Pemilik warung berinisial MD (60) diduga tidak hanya mencabuli 32 siswa SD di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Satu remaja yang duduk di bangku SMP dilaporkan juga menjadi korban pencabulan pelaku yang terjadi di masjid.
"Ada juga laki-laki itu korbannya. Bertahap masuk laporannya (para korban), ternyata ada bukan siswa SD, tetapi dia sudah SMP dan TKP-nya bukan di warungnya tetapi di masjid," ujar Ketua TRC UPTD PPA Pemkot Makassar, Aisyah kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Aisyah menyebut remaja pria tersebut diminta tersangka untuk memuaskan hasrat seksualnya di dalam masjid. Tersangka juga mengancam remaja itu menggunakan senjata tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sempat diancam juga dengan benda tajam di lingkungan masjid. Tetapi pelakunya yang sama (dengan 32 siswa SD yang menjadi korban)," sebutnya.
"Itu yang jadi korban (siswa SMP) itu warga perumahan yang tempat sekolah itu berada," tambah Aisyah.
Sementara itu, salah satu orang tua korban berinisial SH mengatakan, dua orang anaknya diduga telah dicabuli oleh pelaku. Kedua anaknya itu merupakan siswi SD di sekitar lokasi tersangka berjualan.
"Anak saya itu umur 9 tahun dan satu 10 tahun. Yang jadi korban dua anak saya yang bersekolah SD di lokasi," beber SH.
SH mengungkapkan, dugaan pencabulan itu diketahui berdasarkan pengakuan anaknya sendiri. Insiden itu membuat anaknya trauma hingga menangis.
"Yang kedua itu pulang ke rumah tiba-tiba nangis cerita bahwa dua kali dilakukan dengan digendong tiba-tiba dari belakang dan dipaksa dipangku lalu dipegang. Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya dengan hukum yang berlaku," ucapnya.
Diketahui, ada tiga laporan polisi (LP) terkait dugaan pencabulan tersebut. Pelaku kini ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Sudah melapor kembali lagi ada tiga LP masuk. Sudah juga ditahan pelakunya dari hari Jumat (17/7) itu," imbuh Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar Iptu Ariyanto saat dikonfirmasi, Minggu (19/7).
