Nestapa Pasien RS Stella Maris Makassar Dipaksa Pulang Meski Belum Sadar

Nestapa Pasien RS Stella Maris Makassar Dipaksa Pulang Meski Belum Sadar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 14 Mar 2026 09:00 WIB
Rumah Sakit (RS) Stella Maris, Makassar.
Foto: Rumah Sakit Stella Maris, Makassar. (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Seorang perempuan berinisial AD (55) yang tinggal di pulau dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Stella Maris, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), karana tidak sadarkan diri di rumahnya. Namun, pasien itu diduga dipulangkan pihak rumah sakit padahal belum sadar hingga kondisinya memburuk.

Wanita itu dibawa pihak keluarga ke RS Stella Maris Makassar pada Kamis (5/3). AD kemudian dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) selama enam hari dan dua hari di ruang perawatan sebelum akhirnya dipulangkan pada Kamis (12/3).

"Sejak 5 Maret (masuk RS Stella Maris), kemarin dikasih keluar, jadi dirawat selama 8 hari, 6 hari di ICU," kata adik pasien, Meri Asrianti saat dikonfirmasi detikSulsel, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meri mengungkapkan kakaknya awalnya diduga hanya mendengkur saat tidur di rumahnya di Pulau Kodingareng. Ternyata kakaknya itu tidak sadarkan diri hingga dilarikan ke RS Stella Maris.

"Ngorok, turun gulanya, itu hari tidak enak perasaannya sampai tidak sadarkan diri," bebernya

ADVERTISEMENT

Meri mengatakan kakaknya dijaga oleh anaknya selama dirawat di RS Stella Maris. Dia kemudian mendapat kabar bahwa kakaknya akan dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan.

"Kemenakan bilang, cepat pergi dulu ke rumah sakit karena mama mau dipindahkan ke perawatan. Saya bilang kenapa bisa, karena belum sadar," ujarnya.

Sesampainya di rumah sakit, Meri mengaku mempertanyakan alasan pemindahan kakaknya yang masih belum sadar. Namun pihak rumah sakit menyampaikan kondisi pasien telah membaik.

"Mereka bilang sudah membaik tensinya, terus nadinya, pokoknya yang berhubungan dengan gulanya katanya sudah normal kembali," katanya.

Pasien kemudian dipindahkan ke ruang perawatan pada malam hari. Namun keesokan paginya, keluarga kembali mendapat informasi bahwa pasien akan dipulangkan.

"Malam masuk ruang perawatan, paginya sudah mau dikasih keluar. Saya tanya kenapa mau dikasih keluar padahal baru satu malam dipindahkan ke ruang perawatan," bebernya.

Keluarga lalu menyampaikan keberatan melalui perawat, namun tidak direspons. Dia kemudian mendatangi dokter yang menangani kakaknya untuk meminta penjelasan.

"Kemanakan sempat sampaikan apa yang saya kasih tahu ke perawatnya tapi tidak didengar," katanya.

Kondisi Pasien Disebut Membaik

Meri akhirnya bertemu dengan dokter spesialis saraf yang menangani kakaknya. Dalam pertemuan itu, Meri mempertanyakan alasan pasien dipulangkan meski belum sadar.

"Saya tanya kenapa kakak saya belum sembuh tapi sudah mau dipulangkan. Katanya sudah normal semua, tidak seperti awal masuk kena stroke," ujarnya.

Namun Meri menilai kondisi kakaknya masih belum pulih karena belum membuka mata dan belum memberikan respons. Dia bahkan mengaku melihat perawat harus menekan dada kakaknya untuk merangsang respons.

"Kalau saya lihat itu belum sembuh karena mata belum terbuka dan tangan juga belum goyang-goyang. Bahkan suster pencet keras dadanya baru terbuka matanya," ungkapnya.

Meri kemudian meminta agar pasien tetap dirawat beberapa hari lagi untuk melihat perkembangan kondisinya. Menurutnya, dokter sempat menyetujui usulan tersebut.

"Saya bilang lagi, bagaimana kalau ditunggu lagi tiga hari. Dia bilang itu dokter boleh, jangan dulu dikasih keluar," ujarnya.

Namun pada malam harinya, keluarga kembali mendapat informasi bahwa pasien tetap akan dipulangkan. Hal itu memicu protes dari pihak keluarga.

"Padahal pasien belum sadar. Jadi saya mengamuk lagi di bagian keperawatan karena bagian keperawatan memang yang bersikeras mau kalau dikasih keluar," katanya.

"Saya bilang apakah itu bedanya BPJS dengan umum. Kalau umum mungkin bisa lama dirawat sampai sadar betul pasien," sambungnya.

Pasien Disarankan Dirawat di Rumah

Menurut Meri, rumah sakit hanya menyarankan pasien dirawat di rumah melalui layanan home care. Menurut Meri, perawatan di rumah tidak memungkinkan karena kondisi kakaknya belum sadar.

"Katanya (perawat) dokter yang sarankan harus pulang hari ini, tinggal dirawat di rumah, home care," katanya.

Saat akan dipulangkan, Merri juga sempat meminta agar kakaknya dibawa pakai ambulans rumah sakit ke rumahnya di Jalan Deng Tata. Namun dimintai bayaran Rp 550 ribu karena di luar zona gratis.

"Saya sempat minta untuk pakai ambulans tapi harus bayar Rp 550 ribu karena katanya masuk zona 2 kalau dibawa ke rumah saya di Jalan Dg Tata. Kakak saya memang transit di rumah karena di pulau dia," jelasnya.

Meri akhirnya memesan ambulans dari luar dengan membayar biaya Rp 300 ribu. Namun pada malam harinya, penyakit kakaknya kembali kambuh sehingga dibawa ke Rumah Sakit Kemenkes.

"Jadi ditandu dalam keadaan begitu ke ambulans saya sewa 300 ribu dari luar," ungkapnya.

Kondisi Pasien Memburuk

Meri mengatakan penyakit kakaknya kambuh lagi saat tiba di rumah. Pihak keluarga yang panik langsung membawa pasien ke Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Makassar.

"Pas sampai di rumah, malamnya kambuh lagi, itu lidahnya sudah lari masuk sudah mau tertutup pernapasannya. Makanya langsung saya bawa ke RS Kemenkes, langsung ditangani, sekarang masih dirawat," jelasnya.

Setelah diperiksa di RS Kemenkes, keluarga mendapat informasi adanya gangguan pada otak pasien. Kondisi itu diduga membuat pasien tidak memberikan respons.

"Di rumah sakit Kemenkes bilang, itu karena ada pembekuan cairan di otak sampai dia tidak merespon tangan dan matanya," imbuhnya.

RS Stella Maris Lakukan Investigasi

Manajemen RS Stella Maris, buka suara terkait kasus pasien dipulangkan meski kondisinya belum sadarkan diri. Pihak RS Stella Maris mengaku segera melakukan investigasi internal.

"Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai kejadian tersebut, saat ini pihak rumah sakit sedang melakukan penelusuran dan penanganan internal sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku," ujar Humas RS Stella Maris, Dessy kepada detikSulsel, Jumat (13/2).

Dessy mengaku untuk sementara waktu belum bisa memberi penjelasan lebih jauh terkait peristiwa tersebut. Pernyataan resmi akan disampaikan setelah proses investigasi internal selesai dilakukan.

"Untuk sementara waktu kami belum dapat memberikan pernyataan resmi lebih lanjut sampai proses penelusuran internal selesai dilakukan. Apabila sudah terdapat hasil yang dapat disampaikan kepada publik, kami akan memberikan informasi resmi melalui pihak manajemen rumah sakit," katanya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Mengenal 4 Jenis Operasi yang Dijalani Chelsea Olivia di Malaysia "
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads