Warga negara asing (WNA) asal China, Wei Shang ditangkap usai diduga memburu dan menyantap penyu sisik di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Polisi kini turun tangan mendalami dugaan tindak pidananya.
Peristiwa diduga terjadi di sekitar Keruwo Homestay, Kepulauan Pam (Fam), Raja Ampat pada 8 hingga 11 September 2026. Tepatnya di lokasi reef sebelah utara Ormandira Homestay dan sebelah selatan Rufas.
Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga menyelam bersama dua orang lainnya dengan menggunakan speargun. Hal ini berdasarkan dokumentasi foto dan video serta sejumlah informasi elektronik yang diperoleh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum detikcom, Kamis (17/9/2026), berikut 6 fakta WNA China buru hingga santap penyu di Raja Ampat:
1. Wei Shang Unggah Video Buru-Santap Penyu
Wei Shang mulanya mengunggah video momen dirinya memanah penyu ke akun sosial medianya. Sementara dalam postingan lainnya, tampak seekor penyu dalam kondisi sudah diolah menjadi masakan.
"(Ada) link yang dia upload di TikTok sama di X itu," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagio saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan unggahan itu, muncul dugaan Wei Shang telah memanah dan menyantap penyu di Perairan Raja Ampat. Pasalnya, WNA itu dalam momen melakukan wisata di Raja Ampat.
Pemkab Raja Ampat kemudian meminta petugas Imigrasi Makassar mengamankan Wei Shang yang baru saja mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (14/9). Wei pun dibawa ke kantor Imigrasi Makassar untuk dimintai keterangan awal.
"Kami mengamankan yang bersangkutan saat terindikasi akan melakukan perjalanan dengan pesawat AirAsia nomor penerbangan AK335 rute Makassar tujuan Kuala Lumpur. Tindakan ini dilakukan agar proses penegakan hukum di Indonesia bisa diselesaikan terlebih dahulu," jelas Abdi.
2. Ditangkap Sebelum Terbang ke Kuala Lumpur
Pelaku ditangkap di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 17.00 Wita. Sejumlah petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar lalu menggiring pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dilihat detikSulsel dari video beredar, pelaku tampak mengenakan celana jin biru dan kaos oblong putih. Pelaku terlihat memakai sendal sambil berjalan.
Pelaku membawa ransel berwarna hitam saat digiring oleh petugas. Pelaku masih sempat sesekali memainkan ponselnya di koridor bandara.
"Kami mengamankan yang bersangkutan saat terindikasi akan melakukan perjalanan dengan pesawat AirAsia nomor penerbangan AK335 rute Makassar tujuan Kuala Lumpur," ujar Abdi.
3. Wei Shang Pelatih Diving
Wei ternyata merupakan pelatih atau trainer diving yang sementara berwisata di Indonesia. Selain itu, dia juga disebut kerap bekerja memperbaiki atap rumah di Australia.
"Sekarang statusnya dia trainer diving dan tukang perbaiki atap. Guru itu maksudnya trainer diving, dan dia tuh bekerja untuk memperbaiki atap-atap rumah di Australia," ujar Kabid Inteldakim Imigrasi Makassar Erwin Hendrawinata kepada detikSulsel, Rabu (16/9).
Erwin menyebut Wei datang ke Indonesia dengan visa wisata untuk 30 hari. Wei disebut baru 5 hari berada di Indonesia sebelum akhirnya ditangkap.
"Itu dia pakai visa on arrival (VOA) untuk wisata 30 hari dan dapat diperpanjang 30 hari. Dia sudah 5 hari di sana informasinya sih," jelasnya.
Erwin mengungkapkan Wei saat ini telah dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong, Papua Barat Daya. Wei akan menjalani pemeriksaan dugaan pidana maupun pelanggaran administrasi keimigrasian.
4. Polisi Dalami Dokumentasi Wei Shang
Pelaku diduga menyelam bersama dua orang lainnya dengan menggunakan speargun. Pelaku sebelumnya memang mengunggah dokumentasi foto dan video terkait aksinya.
"Dokumentasi yang tengah didalami penyidik diduga memperlihatkan speargun diarahkan ke bagian leher penyu hingga menyebabkan satwa tersebut mati," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny SA Hengkelare kepada wartawan Rabu (16/9).
Penyu itu kemudian dibawa ke lokasi penginapan atau homestay. Di lokasi tersebut pelaku memasak satwa dilindungi tersebut.
"Terdapat dokumentasi yang menggambarkan aktivitas setelah penyu tersebut diduga dibawa ke lokasi penginapan, dimasak dan kemudian dikonsumsi," ungkap Jenny.
Jenny menegaskan, seluruh informasi dan dokumentasi tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman oleh penyidik. Polisi pun turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Personel gabungan untuk melaksanakan olah TKP di lokasi homestay maupun lokasi bawah laut yang diduga berkaitan dengan perburuan penyu sisik," jelasnya.
5. Polisi Olah TKP Bawah Laut
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Wei Shang diduga memburu dan menyantap penyu. Homestay alias penginapan terduga pelaku turut diperiksa.
"Personel gabungan untuk melaksanakan olah TKP di lokasi homestay maupun lokasi bawah laut yang diduga berkaitan dengan perburuan penyu sisik," ungkap Jenny SA Hengkelare.
Olah TKP bawah laut melibatkan aparat kepolisian dan penyelam BLUD Kabupaten Raja Ampat. Tim penyelam gabungan melakukan penyelaman pertama dengan area pencarian kurang lebih 60x60 meter.
"Namun, tim belum menemukan titik yang diduga sebagai lokasi perburuan sehingga pencarian dilanjutkan setelah istirahat," tuturnya.
Titik koordinat TKP bawah laut berada pada S 00°35'13.20" dan E 130°16'58.87". Sementara lokasi awal yang menjadi sasaran pencarian berada di sekitar Keruwo Homestay, Kepulauan Pam (Fam), tepatnya pada titik koordinat 0°34'40.4"S 130°17'02.2"E.
"Pada penyelaman kedua, tim memperluas area pencarian menjadi kurang lebih 150x150 meter dengan kedalaman sekitar 11 meter," tambah Jenny.
6. Polisi Sita Panci-Sumpit
Dari hasil olah TKP di homestay dan lokasi yang diduga menjadi tempat perburuan, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Barang bukti itu kini disita untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Penyidik mengamankan barang bukti berupa satu buah panci, lima buah sumpit dan satu buah sarung tangan berwarna hitam dengan bintik-bintik silver," papar Jenny.
Penyidik juga telah memperoleh rekaman video yang diduga memperlihatkan aktivitas perburuan penyu sisik. Selain itu ada bukti foto yang menggambarkan aktivitas setelah satwa tersebut diduga dimasak untuk kemudian dikonsumsi.
Simak Video "Video: 4 WN China Dideportasi gegara Bawa Sampel Tanah Tambang"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)
