Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyiapkan 1 kontainer masker untuk dibagikan kepada warga imbas kualitas udara memburuk. Pembagian masker diprioritaskan untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
"Kami punya stok kemarin ini yang stok masker itu ada 1 kontainer di BPBD, itu yang kami salurkan terus. Nah, sekarang ini kami juga sementara pilah juga yang maksudnya yang betul-betul layak sehingga nanti supaya bisa sampai semua ke warga, ke masyarakat," ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Fadli mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim untuk menyalurkan masker ke hampir seluruh kecamatan. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Kelurahan Tanggap Bencana (Kaltana).
"Jadi, kami sudah menyalurkan masker itu hampir di semua masyarakat, tetapi khususnya kami punya stok kemarin ini yang stok masker itu ada satu kontainer di BPBD, itu yang kami salurkan terus," ujarnya.
Dia mengatakan penyaluran masker juga dilakukan kepada masyarakat yang beraktivitas di jalan. BPBD juga berkoordinasi dengan tim relawan Kaltana di tingkat kelurahan untuk memperluas distribusi masker kepada warga.
"Targetnya kalau bisa sampai habis," katanya.
Selain membagikan masker, BPBD Makassar mengajak masyarakat, perusahaan swasta, dan badan usaha milik negara (BUMN) untuk ikut membantu penanganan polusi udara. Bantuan yang diharapkan dapat berupa masker maupun dukungan dana agar distribusi perlindungan pernapasan kepada warga bisa lebih optimal.
Di sisi lain, BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Damkar turut menginisiasi penyemprotan menggunakan eco enzyme sebagai bagian dari upaya penanganan kondisi lingkungan. BPBD menegaskan penanganan polusi udara membutuhkan kolaborasi lintas instansi, termasuk dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
"Kami juga mengajak membuat bekerja sama dengan BPBD, PMI, Damkar untuk melakukan penyemprotan eco enzym. Eco enzym ini sangat bermanfaat sekali untuk perbaikan kualitas udara ya," imbuhnya.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kualitas udara di Makassar masih berpotensi berada dalam kondisi kurang sehat. Hal ini dipicu polusi partikulat dan kiriman asap dari daerah lain.
Hasil pengamatan kualitas udara di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros menunjukkan konsentrasi PM2,5 mencapai 76,5 pada Kamis (15/10) pukul 08.00 Wita. Angka tersebut menurun dibandingkan beberapa jam sebelumnya dan hari sebelumnya, ketika konsentrasi PM2,5 sempat meningkat di atas 150 pada Rabu (14/10).
"Karena ini fluktuatif ya, jadi kita tidak bisa katakan berapa poin mungkin karena ini jam-jam-an. Ini kan ada penurunan," kata Ketua Tim Kerja Klimatologi BMKG Wilayah IV Makassar Muflihah kepada wartawan usai coffee morning yang digelar Kominfo Makassar, Kamis (15/10).
Muflihah mengatakan kondisi kualitas udara dalam beberapa hari ke depan masih bergantung pada keberadaan polutan asap yang terpantau melalui satelit. Jika kiriman asap masih terjadi, kondisi kualitas udara diperkirakan tidak jauh berbeda.
"Sementara kita kalau prediksi langsung tidak, karena ini kan kita dapat kiriman seperti itu. Jadi, kalau memang polutan asap yang terpantau di satelit masih ada dari daerah kiriman, itu kita masih akan kondisi kurang lebih sama," jelasnya.
Simak Video "Menikmati Kelezatan Konro Iga Bakar di Restoran Kota Makassar"
(sar/hsr)