Babak Baru Ketua DPRD Bone Diduga Dianiaya Staf Usai Diperiksa Polisi

Babak Baru Ketua DPRD Bone Diduga Dianiaya Staf Usai Diperiksa Polisi

Tim detiksulsel - detikSulsel
Kamis, 10 Sep 2026 07:00 WIB
Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong.
Foto: Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong. (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong akhirnya diperiksa penyidik kepolisian terkait kasus dugaan menganiaya staf PPPK Paruh Waktu, Yuli Nofita Sari (29). Pemeriksaan ini sekaligus menandai babak baru kasus tersebut sebab Andi Tenri sebelumnya mangkir dari panggilan penyidik.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan mengatakan Andi Tenri memenuhi panggilan penyidik pada Senin (7/9). Andi Tenri mendatangi Polres Bone malam-malam.

"Jadi minta malam itu untuk segera dilakukan pemeriksaan, sehingga kami langsung melakukan pemeriksaan kepada Ibu Ketua," ujar AKP Ananda Gunawan kepada detikSulsel, Senin (8/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi Tenri dicecar sekitar 20 pertanyaan oleh penyidik Polres Bone. Pertanyaan yang diberikan kepada Andi Tenri sekaitan dengan kasus dugaan penganiayaan terhadap stafnya.

"Kurang lebih ada 20 pertanyaan yang kami tanyakan kepada Ibu Ketua. (Terkait pelemparan terhadap korban?) Iya benar, terkait yang di permasalahan tersebut," bebernya.

ADVERTISEMENT

Setelah pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, Andi Tenri langsung meninggalkan Polres Bone. Selanjutnya Andi Tenri disebut menuju ke Makassar.

"Kemarin setelah magrib sampai jam sembilanan lewat (pemeriksaan). Setelah selesai itu Ibu Ketua informasi langsung ke Makassar," sebut Ananda.

Karena pemeriksaan selesai, penyidik kini menunggu kesediaan korban untuk pemeriksaan psikiater di Makassar. Selain itu, tim penyidij juga menunggu hasil pemeriksaan CCTV di Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar.

"Setelah ini kami menunggu kesediaan pihak pelapor atau korban, Yuli yang akan melaksanakan psikiater di Makassar. Dan menunggu hasil uji lab mengenai CCTV itu, belum ada (hasil). Sudah kita minta dari forensik Makassar tapi belum ada info," jelasnya.

Yuli Ngaku Masih Trauma

Yuli sendiri akan menjalani pemeriksaan di psikiater di Kota Makassar. Pasalnya, Yuli masih merasa trauma buntut dugaan penganiayaan itu.

"Sementara ini sudah beberapa hari ini masuk kantor. Namun, kalau penyampaian klienku kalau trauma masih," ujar Kuasa Hukum Yuli, Aly Arsandi kepada detikSulsel, Rabu (9/9).

"Sementara klien kami fokus pada konsul psikiater dan minggu ini kita bawah ke Makassar terkait rujukan RS dan hasil konsultasi penyidik. Kita butuh hasil konsultasinya terkait psikiaternya dan kepentingan penyelidikan juga," sambung Arsandi.

Lebih lanjut Aly mengingatkan penyidik Polres Bone profesional dalam menangani kasus kliennya. Dia juga mendesak agar tim penyidik segera melakukan gelar perkara.

"Ketika penyidik sudah memeriksa terlapor dan pelapor ataupun saksi dan barang bukti, maka kami akan segera mendesak untuk dilakukan gelar secepatnya supaya klien kami akan segera mendapatkan kepastian hukum," sebutnya.

Kronologi Dugaan Andi Tenri Aniaya Staf

Andi Tenri sebelumnya diduga menganiaya Yuli di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7) sekitar pukul 14.30 Wita. Yuli yang merupakan staf Sekretariat DPRD Bone itu merasa heran dengan sikap semena-mena Andi Tenri.

"Padahal tidak ada salahku. Begitu kah namanya ketua DPRD," ucap Yuli kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

Yuli mengaku awalnya diminta menyajikan kue untuk tamu Andi Tenri yang rencananya disambut di lounge DPRD Bone. Yuli pun menyajikan kue yang diminta, namun kembali ditelepon agar menyiapkan tambahan karena ada tamu lain yang menyusul.

"Awalnya minta kue, baru dari meka ambilkan kue langsung kusediakan karena ada dua tamunya. Satu mau disediakan di lounge. Dia telepon ka lagi kalau ada tamunya. Saya bilang ada ji kuenya karena sudah dibagi dua," ujarnya.

Saat itu, Yuli mendapat informasi dari rekannya bahwa satu kue untuk tamu lainnya dibawa ke kantin. Dia sempat mengecek stok kue di lounge DPRD Bone.

"Di situ ada yang bertugas di lounge, saya bertanya di situ, 'mana kue, karena dua tamu'. Jadi dua kue tadi kusediakan," ucap Yuli.

Yuli pun memutuskan kembali ke ruangannya hingga mendapat panggilan dari Andi Tenri agar segera ke kantin. Setibanya di kantin, Yuli mendadak dilempar bosara atau wadah yang berisi sejumlah kue.

"Satu Bosara kue dihamburkan ke muka saya, kemudian saya disiram air di muka, dilempar botol, dan dilempar botol lombok," papar Yuli.

Yuli hanya terdiam keheranan saat diperlakukan kasar oleh ketua DPRD Bone. Yuli merasa dipermalukan setelah dituding tidak mempersiapkan dengan baik hidangan kue untuk tamu.

"Tidak pernah ka bicara satu kata pun. Baru dia (ketua DPRD Bone) bilang, 'tappana (mukanya), mularang ka (kamu larang saya) makan kue? Siapa yang bayar itu kue, kamu kah'," kata Yuli menirukan omongan Andi Tenri.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads