Polemik CCTV Rusak di TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Diduga Aniaya Staf

Polemik CCTV Rusak di TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Diduga Aniaya Staf

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 29 Jul 2026 05:59 WIB
Penampakan CCTV dekat TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya staf Yuli Nofita Sari.
Foto: Penampakan CCTV dekat TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya staf Yuli Nofita Sari. (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Kamera pengawas alias CCTV di lokasi Ketua DPRD Kabupaten Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya stafnya, Yuli Nofita Sari (29), masih menyisakan tanda tanya. CCTV yang dilaporkan rusak memicu polemik lantaran kondisi dan rekamannya belum juga dipastikan.

CCTV tersebut terpasang di area depan masjid lama DPRD Bone. Kamera pengawas mengarah ke parkiran depan kantin tempat kejadian perkara (TKP) Andi Tenri melempar kue dan menyiram air ke wajah stafnya pada Rabu (22/7/2026).

"Kalau pun betul rusak, biar polisi yang menyampaikannya, pasti dia (penyidik kepolisian) punya alat untuk mendeteksi kapan rusaknya," kata kuasa hukum Yuli, Aly Arsandi kepada detikSulsel, Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi sedianya sudah melakukan olah TKP dengan menghadirkan pelapor pada Sabtu (25/7). Yuli saat itu datang didampingi kuasa hukumnya dan diminta penyidik memperagakan adegan dugaan kekerasan tersebut.

Kendati begitu, CCTV di sekitar lokasi belum diperiksa lebih lanjut apakah menjangkau langsung TKP dugaan penganiayaan. Kuasa hukum Yuli mendesak penyidik untuk melakukan pengecekan.

ADVERTISEMENT

"Kita ada di TKP melihat kondisi CCTV. Tentunya yang punya kewenangan itu adalah penyidik untuk memeriksa CCTV itu, apakah betul rusak atau tidaknya," paparnya.

Selain berharap pada rekaman CCTV, Yuli juga telah mengajukan 11 saksi ke Polres Bone yang diharapkan bisa memberikan keterangan terkait dugaan penganiayaan. Mereka adalah pejabat hingga staf Sekretariat DPRD Bone yang berada di lokasi kejadian.

"Ada 11 saksi yang diajukan klien saya ke penyidik. Mereka semua akan dijadwalkan pemeriksaannya oleh penyidik," beber Aly.

Para saksi dari kalangan Sekretariat DPRD Bone itu, yakni Andi Ikbal Baso (Kabag Fasilitasi DPRD), Andi Zulfikar Efendy (Kasubag Rumah Tangga DPRD), Andi Juanda Putra (ajudan Ketua DPRD), Andi Gugu (sopir ketua DPRD) dan Andi Wardi (staf humas). Sisanya merupakan staf Bagian Fasilitasi DPRD Bone, yaitu Anis, Accang, Hendra, Kasmir, Anti dan Syarif.

"Itu semua nama-nama yang diduga berada di lokasi kejadian saat Yuli diduga dianiaya. Mereka tentu akan dimintai klarifikasi oleh penyidik," tuturnya.

Polisi-Sekwan Belum Cek Kondisi CCTV

CCTV dekat kantin di TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walaninong diduga aniaya staf Yuli Nofita Sari. dilaporkan rusak.CCTV dekat kantin di TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walaninong diduga aniaya staf Yuli Nofita Sari. dilaporkan rusak. (Agung Pramono/detikSulsel)

Sementara itu, Polres Bone belum memastikan kondisi CCTV di sekitar lokasi kejadian. Polisi akan melakukan pemeriksaan untuk mengecek laporan kamera pengawas rusak.

"Nanti ya kami cek untuk memastikannya," beber Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan kepada detikSulsel, Senin (27/7).

Alvin ogah berspekulasi lebih jauh soal CCTV tersebut. Dia kembali menegaskan akan mengecek lebih lanjut termasuk memastikan pusat kendali kamera pengawas itu.

"Coba nanti kami kroscek (CCTV). Nanti dipastikan apakah betul CCTV-nya rusak atau hanya kabelnya putus," ujarnya.

Dia menegaskan kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Penyidik akan segera memanggil Andi Tenri sebagai terlapor, setelah saksi dari pelapor dimintai keterangan.

"Tunggu keterangan saksi yang lain dulu, baru mengarah ke beliau (Andi Tenri) terlapor," imbuh Alvin.

Sekretaris DPRD Bone Andi Muchlis juga berdalih belum mengetahui pasti kondisi CCTV yang berada di dekat TKP. Dia beralasan tidak pernah mengecek langsung sejak dugaan penganiayaan tersebut terjadi.

"Tidak pernah kucoba aktifkan, mulai dari kejadian (dugaan penganiayaan) sampai hari ini," ujar Andi Muchlis kepada wartawan Selasa (28/7).

Andi Muchlis beranggapan CCTV tersebut masih berfungsi lantaran lampunya disebut menyala. Dia menduga kerusakan hanya terjadi pada kabel sambungan ke layar monitor.

"CCTV itu lampunya menyala. Tetapi tidak pernah saya nyalakan di layar," kata Andi Muchlis.

"Mungkin kabelnya yang rusak. CCTV itu arahnya tidak pernah berubah, terus mengarah ke parkiran," tambahnya.

Pihaknya akan melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi ini. Dia mengaku belum mengetahui rekaman CCTV menjangkau TKP dugaan penganiayaan.

"Saya tidak tahu apakah gambarnya (CCTV) dapat di kantin lokasi kejadian atau tidak," pungkas Andi Muchlis.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mengungkap Keahlian Membuat Kapal Phinisi di Tana Beru, Sulawesi Selatan"
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads