Polisi Olah TKP di Kantin Lokasi Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK

Polisi Olah TKP di Kantin Lokasi Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK

Agung Pramono - detikSulsel
Sabtu, 25 Jul 2026 12:31 WIB
Polisi olah TKP lokasi ketua DPRD Bone diduga menganiaya staf.
Polisi olah TKP lokasi ketua DPRD Bone diduga menganiaya staf. Foto: (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kantin DPRD Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait kasus dugaan penganiayaan Ketua DPRD Andi Tenri Walinonong terhadap staf PPPK paruh waktu Yuli Nofita Sari (29). Polisi turut menghadirkan korban dalam oleh TKP tersebut.

Pantauan detikSulsel, Sabtu (25/7/2026), sebanyak lima personel Satreskrim Polres Bone tampak mendatangi Kantin DPRD Bone, di Jalan Reformasi, Kelurahan Bulu Tempe, Kecematan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone. Polisi langsung membentangkan garis polisi di kantin tersebut.

Dalam proses olah TKP, Yuli diminta memperagakan sekaligus menjelaskan secara rinci kronologi kejadian di hadapan penyidik. Sementara itu penyidik memasang tanda mulai pertama korban diduga dilumuri kue.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuli menyampaikan, insiden bermula ketika ia dipanggil ke kantin oleh Ketua DPRD Bone hingga kemudian Andi Tenri melumuri kue ke muka korban. Tak hanya itu Yuli mengaku wajahnya disiram menggunakan air dari botol minuman.

"Kemudian botol air tersebut dilempar ke arah saya. Ada juga sebuah botol berisi cabai (lombok) dilempar, lalu menyampaikan ini kue kamu memang beli," katanya.

ADVERTISEMENT

Penyidik mencocokkan keterangan korban dengan kondisi lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penyelidikan. Sejumlah titik di area kantin diperiksa untuk memastikan kesesuaian kronologi yang disampaikan.

Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memberikan keterangan usai melakukan olah TKP. Mereka langsung pergi meninggalkan lokasi.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Sebelumnya, Yuli menyebut aksi arogan itu terjadi di kantin DPRD Bone, Rabu (22/7) sekitar pukul 14.30 Wita. Yuli awalnya diminta menyiapkan kue sesuai perintah ketua DPRD Bone untuk dua orang tamu.

"Awalnya minta kue, baru dari meka ambilkan kue langsung kusediakan karena ada dua tamunya. Satu mau disediakan di lounge," kata Yuli kepada detikSulsel, Rabu (22/7).

Selang beberapa waktu, Yuli kembali ditelepon untuk menyiapkan kue untuk tamu lain. Saat itu Yuli menyampaikan bahwa kue yang diminta sudah disiapkan.

"Dia (Andi Tenri) telepon ka lagi kalau ada tamunya, saya bilang ada ji kuenya karena sudah dibagi dua," tuturnya.

Setelah itu Yuli kembali menerima informasi kalau kue yang diminta untuk dibawa ke kantin. Saat itu dia sempat pergi mengecek kue di lounge DPRD Bone, lalu pergi ke kantin menemui ketua DPRD.

"Saya datang di kantin dan bertemu dengan ibu ketua, setelah berada di kantin ibu ketua langsung melumuri muka saya menggunakan kue serta menyiram air dan melempar menggunakan botol air tersebut dan mengenai muka saya," paparnya.

Sejumlah orang yang berada di kantin lantas meminta Yuli untuk meninggalkan lokasi. Yuli mengaku heran dengan kejadian itu lantaran dirinya hanya terdiam saat dipanggil ke kantin.

"Satu bosara kue na lempar di mukaku, na lempar ka air, na lempar ka botol lombok, padahal tidak ada salahku," tambah Yuli.

"Tidak pernah ka bicara satu kata pun. Baru dia (ketua DPRD Bone) bilang, 'tappana (mukanya), mularang ka makan kue. Siapa yang bayar itu kue, kamu kah'," beber Yuli menirukan omongan dari Andi Tenri.

Yuli yang keberatan dan malu atas kejadian itu memilih melaporkan ketua DPRD Bone ke Polres Bone. Andi Tenri dilaporkan atas dugaan melakukan penganiayaan.

"Sudah saya laporkan ibu ketua DPRD Bone secara resmi di Polres Bone. Laporanku soal penganiayaan," ucapnya.



(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads