Kasus bullying dan penganiayaan yang dialami siswi SMAN 1 Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial AAL (16) hingga pingsan telah didamaikan pihak sekolah. Pelaku yang merupakan siswa laki-laki akan diberikan pembinaan karakter.
"Selesai mi itu masalah, karena sudah dipertemukan dengan semua orang tua korban dan pelaku dan semuanya sepakat berdamai. Tadi kita sudah damaikan disaksikan langsung oleh ketua komite," ujar Kepala SMAN 1 Bone Muhdar kepada detikSulsel, Kamis (5/2/2026).
Muhdar mengatakan pihaknya akan memberikan pembinaan karakter kepada pelaku dan siswa secara keseluruhan. Hal ini dilakukan agar kasus bullying tidak terulang di sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap akan kita lakukan pembinaan karakter kepada siswa, karena itu bully tidak boleh terjadi lagi. Guru kelas dan guru BK juga diminta untuk terus pantau anak-anak," bebernya.
Dia mengungkapkan kasus ini bermula saat pelaku dan korban berebut matras setelah olahraga bersama. Hanya saja, korban kemudian sesak napas dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Awalnya main-main perebutkan matras karena sama-sama sudah olahraga. Namanya main-main, ada yang bercandanya berlebihan dan korban langsung sesak napas makanya dibawa ke rumah sakit," sebutnya.
"Tapi saat dibawa ke rumah sakit orang tua pelaku terus dampingi korban dan orang tuanya sampai pulang. Orang tua pelaku bertanggung jawab," sambung Muhdar.
Diketahui, kasus bullying dan penganiayaan itu terjadi di SMA Negeri 1 Bone, Kelurahan Jeppe'e, Kecamatan Tanete Riattang, pada Rabu (4/2) sekitar pukul 15.35 Wita. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit.
"Anakku dilarikan ke UGD karena bullying di sekolahnya di SMA 1. Anakku pingsan tadi di sekolah," ujar orang tua korban, Andi Syafri, Rabu (4/2).
(hsr/sar)











































