Polisi mengagendakan pemeriksaan psikiatri bagi Yuli Nofita Sari (29), korban dugaan penganiayaan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong. Namun kuasa hukum Yuli tak mau kliennya dirawat inap selama pemeriksaan kesehatan mental itu.
"Saat ini kami dari Satreskrim Polres Bone masih menunggu kesediaan dari Saudara Yuli untuk melakukan pemeriksaan psikiater," ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan kepada detikSulsel, Kamis (8/10/2026).
Ananda mengatakan pemeriksaan psikiatri akan dilakukan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi di Kota Makassar. Namun pihak Yuli belum memberikan kepastian untuk menjalani tes tersebut.
"Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Yuli ke kami untuk kesediaannya untuk diperiksa," katanya.
Sementara kuasa hukum Yuli, Wahyu menolak kliennya dirawat inap selama dua pekan di rumah sakit saat pemeriksaan psikiater. Menurutnya, ada pilihan kliennya cukup rawat jalan.
"Rumah sakit yang direkomendasikan tidak sesuai dengan permintaan kita, karena klien kami diminta rawat inap selama 14 hari. Padahal ada opsi rawat jalan," ujarnya.
Wahyu mengatakan, Yuli bukan menolak untuk melakukan pemeriksaan psikiater. Pihaknya pun telah bersurat ke polisi agar tes tersebut dilakukan di rumah sakit yang bisa rawat jalan.
"Intinya bukan Yuli yang tidak mau diperiksa psikiaternya. Kalau sejauh ini kami sudah bersurat ke kepolisian untuk meminta pemeriksaan di rumah sakit lain (dengan rawat jalan)," pungkasnya.
Diketahui, polisi telah memeriksa Andi Tenri terkait kasus dugaan penganiayaan ke Yuli pada Senin (7/9). Dia diperiksa selama dua jam dan dicecar dengan 20 pertanyaan.
"Kurang lebih ada 20 pertanyaan yang kami tanyakan kepada Ibu Ketua," ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan kepada detikSulsel, Senin (8/9/2026).
Ananda tidak menjelaskan lebih jauh soal materi pemeriksaan terhadap Andi Tenri. Namun ia menyebut pemeriksaan terkait dengan dugaan pelemparan terhadap korban.
"Saya belum mengetahui materi pemeriksaan penyidik, sebab saat itu saya tidak berada di lokasi. Namun sekaitan dengan dugaan pelemparan terhadap korban," katanya.
Simak Video "Melihat Peti Mati Berjejer dan Tengkorak di Dalam Goa Londa, Tana Toraja "
(hsr/ata)