Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi berbasis riset terkemuka di Indonesia. Melalui publikasi ilmiah bereputasi, pengembangan inovasi, dan penguatan kekayaan intelektual, Unhas menunjukkan komitmennya menghasilkan riset yang tidak hanya diakui di tingkat internasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut tercermin dari berbagai capaian yang berhasil diraih Unhas. Berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA) per Juli 2026, Unhas memiliki 18.453 dokumen terindeks Scopus dengan 165.013 sitasi dan 12.591 dokumen yang telah disitir.
SINTA Score Overall Unhas mencapai 1.916.734 yang didukung oleh 2.320 peneliti aktif di 240 departemen dan 55 jurnal ilmiah. Di bidang kekayaan intelektual, Unhas juga mencatatkan 506 paten, 71 paten sederhana, 2.764 hak cipta, 81 merek, 59 desain industri, serta 14 perlindungan varietas tanaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya produktif dalam publikasi ilmiah, kualitas jurnal yang dikelola oleh Unhas juga telah mendapatkan pengakuan internasional. Saat ini terdapat enam jurnal Unhas yang telah terindeks Scopus. Dua di antaranya bahkan berhasil mencapai kuartil tertinggi (Q1) pada 2026, yakni Forest and Society di bidang kehutanan dan Hasanuddin Law Review di bidang hukum.
Prof Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof JJ mengatakan salah satu kekuatan riset Unhas terletak pada pembentukan Thematic Research Group (TRG). Saat ini terdapat 311 TRG aktif yang melibatkan 1.244 peneliti serta didukung 513 mitra internasional.
Melalui TRG, para peneliti dari berbagai disiplin ilmu dapat berkolaborasi untuk menghasilkan riset yang lebih inovatif dan relevan terhadap kebutuhan masyarakat maupun tantangan global. Skema ini juga memperkuat jejaring riset internasional melalui peningkatan kualitas kolaborasi dan produktivitas publikasi ilmiah.
"Dengan demikian, riset tidak hanya berorientasi pada output akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan dan peningkatan daya saing di tingkat global," ujar Prof JJ dikutip dari Memori Akhir Jabatan Rektor Universitas Hasanuddin, Selasa (4/8/2026).
Hilirisasi Riset Jadi Fokus
Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), Unhas terus mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat melalui hilirisasi inovasi.
Hingga Juli 2026, sebanyak 15 produk hasil riset dosen telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Unhas juga menargetkan sekitar 200 produk lainnya dapat memperoleh izin serupa.
Dalam Memori Akhir Jabatan Rektor juga dijelaskan bahwa Unhas melakukan penguatan jejaring riset melalui 24 konsorsium internasional serta Pusat Kolaborasi Riset (PKR) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendorong hilirisasi riset prioritas. Kolaborasi tersebut berfokus pada sektor-sektor krusial, mulai dari kemandirian pangan, kesehatan, energi terbarukan, hingga teknologi digital.
"Ekspansi jejaring riset internasional dan kolaborasi strategis melalui PKR BRIN memperkuat posisi institusi di panggung inovasi global. Sinergi ini memacu hilirisasi riset di berbagai sektor unggulan, sekaligus mengukuhkan kontribusi nyata dalam memecahkan tantangan sains dan teknologi dunia melalui kemitraan lintas batas yang berkelanjutan," lanjut Prof JJ.
Unhas saat ini memiliki lima PKR bersama BRIN, yakni PKR Kepiting Berkelanjutan, PKR Perakitan Jagung PRG, PKR Shrimp Tech, PKR Mikroba Karst, dan PKR Arkeologi Sulawesi.
Salah satu inovasi unggulan Unhas adalah drone pertanian yang telah dipercaya Kementerian Pertanian melalui kerja sama senilai lebih dari Rp 11 miliar. Sebanyak 50 unit drone telah dimanfaatkan di berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Unhas juga terus melakukan pengembangan kolaborasi internasional yang kini mencapai 965 kerja sama di 45 negara. Kemitraan tersebut tersebar di berbagai negara dan kawasan dunia mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Australia, hingga Afrika.
"Secara strategis, kemitraan tersebut mendukung internasionalisasi melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat mutu tridarma serta daya saing global," tulis Prof JJ.
Unhas Peringkat 861 Dunia di QS WUR 2027, Juara Nasional SDG-14
Produktivitas riset dan inovasi-inovasi tersebut turut mengantarkan Unhas meraih pengakuan dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi tingkat dunia. Pada QS World University Rankings (WUR) 2027, Unhas menempati peringkat 861 dunia atau berada pada kelompok 851-900.
Posisi tersebut naik 111 peringkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di posisi 972 (kelompok 951-1000), sekaligus menempatkan Unhas di peringkat ke-11 nasional.
Selain QS WUR, Unhas juga mencatat prestasi pada THE Impact Rankings 2026 dengan berada pada kelompok 201-300 dunia dan masuk 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Khusus pada indikator SDG-14 (Life Below Water), Unhas menempati peringkat pertama nasional berkat kontribusinya dalam riset dan pelestarian ekosistem laut.
Sementara itu, Webometrics edisi Juli 2026 menempatkan Unhas di peringkat 806 dunia. Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc, juga tercatat memiliki Scopus H-Index 46, tertinggi di antara rektor perguruan tinggi di Indonesia.
