Temuan KontraS: Aremania Dijemput Polisi Usai Tragedi Kanjuruhan, HP Disita

Temuan KontraS: Aremania Dijemput Polisi Usai Tragedi Kanjuruhan, HP Disita

Tim detikJatim - detikSulsel
Kamis, 06 Okt 2022 12:08 WIB
Sekjen Federasi Kontras Andy Irfan.
Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim
Malang -

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (KontraS) menerima laporan empat orang Aremania dijemput polisi setelah Tragedi Kanjuruhan. Handphone (HP) milik salah satu dari keempat suporter itu juga disita karena mengupload video Tragedi Kanjuruhan.

"Kami dapat 4 laporan dan ini sudah terverifikasi. Satu korban asal Kasembon, dua orang dari Pakis sama Kepanjen," ujar Sekjen Federasi KontraS Andy Irfan, dilansir detikJatim, Kamis (6/10/2022).

Andy mengatakan bahwa dari 4 laporan tersebut, salah satunya karena adanya laporan pria yang sempat viral di media sosial usai mengunggah video pintu tertutup di Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Malang.


"Setelah mengunggah dan viral, pria itu langsung dijemput di tempat kerjanya di Stasiun Kota Baru pada Senin (3/10/2022) siang. Petugas yang jemput nggak pakai seragam, pria itu mengira petugas adalah Aremania," kata Andy.

Namun Andy menyebut tidak ada bentuk atau upaya intimidasi oleh petugas pada pria tersebut. Selama perjalanan, yang bersangkutan juga mendapatkan perlakuan baik.

"Jadi selama perjalanan itu baik-baik saja. Kayak teman gitu, diajak makan juga yang bersangkutan. Sampai akhirnya tiba di Polres Malang. Di sana Aremania itu dimintai keterangan," terang Andy.

Andy menambahkan bahwa petugas yang berada di Polres Malang bertanya terkait alasan meng-upload video yang viral itu dan seputar kronologi Tragedi Kanjuruhan. Sebab, pria itu merupakan salah satu korban dalam peristiwa tersebut.

"Setelah dimintai keterangan sampai pukul 19.00 WIB, yang bersangkutan dipulangkan oleh petugas. Tapi HP-nya Iphone 11 disita dan sampai sekarang belum dikembalikan, ini masih mau kita urus," tuturnya.

Ia menyampaikan, tiga laporan lain juga menyampaikan telah dijemput, dimintai keterangan dan dipulangkan. Dari situ, pihaknya sedang melakukan pendalaman dan pendampingan terhadap pelapor.

"Untuk yang lain sedang kita gali lebih dalam. Karena ada yang dari Pakis ini yang laporan dari temannya bukan korban sendiri dan satu dari Pak Lurah masih memintakan keterangan jelasnya seperti apa dari yang bersangkutan," tandasnya.



Simak Video "Komnas HAM Beberkan Hasil Diskusi dengan Ahli Kimia soal Gas Air Mata"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/hmw)