Damkar PALI Evakuasi Sarang Kelelawar di Plafon SDN 3 Tanah Abang

Sumatera Selatan

Damkar PALI Evakuasi Sarang Kelelawar di Plafon SDN 3 Tanah Abang

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Sabtu, 30 Agu 2025 06:00 WIB
Tim Damkar lakukan pengusiran dan pembersihan kelelawar di plafon sekolah
Foto: Tim Damkar lakukan pengusiran dan pembersihan kelelawar di plafon sekolah (Dok. Damkar PALI)
PALI -

Kegiatan belajar dan mengajar di SD Negeri 3 Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sempat terganggu. Hal itu karena adanya kelelawar yang bersarang di plafon ruang kelas.

Kehadiran hewan malam tersebut membuat pihak sekolah khawatir, bukan hanya soal kenyamanan belajar tetapi juga risiko kesehatan dan keselamatan murid serta guru. Untuk itu, pihak sekolah menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan PALI agar bisa segera ditindak lanjuti.

Menindaklanjutinya laporan dari SD Negeri 3, tim Damkar langsung dikerahkan pada pukul 12.10 WIB dengan membawa satu unit mobil rescue serta peralatan khusus. Tim tiba di sekolah sekitar pukul 13.13 WIB dan langsung melakukan pemeriksaan ke ruang kelas yang menjadi tempat bersarangnya kelelawar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menuju ke atas plafon, tim menggunakan tangga, kemudian melakukan penyemprotan cairan khusus agar kelelawar keluarga dari tempat persembunyiannya dan tidak kembali lagi tinggal arah bersarang di plafon. Proses evakuasi berlangsung cukup menantang sebab sebagian kelelawar sempat berterbangan liar di dalam kelas.

"Setelah menerima laporan dari pihak sekolah, kami segera menurunkan tim dan membawa perlengkapan untuk mengusir kelelawar," Kepala Bidang Pencegahan Damkar PALI yang menjadi koordinator lapangan, Faisal Al Muslim, Jumat (29/8/2025).

ADVERTISEMENT

Faisal menjelaskan proses evakuasi berlangsung sejak pukul 13.20 WIB hingga pukul 15.40 WIB. Untuk mengusir kelelawar membutuhkan waktu yang cukup lama karena jumlah kelelawar yang cukup banyak dan sebagian sarangnya berada di sudut plafon yang sulit dijangkau.

"Meski demikian, operasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban dan kelelawar berhasil kita usir," ujarnya.

Menurut Faisal, keberadaan kelelawar tidak boleh disepelekan apalagi jika keberadaannya di sekolah. Sebab dapat mengganggu aktivitas belajar dan mengajar, kelelawar juga berisiko menyebarkan penyakit.

"Kami memastikan kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal dan siswa merasa aman. Keberadaan siswa ini tidak boleh dibiarkan atau diabaikan karena bisa membawa potensi penyakit dan mengganggu kesehatan," ujarnya.

Setelah dievakuasi, pihak sekolah pun merasa lega karena aktivitas belajar dan mengajar aman dan nyaman.




(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads