Siswi SMA Negeri 1 Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial AAL (16) diduga menjadi korban perundungan dan dianiaya hingga pingsan oleh temannya di sekolah. Korban kini dirawat di rumah sakit.
"Anakku dilarikan ke UGD karena bullying di sekolahnya di SMA 1. Anakku pingsan tadi di sekolah," ujar orang tua korban, Andi Syafri kepada detikSulsel, Rabu (4/2/2026).
Peristiwa itu terjadi di SMA Negeri 1 Bone, Kelurahan Jeppe'e, Kecamatan Tanete Riattang, pada Rabu (4/2) sekitar pukul 15.35 Wita. Korban dan pelaku diduga berebut matras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengar tadi ceritanya karena berebut matras dengan temannya. Tapi saya sayangkan sekali kenapa sampai harus diinjak-injak anakku," kata Syafri.
Dia mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah dihubungi teman anaknya. Saat tiba di sekolah anaknya sudah dilarikan ke rumah sakit.
"Waktu temannya teleponku disuruh ke sekolah, karena awalnya laporannya kesurupan. Pas di sana, saya bersamaan gurunya masuk ke kelasnya, ternyata anakku dibully, diinjak-injak sampai pingsan sama temannya," terangnya.
Melihat anaknya yang tidak sadarkan diri, Syafri langsung membawanya ke rumah sakit. Pihak rumah sakit akan melakukan pemeriksaan terhadap korban.
"Makanya langsung dibawa ke rumah sakit. Dokter bilang sementara ini trauma dan kaget. Masih di infus dan dirawat juga sekarang ditakutkan ada luka dalam," bebernya.
Syafri belum melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Namun dia menegaskan pihak sekolah harus tegas atas kejadian yang menimpa anaknya.
"Saya sudah mau lapor ke polisi, tapi ada ji iktikad baik dari orang tuanya itu siswa yang bully anakku. Pada intinya saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini di sekolah, dan harus ada pembinaan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Bone Muhdar belum merespons soal insiden tersebut saat dihubungi detikSulsel. Muhdar tidak tidak menjawab panggilan dan pesan WhatsApp.
(hsr/asm)











































