Dosen Unhas Olah Limbah Tani Jadi Semen Ramah Lingkungan

Ardiansyah - detikSulsel
Kamis, 15 Okt 2026 13:30 WIB
Foto: Peresmian jalan rabat beton di Parepare yang terbuat dari semen hasil pengolahan hasil tani yang diinisiasi Unhas. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Tim peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas) merancang inovasi semen ramah lingkungan dari limbah pertanian. Hasil olahan limbah tersebut kini diaplikasikan langsung untuk pembangunan jalan rabat beton di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua Tim Peneliti Unhas, Evie Aprianti membeberkan, proyek inovasi ini memanfaatkan limbah pertanian lokal. Limbah yang dipakai berasal dari dua daerah di Sulawesi Selatan, yakni Parepare dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

"Inovasi ini berangkat dari adanya panas bumi. Jadi kami coba memanfaatkan limbah yang ada di Kota Parepare sama Kabupaten Sidrap untuk jadi semen, pengikat," kata Evie kepada detikSulsel saat peresmian pembangunan jalan rabat beton, Kamis (15/10/2026).

Dia menjelaskan, bahan baku utama yang digunakan terdiri dari bermacam limbah hasil pertanian masyarakat sekitar. Limbah-limbah tersebut diolah menjadi perekat beton.

"Nah, limbahnya itu ada limbah pertanian sekam padi, tongkol jagung, sama serbuk kayu," tambahnya.

Evie mengungkapkan proses pengolahannya diawali dengan pengeringan limbah. Kemudian pembakaran dilakukan dalam wadah tertutup menggunakan alat khusus, hingga penambahan zat aditif sampai menjadi serbuk semen.

"Cara pengolahan semennya, awalnya limbah itu kita keringkan dulu, kemudian kita bakar di tempat tertutup, kami punya alatnya. Kita tambahkan zat aditif, lalu kemudian jadi serbuk, dan itu bisa menjadi semen," jelasnya.

Menurutnya, maraknya pembangunan infrastruktur jalan dan gedung berbasis semen konvensional ikut mendongkrak suhu bumi. Kondisi itulah yang mendorong timnya mencari alternatif bahan bangunan yang ramah lingkungan.

"Berangkat dari itu kita lihat, makanya kami mau merubah, menyesuaikan bagaimana semen ini jangan pakai semen yang dari batu bara. Supaya bisa memanfaatkan limbah juga, mengurangi limbah juga," lanjut Evie.

Dari sisi kualitas teknis, semen ramah lingkungan buatan tim Unhas itu diklaim memiliki performa unggul dibanding semen biasa. Dia mengatakan, semen hasil penelitiannya memiliki daya ikat dan kekuatan struktur beton yang lebih baik.

"Secara penyerapan lebih bagus, kemudian kuat tekannya juga yang dihasilkan lebih tinggi daripada pakai semen konvensional," ungkap Evie.

Selain unggul dari segi kekuatan, penggunaan semen ini dinilai ampuh dalam mengurangi jejak karbon. Pengaplikasiannya diharapkan mampu menekan dampak pemanasan global.

"Dan ini juga bisa mengurangi karbon dioksida sehingga panas bumi saya rasa bisa turun 2 sampai 3 derajat," katanya.

Saat ini, semen buatan tim Unhas tersebut diuji coba dan difokuskan penuh untuk pembuatan rabat beton akses jalan di lapangan. Pembuatan beton itu murni 100 persen dari semen hasil penelitian pengolahan limbah tani.

"Iya rabat beton ini kami bangun pakai semen yang sudah kita olah dari limbah tani. Iya itu full untuk jalan ini. Nanti bisa juga pakai gedung, bisa pakai paving block, bisa jadi bata ringan," imbuhnya.

Riset pengembangan semen dari limbah tani itu telah dikembangkan sejak tahun 2022. Penelitian panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil hingga diterapkan langsung bagi masyarakat.

"Dari 2022, kami teliti ini dan alhamdulillah tahun ini dapat hibah dari Kemendiktisaintek dengan program Berdikari Semesta, dan kami manfaatkan untuk masyarakat Kota Parepare," tutur Evie.

Dia mengatakan, proposal penelitiannya itu menjadi satu-satunya yang berhasil lolos seleksi ketat. Proposalnya menyisihkan 5.000 pendaftar.

"Penelitian ini cuma kami yang lolos di seluruh Unhas, jadi dari 5.000 lebih tadi. Satu-satunya perwakilan dari Unhas yang lolos," katanya.

Saat ini semen hasil penelitian itu sedang dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kemudian, semen ramah lingkungan itu ditargetkan dapat diproduksi secara komersial dengan mengusung nama daerah asal pendukungnya.

"Ini kami lagi usulkan hak paten dan sudah tahap review. Mudah-mudahan setelah paten kami jual dengan mungkin melibatkan nama Kota Parepare juga sebagai salah satu supporting tempat ini," pungkasnya.



Simak Video "Video: Inter Miami Menang 2-0 Vs NYFC, Messi Cetak 1 Assist"

(sar/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork