Babak Belur 6 Santri Ponpes di Makassar Ditendang-Dicekik Ustaz

Babak Belur 6 Santri Ponpes di Makassar Ditendang-Dicekik Ustaz

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 25 Sep 2026 08:15 WIB
Boy showing STOP gesture with his hand. Concept of domestic violence and child abuse. Copy space
Santri berusia 13 tahun dianiaya oleh ustadz di Ponpes DDI Abrad, Makassar. Korban mengalami luka akibat ditendang dan dicekik. Foto: Getty Images/iStockphoto/gan chaonan
Makassar -

Santri berinisial MF (13) dan lima temannya menjadi korban penganiayaan di Pondok Pesantren (Ponpes) DDI Abrad, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban mengalami luka lebam di wajah akibat ditendang hingga dicekik oleh oknum ustadz berinisial HK (23).

Penganiayaan itu terjadi di Ponpes DDI Abrad Jalan Perum Pemda, Kecamatan Manggala, pada Sabtu (19/9) sekira pukul 23.30 Wita. Orang tua MF kemudian melaporkan kasus ini ke Polrestabes Makassar pada Minggu (20/9).

"Kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi ponpes tersebut dan memeriksa pihak terkait. Dari hasil pemeriksaan, para santri itu dipukul lantaran keluar ponpes tanpa meminta izin terlebih dahulu.

"Motif, korban keluar pondok tanpa izin," kata Jafar.

ADVERTISEMENT

Jafar tidak menjelaskan secara detail terkait kronologi para santri itu keluar ponpes yang berujung penganiayaan. Namun HK mengakui memukul korban dan lima santri lainnya.

"HK mengakui telah memukul korban dan 5 teman lainnya. Terlapor HK dilakukan penahanan," kata Jafar.

Korban Sempat Tak Jujur ke Ortu

Diketahui, kasus ini terungkap atas laporan orang tua MF ke Polrestabes Makassar. Awalnya pelapor menjenguk anaknya di Ponpes DDI Abrad, Jalan Perum Pemda, Kecamatan Manggala, pada Minggu (20/9).

"Orang tua korban datang menjenguk pada hari Minggu di Pondok Pesantren dan melihat terdapat memar di bagian pipi sebelah kiri dan kanan," kata Jafar.

Pelapor kemudian menanyakan penyebab memar di wajah korban. Namun korban sempat tidak jujur dan mengaku hanya terjatuh dari tempat tidur.

"Korban beralasan bahwa dia jatuh dari kasur namun orang tua korban tidak percaya. (Setelah didesak) Sehingga dia (korban) mengatakan bahwa sudah dipukul oleh ustaz HK," ungkap Jafar.

Korban mengaku dianiaya dengan cara ditampar, perut ditendang hingga dicekik. Bahkan pelaku juga memukul kaki korban menggunakan balok kayu sebanyak satu kali.

"Menampar korban sebanyak 4 kali dan kemudian mencekik dan memukul perut korban sebanyak 1 kali setelah itu menendang perut korban menggunakan lutut sebanyak 1 kali. Selanjutnya memukul kaki korban menggunakan balok kayu sebanyak 1 kali," jelas Jafar.



(hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads