Sebanyak 50.342 warga dari 6 kecamatan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terdampak bencana kekeringan. Kondisi berpotensi membuat cadangan air bersih diperkirakan hanya bertahan 30 hari jika cuaca kering terus berlanjut.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar mengatakan, situasi ini masih terus dipantau secara intensif. Berdasarkan perkembangan cuaca dan kondisi sumber air baku, cadangan air PDAM diperkirakan akan terus mengalami penurunan.
"Apabila kondisi cuaca kering seperti saat ini terus berlanjut, maka cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan," kata Fadli Tahar kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli menegaskan, langkah-langkah antisipatif dan kesiapsiagaan terus disiapkan untuk menghindari meluasnya dampak kekeringan terhadap masyarakat. Penanganan diprioritaskan kepada warga yang paling terdampak.
"Intervensi penanganan saat ini diprioritaskan kepada masyarakat yang bergantung pada sumber air tanah, karena kelompok inilah yang mengalami penurunan ketersediaan air paling signifikan," ucapnya.
"Sementara itu, wilayah yang memperoleh pasokan air dari jaringan PDAM masih berada dalam kondisi relatif aman dan belum menjadi prioritas utama penyaluran bantuan air bersih," tambah Fadli.
Diketahui, enam kecamatan terdampak bencana kekeringan di Makassar, yakni Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang dan Manggala. Hal itu berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Makassar hingga Kamis (9/7) pukul 17.00 Wita.
Dari laporan BPBD Makassar, kekeringan berdampak pada 12.717 rumah tinggal dan 50.342 warga dari 14.564 kepala keluarga (KK). Puluhan ribu warga yang terdampak dilaporkan mulai mengalami krisis air bersih.
Kecamatan paling terdampak berada di Biringkanaya setelah dilaporkan 14.787 jiwa dan 4.084 rumah terdampak. Selanjutnya disusul di Tallo 13.762 jiwa dan 2.862 rumah terdampak bencana kekeringan.
Di Tamalanrea ada 9.947 jiwa dan 2.922 rumah, Manggala 7.610 jiwa dan 1.959 rumah, Ujung Tanah ada 2.921 jiwa dan 645 rumah. Terakhir, ada 1.324 jiwa dan 245 rumah di Panakkukang terdampak kekeringan.
"Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 50% masyarakat telah terdampak secara langsung, terutama warga yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih," imbuh Fadli.
