Kebakaran di Makassar, Damkar Terhambat Atap Parkiran di Jalan

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 17 Sep 2026 15:33 WIB
Kanopi parkiran di atas jalanan menghambat akses Damkar saat hendak padamkan kebakaran di Kodam III Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Kebakaran alang-alang terjadi di kawasan Kompleks BTN Kodam III, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Petugas Damkar yang hendak memadamkan api sempat terhambat akses karena ada atap atau kanopi parkiran rumah warga yang menjulang ke jalanan.

Danru I Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar Harianto mengungkapkan kebakaran di kompleks tersebut dilaporkan terjadi di Jalan Kotipa, Biringkanaya, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 11.54 Wita. Petugas kemudian tiba di lokasi pada pukul 12.15 Wita setelah mencari akses lain karena jalur awal terhalang kanopi.

"Kalau untuk informasi masuk itu, sesuai di baket ini pukul 11.54, nah terus tiba di lokasi itu anggota 12.15. Karena terkendala akses tadi, jadi tiba di titik nyala, dekat nyala apinya itu di pukul 12.15," kata Harianto.

Harianto menjelaskan jalur yang diarahkan oleh aplikasi maps awalnya mengarah ke Jalan Kotipa Blok C. Namun, armada tidak dapat melintas karena kanopi parkiran mobil warga di atas jalanan menghalangi kendaraan pemadam melintas.

"Kalau di sana tadi terkendala akses masuk karena sempat di Jalan Kotipa Blok C, terkendala itu ada kanopi warga. Iya (tidak bisa melintas), tidak bisa kita paksakan armada masuk karena terkendala itu kanopi mobil," jelas Harianto.

Petugas kemudian mendapat informasi dari warga mengenai akses lain menuju titik kebakaran. Armada Damkar pun memutar melalui jalur tersebut.

"Untung ada akses lain, info dari warga, yang bisa kita lalui menuju lokasi (kebakaran)," katanya.

Harianto mengatakan petugas hanya tertahan sekitar 5 menit sebelum mendapat petunjuk jalur alternatif dari warga. Menurutnya, petugas memilih tidak memaksakan armada melintas karena berisiko tersangkut kanopi.

Dia juga menyebut kebakaran terjadi di areal persawahan. Lokasi kebakaran disebut masih berjarak dari permukiman warga, namun asap tebal sempat mengganggu warga sekitar.

"Kalau yang terbakar sana itu sisa panen padi yang mengering di areal persawahan," jelas Harianto.

Meski demikian, dia menyebut api berpotensi merembet ke permukiman warga jika tidak segera ditangani. Sebab, di sekitar areal persawahan terdapat alang-alang, pohon pisang, dan tanaman lain yang mengering.

"Bisa berpotensi kalau tidak ditangani karena memang ada alang-alang juga sekitarnya dekat dengan pemukiman. Ada pohon pisang, ada pohon-pohon lainnya juga yang mengering di pinggir sawah," tuturnya.

Harianto menyebut kondisi kemarau membuat api lebih mudah merambat. Bahkan, sisa api yang terhempas angin berpotensi masuk ke celah rumah warga.

"Bisa saja karena untuk rambatan itu lainnya bisa saja terbakar rumahnya orang kalau musim kemarau begini, yang parahnya kalau terbang masuk di celah rumahnya orang itu juga bisa berpotensi. Makanya kita antisipasi," katanya.

Terpisah, Kadis Damkarmat Makassar Fadli Wellang mengimbau warga tidak menggunakan badan jalan sebagai lokasi parkir maupun memasang atap kanopi yang dapat menghalangi akses kendaraan seperti pemadam. Dia mengingatkan kondisi tersebut dapat menjadi persoalan serius jika kebakaran terjadi pada bangunan rumah.

"Cuma pesannya sebaiknya jalan jangan dipakai memarkir kendaraan, bagaimana kalau misalnya terjadi kebakaran rumah bukan alang-alang. Untungnya cuma alang-alang ini terbakar, seandainya rumah yang terbakar dan terhalang begitu kasihan pemadam nanti dibilang tidak bergerak cepat," pungkasnya.



Simak Video "Video: Niat Mau Bantu Padamkan Api, Pria di Makassar Tewas Tersengat Listrik"

(asm/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork