Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mempersilakan massa aksi dari mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol) yang ingin melakukan demonstrasi. Penyampaian aspirasi merupakan hak warga negara.
"Terkait aksi Senin nanti, kita lihat perkembangannya. Menyampaikan aspirasi itu hak warga negara, tidak dilarang. Tapi kita juga perlu melihat temanya apa, baru bisa menanggapi secara proporsional," ujar Deru, Jumat (28/8/2025).
Menurutnya, Sumsel dikenal sebagai wilayah zero conflict. Dia meminta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga citra tersebut dengan terus merawat kerukunan dan toleransi yang telah terbangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harap masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap mengutamakan persatuan," katanya.
"Kita ini warga Sumsel yang dikenal dengan semangat zero conflict, ini adalah keunggulan kita yang harus dijaga. Mari kita pisahkan persoalan pribadi dari stabilitas daerah. Saya harap masyarakat tetap menjunjung tinggi toleransi antaragama, antarsuku, dan antarprofesi. Ini penting agar kekompakan yang menjadi modal pembangunan tetap terjaga," sambungnya.
Deru juga menyampaikan keprihatinan atas tragedi yang menimpa pengemudi ojol yang terlindas mobil taktis Brimob saat kericuhan di Jakarta. Dia berharap masalah itu tak sampai menjadi persoalan di Sumsel.
"Saya secara pribadi sangat prihatin atas kejadian itu, terlebih karena melibatkan teman kita. Namun, jangan sampai persoalan ini digeneralisasi atau dijadikan masalah daerah. Sumsel dalam keadaan baik dan kondusif," ungkapnya.
"Soal proses hukumnya, biarlah diselesaikan sesuai prosedur. Kita percayakan pada penegak hukum untuk menanganinya secara adil," lanjutnya.
(dai/dai)