Rentetan Aksi Meresahkan Jukir di Makassar Bikin Warga Murka

Rentetan Aksi Meresahkan Jukir di Makassar Bikin Warga Murka

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 27 Mar 2026 07:10 WIB
Tangkapan layar jukir liar diamuk massa di Makassar.
Foto: Tangkapan layar jukir liar diamuk massa di Makassar. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Sejumlah juru parkir (jukir) liar di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat resah lantaran mematok tarif tinggi tanpa karcis hingga ada yang diamuk warga. Para jukir liar itu memanfaatkan momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H atau selama Maret 2026.

Dalam catatan pemberitaan detikSulsel, aksi jukir liar mematok tarif tinggi pertama terjadi di Jalan Laiya, Makassar pada Minggu (8/3/2026) pagi. Jukir itu kekeh meminta pengendara mobil yang parkir membayar tarif Rp 10 ribu.

Direktur Umum PD Parkir Makassar Sahruddin Said mengatakan tarif yang ditetapkan jukir tersebut melanggar aturan PD Parkir Makassar. Ia menyebut tarif parkir yang ditetapkan pemerintah yaitu maksimal Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 3 ribu untuk motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku heran karena laporan pelanggaran parkir di kawasan tersebut terus dikeluhkan masyarakat, padahal sudah berulang kali ditindaklanjuti oleh PD Parkir. Ia menegaskan pihaknya rutin melakukan penertiban setiap kali menerima laporan dari warga.

"Memang sekitaran sana tiap hari memang kita kontrol, tiap hari ada laporan dan tiap hari juga ada pelanggaran," bebernya.

ADVERTISEMENT

Sahruddin mengatakan pihaknya juga kesulitan mengantisipasi pelanggaran jukir liar tersebut. Hal itu terjadi karena banyaknya kawasan dan laporan yang harus dipantau oleh PD Parkir setiap harinya.

Selain itu, menurutnya para jukir tersebut kerap tidak jera meski telah mendapat teguran dari PD Parkir dan tetap kembali melakukan pungutan ilegal. Karena itu, ia menegaskan pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap jukir liar yang masih membandel.

"Jadi susah untuk kita antisipasi, tapi kalau pelanggaran itu pasti dengan orang yang sama dua kali pasti akan kita tangkap, pasti kita tangkap," tegasnya.

Jukir Cekcok dengan Anggota Dishub

Aksi meresahkan jukir liar kembali terjadi di Jalan Boulevard, tepatnya depan Mal Panakkukang (MP) Makassar, Rabu (11/3) malam. Saat itu, anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar bersitegang dengan jukir liar yang tak terima ditegur menyalahgunakan markah parkir kendaraan.

"Iya kemarin malam waktu penertiban di Jalan Boulevard, depan Mal Panakkukang. Jadi itu, itu kan kami buat markahnya. Saya pisahkan markah mobil dengan markah motor. Roda dua dan roda empat. Ini semua dipakai roda dua," ujar Kepala Bidang Terminal, Perparkiran, Audit dan Inspeksi (TPAI) Dishub Makassar Irwan Sampeang kepada detikSulsel, Kamis (12/3).

Irwan menyebut, di lokasi itu markah untuk mobil justru dipenuhi oleh sepeda motor bahkan meluber sampai ke badan jalan. Belakangan diketahui, jukir tersebut ternyata tidak resmi alias jukir liar.

"Baru jukir itu jukir liar, bukan jukir resmi. Ditegur oleh pihak PD Parkir, dia ini tidak terima," katanya.

Saat cekcok, Irwan menegaskan bahwa markah jalan dibuat untuk mengatur kendaraan agar parkir sesuai peruntukannya. Dia juga mengingatkan jukir tersebut agar berhenti jika tidak bersedia mengikuti aturan yang berlaku.

"Jadi saya bilang, kalau tidak terima kamu berhenti saja, saya bilang. Karena kalau sesuai aturan, kalau kamu bilang ini sesuai aturannya, itu markah dibuat untuk mengatur kendaraan agar supaya tertib. Tapi markanya ini kamu tidak gunakan sesuai peruntukannya," tegasnya.

Setelah diberikan penjelasan, jukir tersebut akhirnya memahami teguran yang diberikan petugas. Meski demikian, Dishub Makassar menegaskan akan kembali melakukan penertiban jika praktik yang sama masih ditemukan di lokasi tersebut.

"Akhirnya dia mengerti, tapi kalau hari ini masih begitu akan saya tertibkan. Tidak boleh lagi menggunakan markah mobil untuk motor," jelasnya.

Tarif Parkir Motor di Pasar Senggol Rp 10 Ribu

Ulah meresahkan jukir liar juga terjadi di Pasar Senggol Makassar. Jukir liar disebut mematok tarif Rp 10 ribu ke pengendara motor wanita hingga viral di media sosial.

Humas PD Parkir Makassar Raya Asrul mengatakan timnya akan turun mengedukasi jukir di sekitaran Pasar Senggol. Dia menyebut jukir akan diedukasi terlebih dahulu.

"Jadi mungkin sebentar itu sebatas kita edukasi dulu, memperingati, termasuk menata supaya tidak terlalu mengambil badan jalan," kata Asrul kepada detikSulsel, Minggu (15/3).

Sementara dalam video viral, terdengar suara seorang perempuan mempertanyakan tarif parkir yang dipasang oleh jukir di Pasar Senggol. Dia heran sebab tarif parkir tiba-tiba naik menjadi Rp 10 ribu.

"Berapa kah? Kenapa 10? Saya kira 5 ribu ji?" ujar perempuan di balik video viral.

Jukir Liar Diamuk Jemaah Salat Id

Seorang jukir liar yang diduga mematok tarif tinggi diamuk warga saat pulang dari Salat Idulfitri 2026. Peristiwa tersebut terjadi di area sekitar Jalan Kakaktua, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sabtu (21/3) pagi.

"Ada tadi yang bilang itu orang tadi ada yang dipukul. Setelah Salat Idul Fitri (kejadiannya)," ujar warga berinisial DB, kepada detikSulsel, Sabtu (21/3).

Dari video beredar, jukir liar itu mematok tarif tidak wajar kepada jemaah yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan. Dari unggahan video dinarasikan jukir itu tidak memiliki karcis.

Jukir berambut gondrong tampak sempat diamuk massa. Dia terlihat lari terbirit-birit menghindari kejaran warga.

Jukir Marahi Pemobil Bayar Rp 6 Ribu

Seorang jukir di Pasar Sentral Makassar, marah-marah karena pengendara mobil cuma membayar Rp 6 ribu. Jukir tersebut ngotot mematok tarif parkir Rp 10 ribu karena masih momen Lebaran.

Peristiwa itu terjadi di area parkir depan Pasar Sentral, Senin (23/3). Perumda (PD) Parkir Makassar Raya mengaku telah menerima laporan dan menduga jukir tersebut merupakan jukir bantu.

"Kalau lihat dari video kemungkinan jukir bantu," kata Kepala Seksi Humas Perumda Parkir Makassar, Asrul B kepada detikSulsel, Kamis (26/3).

Asrul menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan kejadian serupa terus berulang. Video viral itu pun telah diteruskan ke tim reaksi cepat dan kepolisian.

"Tentu ini tidak mungkin kita biarkan seperti ini, olehnya lewat video viral ini kita sudah teruskan ke tim reaksi cepat, kemudian diteruskan juga ke Polres Pelabuhan sebagai mitra untuk meminimalisir kejadian-kejadian serupa seperti ini," jelasnya.

Dalam video yang beredar, penumpang mobil dan jukir terlibat adu mulut. Penumpang menolak memberikan uang parkir senilai Rp 10 ribu tanpa adanya karcis.

"Kalau karcisnya ada saya bayar Rp 60 (ribu), Pak," ucap seorang penumpang dalam rekaman video tersebut.

Dalam keterangan unggahan, perekam video menyebut awalnya hanya berhenti sekitar lima menit karena hendak menuju Pasar Sentral. Namun karena pasar masih tutup, mereka memutuskan pergi.

"Tiba-tiba muncul seorang tukang parkir yang sebelumnya tidak ada saat kami datang. Kami memberikan Rp 6000, tetapi dia marah-marah dan mengatakan tarif sekarang Rp 10.000 karena masih suasana Lebaran," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Jukir yang tidak diberi uang sesuai permintaan itu kemudian meninggalkan lokasi. Jukir itu juga tampak marah-marah dengan memukul beberapa kali badan mobil.

Jukir Cekcok dengan Warga-Keluarkan Pisau

Seorang jukir liar juga terlibat cekcok dengan sejumlah warga di kawasan Bukit Baruga, Antang, Makassar, Rabu (25/3) sore. Jukir tersebut sempat mengeluarkan pisau saat dipukul mundur oleh warga.

"Sudah masuk (laporan) di grup. Kami agendakan (ke lokasi)," kata Humas PD Parkir Makassar Raya Asrul saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Kamis (26/3).

Asrul belum mengetahui pasti kronologi kejadian tersebut. Namun dia menduga jukir yang terlibat cekcok dengan warga bukan petugas resmi dari PD Parkir.

"Tapi kalau dilihat videonya hampir pasti oknum jukir liar," katanya.

Dalam video beredar, tampak jukir tersebut mengenakan rompi berwarna hijau. Sejumlah warga pun terlihat menyerang jukir tersebut menggunakan balok, bambu, hingga batu.

Sementara sang jukir tampak beberapa kali memberikan perlawanan. Dia juga terlihat sambil mengeluarkan sebilah pisau saat menghalau serangan warga.

Peristiwa ini pun menjadi tontonan sejumlah warga di sekitar lokasi. Beberapa orang tampak berupaya melerai pertikaian tersebut.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video: Banner Tarif Parkir di Kota Blitar Dirusak Orang Tak Dikenal"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads