Ironi Staf Korban Kekerasan Ketua DPRD Bone: Gaji Rp 1 Juta-Kadang Lembur Tembus Malam

Ironi Staf Korban Kekerasan Ketua DPRD Bone: Gaji Rp 1 Juta-Kadang Lembur Tembus Malam

Agung Pramono - detikSulsel
Jumat, 24 Jul 2026 14:22 WIB
Momen staf Sekretariat DPRD Bone, Yuli Nofita Sari (29) saat bekerja.
Foto: Momen staf Sekretariat DPRD Bone, Yuli Nofita Sari (29) saat bekerja. (dok. Istimewa)
Bone -

Kasus Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong yang melempar kue dan menyiram air kepada stafnya, Yuli Nofita Sari (29) menyisakan ironi. Yuli yang menjadi korban kekerasan itu ternyata kerap banting tulang bekerja sampai lembur meski hanya digaji Rp 1 juta.

"Gaji Rp 1 juta per bulan. Gaji itu masuk setiap bulan. Waktu masih honor kadang per dua bulan, kadang per tiga bulan," kata Yuli kepada detikSulsel, Jumat (24/7/2026).

Yuli merupakan staf Sekretariat DPRD Bone berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Saat masih menjadi honorer, dia mengaku hanya diberi upah Rp 500 ribu yang pembayarannya tidak menentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Intinya semua saya syukuri apapun pekerjaan diberikan dan berapa pun gajinya. Saya tidak boleh mengeluh untuk menghidupi keluargaku," bebernya.

Gajinya yang minim tidak sebanding dengan beban kerja yang menuntut kesiapsiagaan. Hampir semua operasional konsumsi pimpinan DPRD dan tamu menjadi tanggung jawabnya.

ADVERTISEMENT

"Saya staf di Bagian Umum, kalau ada tamu saya diminta untuk menyiapkan kue, mendampingi reses. Jam kerja sampai sore, tapi kalau diminta datang malam untuk agenda rapat saya datang," tuturnya.

Yuli bertanggung jawab mulai dari pemesanan hingga penyiapan makanan. Ketua DPRD Bone kerap memintanya berkoordinasi dengan rekanan untuk penyiapan konsumsi.

"Kalau ada kuitansi rekanan saya yang bawa, kalau ada mau pesan ibu ketua, saya (yang diminta kerjakan). Kalau ada pemesanan di rekanan, saya semua yang urus," ucap Yuli.

"Kalau sudah dipesan saya tunggu lagi pesanan, dan kalau mau dibayar saya lagi dihubungi. Setiap ada pemesanannya ibu ketua, mau makan ini mau makan itu, saya semua dihubungi," sambungnya.

Yuli mesti berhati-hati dalam menjalankan tanggung jawab sebagai staf. Kerjaannya juga berisiko lantaran kesalahan dilimpahkan kepadanya jika ada kekeliruan.

"Baru kulakukan semua setiap apa yang na pesan, baru saya na tanya kalau kenapa belum bayar di rekanan," tambah Yuli.

Yuli Jadi Tulang Punggung Keluarga

Tanggung jawab Yuli semakin bertambah lantaran tidak hanya mengurusi pekerjaan. Dia juga menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal.

"Sejak 2021 saya jadi anak yatim. Masuk honor di DPRD tahun 2019, baru terangkat PPPK Paruh Waktu tahun 2025," ungkap Yuli.

Yuli juga mesti fokus merawat ibunya yang sakit. Yuli tidak bisa memaksakan ibunya yang bekerja sebagai pedagang untuk terus beraktivitas.

"Ibu sekarang ada punya tempat di pasar, baru dipinjamkan sama keluarga untuk menjual-jual sembako. Kadang turun di pasar, kadang juga tidak karena sakit," imbuhnya.

Ketua DPRD Bone Diduga Langgar Etik

Diketahui, Andi Tenri Walinonong dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap Yuli. Kasus ini juga akan ditindaklanjuti Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone dari sisi dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Andi Tenri.

"Saya belum bisa mengkategorikan pelanggaran etika, baru diduga. BK juga baru mempelajari, untuk memutuskan hal tersebut ada bukti dan saksi," beber Ketua BK DPRD Bone Bahtiar Malla kepada wartawan.

Bahtiar mengaku belum menerima aduan resmi terkait insiden tersebut meski kasusnya telah bergulir di kepolisian. Kendati begitu, informasi yang sudah ramai beredar di publik dinilai bisa menjadi dasar untuk melakukan penelusuran awal.

"Walaupun belum ada aduan dan sudah tersebar di beberapa media, masyarakat umum sudah tahu. BK sudah bisa memanggil untuk mengklarifikasi terkait itu," jelasnya.

detikSulsel telah berupaya mengkonfirmasi Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong terkait pelemparan kue ke staf yang berujung laporan dugaan penganiayaan tersebut. Namun Andi Tenri tidak memberikan jawaban.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mengungkap Keahlian Membuat Kapal Phinisi di Tana Beru, Sulawesi Selatan"
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads