Gerakan pangan murah (GPM) Polres Bangka Barat (Babar) dengan jajarannya disambut antusias masyarakat Babar. Sebanyak 23,8 ton beras SPHP ludes diserbu masyarakat.
"Sejak GPM kita gelar hingga hari ini (Jumat), Polres bersama Bulog telah menyalurkan sekitar 23,8 ton beras untuk masyarakat Kabupaten Bangka Barat," ujar Kapolres Babar AKBP Pradana Aditya Nugraha, Jumat (29/8/2025).
Untuk hari ini, GPM digelar serentak di sejumlah Kecamatan di wilayah Bangka Barat, diantaranya depan Masjid Jami, Kantor Desa Air Limau, Kantor Camat Simpang Teritip, Jebus dan Tempilang serta di Mako Polsek Jebus. Ada 7 ton beras yang disediakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kita sediakan 7 ton beras, masyarakat terlihat antusias mendatangi lokasi yang telah kita tentukan. Beras SPHP dijual dengan harga terjangkau yakni Rp 11.800 per Kg atau Rp 59.000 per karung 5 Kg," sebut Kapolres.
Kegiatan GMP tersebut, lanjut Aditya, yakni untuk mendukung pemerintah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan beras aman. Termasuk bagian dari tanggung jawab sosial Polri untuk turut hadir dalam kehidupan masyarakat.
"Ini adalah bagian dari peran sosial Polri, kami hadir bukan hanya dalam konteks penegakan hukum. Tapi juga berperan aktif dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti beras," tegasnya.
"Kegiatan gerakan pangan murah Polri bersama Bulog ini dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan beras di Kabupaten Bangka Barat," timpalnya.
Aditya berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai institusi yang tidak hanya mengayomi dan melindungi, tetapi juga peduli secara sosial terhadap kondisi riil masyarakat.
"Polri ingin terus hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam meringankan beban ekonomi mereka. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami," tambahnya.
Hari ini, jajaran Polres bersama instansi terkait melakukan sidak harga beras di Pasar Tradisional Mentok. Dalam pengecekan, harga beras premium Rp 15.400 per kilogram, sedangkan beras medium tidak tersedia di beberapa toko yang dikunjungi. Sidak tersebut memastikan tidak ada praktik penimbunan atau permainan harga di lapangan.
(dai/dai)