Polisi Belum Periksa Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf, Tunggu Saksi Pelapor

Polisi Belum Periksa Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf, Tunggu Saksi Pelapor

Agung Pramono - detikSulsel
Senin, 27 Jul 2026 17:56 WIB
Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong.
Foto: Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong. (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Polisi belum memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Bone Andi Tenri Walinonong yang diduga menganiaya stafnya, Yuli Nofita Sari (29) di depan umum. Polisi berdalih akan meminta keterangan saksi dari pihak pelapor terlebih dahulu.

"Tunggu keterangan saksi yang lain dulu baru mengarah ke beliau (ketua DPRD Bone) terlapor," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan kepada detikSulsel, Senin (27/7/2026).

Alvin mengatakan, saksi dari pelapor sebenarnya sudah sempat dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun saksi tersebut tidak memenuhi panggilan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saksi dari pelapor sudah diajukan oleh pelapor tapi gak ada yang mau datang. Tapi, insyaallah kami jadwalkan minggu depan," ucapnya.

Polisi belum merinci saksi yang sempat dipanggil. Alvin melanjutkan, polisi masih melakukan penyelidikan termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

ADVERTISEMENT

"Sementara baru saksi pelapor dan olah TKP langkah yang sudah kami lakukan. Sembari kita tunggu saksi lain dari pelapor," imbuh Alvin.

Sementara itu, Yuli Nofita Sari mengaku sempat mengajukan nama staf Humas DPRD Bone Andi Wardi sebagai saksi. Hal itu disampaikan saat melaporkan kasus ini ke Polres Bone.

"Saksi yang saya sampaikan ke polisi awalnya Andi Wardi (Humas DPRD Bone). Saat itu saya tanya (beritahu) polisi waktu saya melapor," ucap Yuli.

Tak Ada Bantu Yuli Saat Dilempar Kue

Diketahui, Andi Tenri diduga menganiaya Yuli di kantin DPRD Bone, Rabu (22/7) sekitar pukul 14.30 Wita. Ketua DPRD Bone itu melempar kue dan menyiram air ke wajah Yuli yang merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Aksi ketua DPRD Bone yang melempar kue dan menyiram air ke wajah Yuli hanya menjadi tontonan. Sejumlah pejabat dan staf DPRD Bone lain yang berada di lokasi justru tidak ada upaya untuk melerai perlakuan kasar Andi Tenri.

"Paling bikin kecewa, laki-laki banyak di lokasi kejadian. Tetapi tidak ada satupun bersikap manusiawi untuk hentikan saat saya dilempar dan disiram," ujar Yuli saat dikonfirmasi, Jumat (24/7).

Yuli menduga, pejabat dan staf yang berada di lokasi merupakan orang dekat Andi Tenri. Yuli yang merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu itu merasa harga dirinya diinjak-injak.

"Mungkin karena bilang saya tidak pantas ditolong saat diperlakukan karena tidak ada ji jabatanku. Luar biasa kita orang rendahan, orang kecil diperlakukan semena-mena saja," terangnya.

detikSulsel telah berulang kali berupaya mengkonfirmasi Andi Tenri terkait pelemparan kue ke staf yang berujung laporan dugaan penganiayaan tersebut. Namun ketua DPRD Bone tidak kunjung memberikan jawaban.



(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads