5 Hal Tentang Geng Motor Sadis Pembunuh Mahasiswa di Makassar

5 Hal Tentang Geng Motor Sadis Pembunuh Mahasiswa di Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 08 Okt 2026 09:39 WIB
Polisi menangkap sejumlah anggota geng motor yang menyerang pria di Makassar.
Foto: Polisi menangkap sejumlah anggota geng motor yang menyerang pria di Makassar. (dok. Istimewa)
Makassar -

Nasib tragis menimpa mahasiswa bernama Akmal (24) yang tewas diserang geng motor menggunakan parang dan busur di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Usut punya usut, korban juga anggota geng motor yang memang janjian dengan kubu lain untuk perang.

Dua geng motor itu terlibat saling serang di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (4/10) sekitar pukul 03.35 Wita. Akmal dilaporkan tewas bersimbah darah di tempat kejadian perkara (TKP).

"Informasi sementara ya, jadi dua kubu ini adalah geng motor," kata Kapolsek Biringkanaya Kompol Setiawan A Malik kepada detikSulsel, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikSulsel, berikut 5 hal tentang geng motor sadis pembunuh mahasiswa di Makassar:

1. Geng Motor Janjian Perang

Kompol Setiawan mengatakan kelompok korban dan pelaku sebelumnya sudah saling berkomunikasi via Instagram (IG). Komunikasi admin kedua kubu lalu berlanjut dengan janjian bertemu alias COD di lokasi.

ADVERTISEMENT

"Informasinya mereka COD waktu ketemu di jalan, itu masih kita dalami karena adminnya masih kita lakukan pengejaran," kata Akmal.

Kelompok pelaku diduga lebih dulu mendatangi lokasi korban hingga melakukan penyerangan. Serangan itu mendapat perlawanan dari kelompok korban.

Namun kelompok korban yang mengejar kubu pelaku mengalami kecelakaan di jalanan. Dua orang yang tidak sempat menyelamatkan diri lantas menjadi sasaran para pelaku.

"Perang di antara dua kelompok kemudian mengakibatkan meninggal dunia satu orang dan satu orang luka berat," tutur Setiawan.

Akmal tewas di tempat usai dianiaya menggunakan parang dan busur panah. Sementara korban lainnya, Farel (17) mengalami luka berat dan dirawat di rumah sakit.

2. Pelaku Geng Motor Asal Maros

Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Abdullah Mataram menjelaskan, para pelaku merupakan geng motor asal Kabupaten Maros. Mereka mendatangi kubu korban yang berada di Makassar.

"Modusnya karena mereka saling COD untuk perang. Mereka COD untuk perang terus terjadi perang mengejar," beber Mataram yang dikonfirmasi terpisah.

Mataram melanjutkan, geng motor dari kubu pelaku dan korban sama-sama memiliki akun IG. Pihaknya sudah mengidentifikasi akun medsos kedua kelompok yang bertikai.

"Kalau perseteruan di antara mereka kan yang kelompok dari Maros itu pakai akun IG-nya itu @tabe22 sama @pasukanmisterius," tuturnya.

"Akun yang namanya @warnet, ini pihak yang korban. Cuma kita belum tahu apakah ini (motif penyerangan dipicu) dendam atau apa," tambah Setiawan.

3. Geng Motor Mau Live Saat Perang

Geng motor ini diduga berencana melakukan siaran langsung atau live streaming saat melakukan penyerangan. Dia menegaskan, modus COD tawuran antara geng motor masih didalami.

"(Modus COD tawuran melalui) Instagram live ditonton ajak perang kemudian didatangi. Adminnya masih kabur, sementara pengejaran," terangnya.

Polisi juga masih mendalami motif penyerangan kedua kelompok tersebut. Hal ini akan diungkap jika seluruh pelaku yang terlibat telah ditangkap.

"Kalau kita tanyakan motifnya bilang dendam, saya belum bisa pastikan itu. Kemungkinan ada, tapi saya belum bisa pastikan," imbuh Setiawan.

4. 18 Pelaku Jadi Tersangka

Polisi yang mengusut kasus ini lalu menangkap 20 terduga pelaku pada Senin (5/10) sekitar pukul 03.00 Wita. Para terduga pelaku didominasi anak di bawah umur dan beberapa di antaranya berstatus pelajar.

Dari hasil penyidikan, 18 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dua orang lainnya masih diamankan meski berstatus saksi.

Polisi yang melakukan pengembangan menangkap satu pelaku yang melarikan diri ke Palopo, Selasa (6/10). Pelaku berinisial YD diduga eksekutor pembunuhan menggunakan senjata tajam.

"Satu orang yang kami amankan atas inisial YD, yang diduga eksekutor pemarangan," beber Mataram.

5. Polisi Buru 3 Pelaku Lainnya

Pelaku YD pun dibawa ke Makassar untuk diperiksa lebih lanjut. Mataram mengaku pihaknya masih memburu sekitar tiga pelaku lainnya yang terlibat dalam penganiayaan berujung maut ini.

"Iye (tiga orang terduga pelaku masih dikejar)," tambah Mataram.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad memastikan kasus ini akan diusut tuntas. Dua orang lain yang sempat diamankan lebih dulu juga masih diperiksa.

"Sudah ditetapkan tersangka 18 (anggota geng motor). Tidak dipulangkan (2 orang), masih didalami peranannya," pungkas Jafar.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Polisi Tembak Geng Motor Bersenjata di Makassar"
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads