Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar kembali meraih apresiasi di tingkat nasional. Kampus Merah tersebut dinobatkan sebagai penerima detiktimur Awards 2026 kategori Riset Global dan Inovasi Berdampak.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa dalam seremoni detiktimur Awards 2026 yang digelar di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026). Ajang ini merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh, institusi, BUMD, dan korporasi yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia Timur.
Melalui detiktimur Awards 2026, detikcom memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang menghadirkan inovasi, kepemimpinan, serta program berdampak bagi masyarakat dan pembangunan daerah di kawasan Indonesia Timur. Para penerima dipilih melalui proses seleksi oleh dewan redaksi detikcom dan detikSulsel dengan mempertimbangkan aspek inovasi, kreativitas, nilai inspiratif, dampak bagi masyarakat, serta kontribusi di bidang masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Unhas dalam menghasilkan riset berkelas dunia sekaligus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, Unhas terus memperkuat ekosistem riset melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari bidang kesehatan, teknologi, pertanian, hingga pembangunan berkelanjutan.
Rekam Jejak dan Dampak Riset Unhas Bagi Masyarakat
Kinerja riset Unhas tercermin dari data Science and Technology Index (SINTA) per Juli 2026. Unhas membukukan 18.453 dokumen terindeks Scopus dengan 165.013 sitasi.
Kampus ini juga mencatat SINTA Score sebesar 1.916.734, yang didukung oleh 2.320 peneliti aktif, 240 departemen, dan 55 jurnal ilmiah.
Produktivitas inovasi Unhas juga terlihat dari capaian di bidang kekayaan intelektual. Hingga pertengahan 2026, Unhas telah memiliki 506 paten, 71 paten sederhana, 2.764 hak cipta, 81 merek, 59 desain industri, serta 14 perlindungan varietas tanaman.
Tak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, Unhas juga terus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara luas. Hingga Juli 2026, sebanyak 15 produk riset dosen telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sementara ratusan produk lainnya tengah dipersiapkan untuk mengikuti proses serupa.
Berdasarkan Memori Akhir Jabatan Rektor, Unhas juga memperkuat jejaring riset melalui 24 konsorsium internasional serta Pusat Kolaborasi Riset (PKR) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan riset di bidang ketahanan pangan, kesehatan, energi terbarukan, hingga teknologi digital.
"Ekspansi jejaring riset internasional dan kolaborasi strategis melalui PKR BRIN memperkuat posisi institusi di panggung inovasi global. Sinergi ini memacu hilirisasi riset di berbagai sektor unggulan sekaligus mengukuhkan kontribusi nyata dalam memecahkan tantangan sains dan teknologi dunia melalui kemitraan lintas batas yang berkelanjutan," ujar Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, dalam Memori Akhir Jabatan Rektor.
Saat ini, Unhas mengelola 5 PKR bersama BRIN, yakni PKR Kepiting Berkelanjutan, PKR Perakitan Jagung PRG, PKR Shrimp Tech, PKR Mikroba Karst, dan PKR Arkeologi Sulawesi.
Salah satu inovasi yang telah memberikan dampak nyata ialah pemanfaatan drone pertanian. Melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian senilai lebih dari Rp11 miliar, sebanyak 50 unit drone telah diterapkan di berbagai daerah untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Unhas pun terus memperluas kolaborasi internasional sebagai penguat ekosistem riset dan inovasi. Hingga saat ini, kampus tersebut telah menjalin 965 kerja sama dengan berbagai mitra di 45 negara yang tersebar di Asia, Eropa, Amerika, Australia, dan Afrika.
