Suporter Ungkap Bahaya Laten PSM Makassar, Malu Kalah Terus-terusan

Suporter Ungkap Bahaya Laten PSM Makassar, Malu Kalah Terus-terusan

Ardiansyah - detikSulsel
Senin, 16 Feb 2026 10:31 WIB
Pemain PSM Makassar bersedih setelah kembali kalah di kandang.
Foto: Pemain PSM Makassar bersedih setelah kembali kalah di kandang. (Dok. PSM Makassar)
Makassar -

PSM Makassar kalah lagi saat menjamu Dewa United di Super League 2025/2026. Suporter mengungkapkan bahaya laten di tubuh Juku Eja.

PSM kalah 0-2 dari Dewa United dalam laga pekan ke-21 Super League di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (14/2/2026). Itu menjadi kekalahan ketiga Juku Eja di kandang sejak diasuh Tomas Trucha.

Jika ditotal, PSM sudah menelan 8 kekalahan di Super League musim ini. Hasil itu menempatkan juara Liga 1 musim 2022/2023 tersebut di posisi ke-13 klasemen Super League dengan 23 poin, hanya berjarak 8 poin dari tim penghuni zona degradasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang PSM di peringkat 13, sudah sangat dekat dengan zona degradasi. Kalau terus-menerus menelan kekalahan, ini sangatlah bahaya. Kita harus ingat, PSM ini satu-satunya wakil Sulawesi. Jangan sampai kita kehilangan muruah di liga tertinggi," ujar Ketua The Maczman Zona Parepare, Syaifullah Ogi kepada detikSulsel, Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ogi menilai, ancaman degradasi bukan sekadar urusan teknis, tapi menyangkut harga diri. Dia merasa malu dengan tren kekalahan PSM di kandang.

"Malu kalau kalah terus-terusan, apalagi di rumah sendiri. Kalau sampai degradasi, itu luka besar bagi kami," tambahnya.

Ogi menyoroti taktik yang diterapkan pelatih PSM Tomas Trucha. Skuad yang ada dianggap belum mampu menerjemahkan instruksi pelatih dengan baik di lapangan.

"Kami melihat taktik pelatih belum bisa beradaptasi dengan skuad yang ada, baik pemain lama maupun yang baru bergabung. Ada kebuntuan yang membuat permainan tidak berkembang," jelas Ogi.

Dia juga menyinggung soal sepinya penonton yang hadir mendukung PSM di Stadion. Harga tiket yang meroket dan jadwal pertandingan dinilai penyebab Stadion Gelora BJ Habibie tak lagi angker bagi lawan.

"Tiket sudah mahal, mainnya juga jelek, perjalanan jauh, apalagi kalau mainnya di hari kerja. Kurangnya penonton di tribun sangat berpengaruh ke mental pemain dan manajemen. Bermain di kandang serasa main tandang," tegas Ogi.

Kendati demikian, Ogi tetap menaruh asa Juku Eja bisa bangkit. Dia berharap Juku Eja bisa menyapu bersih poin demi menjauh dari jurang degradasi.

"Kami selalu yakin PSM pasti akan bangkit. Masih ada pertandingan tersisa, mudah-mudahan segera menjauh dari zona degradasi. Kami tetap dukung, tapi tim harus berbenah sekarang juga," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Laskar Ayam Jantan (LAJ) Zona Parepare, Muhammad Ishak juga menyayangkan performa payah PSM. Dia khawatir PSM bisa turun ke Liga 2 jika tidak segera melakukan pembenahan.

"Tentu kami suporter sangat menyayangkan dan kecewa dengan hasil buruk PSM. Bahaya ini karena bisa jadi kalau tidak ada perbaikan, PSM degradasi ke Liga 2," katanya.

Ishak mengaku kekalahan PSM di kandang merupakan hal yang memalukan. Dia mendesak agar manajemen segera mengevaluasi pelatih.

"Ini memalukan. Semoga segera ada evaluasi menyeluruh dari tim manajemen," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Viral Pemain PSM Victor Luiz Hendak Memukul Warga di Jalanan Makassar"
[Gambas:Video 20detik] (ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads