Direktur Umum Perumda Parkir (PD Parkir) Kota Makassar Sahruddin Said mengakui banyaknya juru parkir (jukir) yang mematok tarif parkir tinggi menjelang Lebaran. Meski demikian, ia menegaskan tindakan tersebut melanggar aturan pemerintah.
"Tarif kita itu paling tinggi Rp 5.000 mobil, Rp 3.000 motor. Menjelang momen (hari raya), memang tidak bisa kita pungkiri (kenaikan tarif) itu," kata Sahruddin kepada detikSulsel, Minggu (8/3/2026).
Sahruddin mengatakan, pihaknya aktif melakukan pemantauan ke pusat perbelanjaan seperti Pasar Sentral Makassar hingga Mall Panakkukang dan memang kerap menemukan pelanggaran tarif tersebut. Bahkan selama Ramadan, para jukir menaikkan tarif hampir dua kali lipat dari aturan yang ditetapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sahruddin menilai fenomena jukir liar tersebut tidak lepas dari ramainya aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Menurutnya, kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh oknum yang bukan juru parkir resmi untuk menarik pungutan dari pengendara.
"Momen Ramadan mau lebaran ini memang momentum yang mungkin dia pikir setelah Lebaran kan tidak ada mi momentum yang besar toh," tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya akan tetap menindak jukir-jukir liar yang melanggar aturan. Pihaknya juga berencana membentuk posko pengamanan Lebaran untuk mengantisipasi tindakan jukir liar tersebut.
"Paling kita ini akan bentuk posko sentral untuk ada penjagaan. Ada anggota di situ baik Dishub, (polisi) Lantas, dan PD Parkir supaya kalau ada masyarakat yang melapor atau jukir yang nakal kita bisa langsung (tindak) di tempat," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan seorang jukir mematok tarif Rp 10 ribu untuk pengendara mobil yang parkir di Jalan Laiya, Kota Makassar pada Minggu (8/3). Video tersebut viral di media sosial usai jukir tersebut kekeh meminta pengendara mobil itu membayar sesuai tarif tersebut.
Aduan tersebut langsung mendapat tindak lanjut dari PD Parkir Makassar. PD Parkir menegaskan tidak pernah memasang tarif tersebut dan menilai tindakan itu dilakukan oleh jukir liar.
"(Kami) sudah turun tadi sore, itu kami sudah tindaki," tegas Sahruddin.
