisah, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan dirinya mendapat laporan siswa SD dan SMP bergejala itu pada Selasa. Dia pun turun untuk mengecek langsung.

"Kita ngyakinke (ngecek) ternyata tidak hanya enam orang tapi ada beberapa orang, makin bertambah. Di RS PKU Muhammadiyah Jatinom juga ada beberapa, kondisinya ada yang lemas, pusing dan semua diare," kata Hamenang kepada wartawan.




(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads