Jukir Liar Ikut Atur Parkiran di Depan MP Makassar Ngeyel Saat Ditegur Dishub

Jukir Liar Ikut Atur Parkiran di Depan MP Makassar Ngeyel Saat Ditegur Dishub

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 12 Mar 2026 13:21 WIB
Dishub Makassar cekcok dengan jukir liar saat memberikan teguran.
Dishub Makassar cekcok dengan jukir liar saat memberikan teguran. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar bersitegang dengan juru parkir liar saat penertiban di depan Mal Panakkukang (MP) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Cekcok terjadi usai jukir tersebut tak terima ditegur menyalahgunakan markah parkir kendaraan.

Kepala Bidang Terminal, Perparkiran, Audit dan Inspeksi (TPAI) Dishub Makassar Irwan Sampeang mengaku dirinya cekcok dengan oknum jukir tersebut saat penertiban di Jalan Boulevard, tepatnya depan MP, Rabu (11/3) malam. Awalnya, Irwan mengaku jukir ditegur agar tidak menyalahgunakan markah parkir untuk mobil.

"Iya kemarin malam waktu penertiban di Jalan Boulevard, depan Mal Panakkukang. Jadi itu, itu kan kami buat markahnya. Saya pisahkan markah mobil dengan markah motor. Roda dua dan roda empat. Ini semua dipakai roda dua," ujar Irwan kepada detikSulsel, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irwan menyebut, di lokasi itu markah untuk mobil justru dipenuhi oleh sepeda motor bahkan meluber sampai ke badan jalan. Belakangan diketahui, jukir tersebut ternyata tidak resmi alias jukir liar.

"Baru jukir itu jukir liar, bukan jukir resmi. Ditegur oleh pihak PD Parkir, dia ini tidak terima," katanya.

ADVERTISEMENT

Saat cekcok, Irwan menegaskan bahwa markah jalan dibuat untuk mengatur kendaraan agar parkir sesuai peruntukannya. Dia juga mengingatkan jukir tersebut agar berhenti jika tidak bersedia mengikuti aturan yang berlaku.

"Jadi saya bilang, kalau tidak terima kamu berhenti saja, saya bilang. Karena kalau sesuai aturan, kalau kamu bilang ini sesuai aturannya, itu markah dibuat untuk mengatur kendaraan agar supaya tertib. Tapi markanya ini kamu tidak gunakan sesuai peruntukannya," tegasnya.

Setelah diberikan penjelasan, jukir tersebut akhirnya memahami teguran yang diberikan petugas. Meski demikian, Dishub Makassar menegaskan akan kembali melakukan penertiban jika praktik yang sama masih ditemukan di lokasi tersebut.

"Akhirnya dia mengerti, tapi kalau hari ini masih begitu akan saya tertibkan. Tidak boleh lagi menggunakan markah mobil untuk motor," jelasnya.

Irwan juga menanggapi alasan jukir yang meminta waktu untuk memindahkan kendaraan. Dia menilai alasan tersebut tidak masuk akal lagi karena kondisi di lokasi sudah menimbulkan kemacetan.

"Bagaimana mau dipindahkan, sudah macet di situ, warga komplain, kayak-kayak begitu cuma cari alasan untuk pembenaran. Kalau kita pergi akan begitu lagi, malah dia tambah lagi ke luar melewati markah," katanya.

"Karena mereka tidak peduli macet, yang penting cuan. Momennya dia bilang, tapi saya bilang iya momennya tapi patuhi aturan ini markah jalan, dia merampas hak pengguna jalan," ujarnya.

Pihaknya mengaku akan rutin melakukan penertiban untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Boulevard, khususnya di sekitar Mal Panakkukang menjelang Lebaran. Mobil yang parkir di badan jalan yang selama ini kerap memicu kesemrawutan lalu lintas akan digembok, sementara motor akan diangkut.

"Iya sudah dilakukan penertiban, dilakukan penggembokan, pengempisan kendaraan roda 2 yang parkir di badan jalan. Hari ini kami akan kembali turun untuk mengangkut kendaraan yang masih memarkir di badan jalan. Rutin kita lakukan selama hari kerja sampai Lebaran," pungkasnya.

Dilihat detikSulsel dari video beredar, Irwan terlihat cekcok dengan seorang jukir berbaju merah dengan topi hitam. Irwan tak terima saat jukir mengaku sudah sesuai aturan dan minta waktu untuk memindahkan kendaraan terparkir.

"Saya dari sore di sini mau bilang kasih waktu, kalau mau ikuti aturan ikuti ini rambu-rambu," kata Irwan dengan nada tinggi.



(asm/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads