Sosok Yuli Korban Arogansi Ketua DPRD Bone, Anak Yatim Tulang Punggung Keluarga

Agung Pramono - detikSulsel
Jumat, 24 Jul 2026 10:59 WIB
Foto: Istimewa
Bone -

Staf DPRD Kabupaten Bone, Yuli Nofita Sari (29) menjadi korban arogansi Ketua DPRD Andi Tenri Walinonong usai wajahnya dilempari kue dan botol di depan publik. Yuli diduga mengalami tindak kekerasan usai dituding tidak becus menjalankan tanggung jawabnya menyiapkan hidangan kue untuk tamu.

Yuli kini masih tetap harus bekerja meski di sisi lain harus mengawal kasusnya yang bergulir di kepolisian. Dia tidak mau mengeluh atas dinamika pekerjaan yang menimpanya lantaran menjadi tulang punggung keluarga.

"Ada kakak saya juga, cuman saya yang tulang punggung keluarga, saya semua urus adikku sama mamaku yang sakit," ucap Yuli kepada detikSulsel, Jumat (24/7/2026).

Yuli mengaku mulai masuk bekerja di DPRD Bone atas rekomendasi mantan Wakil Ketua DPRD Bone Andi Wahyudi Taqwa. Saat itu dia masih berstatus honorer hingga akhirnya terangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

"Saya masuk di DPRD di eranya Andi Wahyudi Taqwa yang saat itu menjabat Wakil Ketua DPRD. Dia yang perhatian di saya dan keluarga saya semenjak bapak saya meninggal," tuturnya.

"Sejak 2021 saya jadi anak yatim. Masuk honor di DPRD tahun 2019, baru terangkat PPPK Paruh Waktu tahun 2025," tambah Yuli.

Sejak menjadi anak yatim, Yuli mesti bekerja ekstra. Selain mengurus pekerjaan di DPRD Bone, dia juga harus fokus merawat ibunya yang mulai sakit-sakitan.

"Ibu sekarang ada punya tempat di pasar, baru dipinjamkan sama keluarga untuk menjual-jual sembako. Kadang turun di pasar, kadang juga tidak karena sakit," ucap Yuli.

Yuli Digaji Rp 1 Juta Tiap Bulan

Yuli bekerja sebagai staf di Bagian Umum Sekretariat DPRD Bone. Tugasnya menyiapkan hidangan kue untuk tamu pimpinan dewan.

"Saya staf di Bagian Umum, kalau ada tamu saya diminta untuk menyiapkan kue, mendampingi reses. Jam kerja sampai sore, tapi kalau diminta datang malam untuk agenda rapat saya datang," kata Yuli.

Beban kerja Yuli tergolong berat karena harus siaga menyajikan hidangan untuk tamu. Dia tetap bersyukur menjalani pekerjaan meski gajinya belum cukup untuk memenuhi keluarga.

"Gaji Rp 1 juta per bulan. Gaji itu masuk setiap bulan, waktu masih honor kadang per dua bulan, kadang per tiga bulan," bebernya.

Yuli bertanggung jawab terhadap semua aktivitas pemesanan hingga penyajian makanan atau kue untuk pimpinan DPRD Bone dan tamu. Jika ada kekeliruan, Yuli otomatis menjadi sasaran.

"Setiap ada pemesanannya ibu ketua, mau makan ini mau makan itu saya semua dihubungi. Baru kulakukan semua setiap apa yang na pesan, baru saya na tanya kalau kenapa belum bayar di rekanan," jelasnya.



Simak Video "Video: Kasus Penyekapan Wanita di Cileunyi: Polisi Masih Kejar Pelaku! "


(sar/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork