Gadis Asal Gorontalo yang Hilang di Makassar Sempat Tolak Lamaran Pria

Gadis Asal Gorontalo yang Hilang di Makassar Sempat Tolak Lamaran Pria

Nurul Hidayah - detikSulsel
Sabtu, 14 Mar 2026 00:21 WIB
Siti Sahida Sahari (28), gadis asal Gorontalo yang dilaporkan hilang di Makassar. Dokumen Istimewa
Foto: Siti Sahida Sahari (28), gadis asal Gorontalo yang dilaporkan hilang di Makassar. Dokumen Istimewa
Makassar -

Gadis asal Gorontalo bernama Sitti Sahadi Sahari (28) dilaporkan hilang kontak oleh keluarganya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebelum menghilang tanpa kabar, korban diketahui sempat menolak lamaran seorang pria.

Sitti dilaporkan hilang oleh ayahnya, Hamzah Sahari ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Panakkukang pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Ayah korban mengungkap bahwa korban ke Makassar untuk bekerja di salah satu gerai makanan cepat saji.

"Kami mencatat identitas orang yang melapor yaitu Hamzah Sahari, alamat Gorontalo, anaknya Sitti Sahadi Sahari (dilaporkan hilang)," kata Kepala Jaga SPKT Regu Dua Polsek Panakkukang Aipda Asri kepada detikSulsel, Jumat (14/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asri mengatakan berdasarkan keterangan ayah korban, Sitti berangkat ke Makassar sekitar September 2025. Korban masih intens berkomunikasi dengan keluarga hingga Januari 2026 sebelum akhirnya menghilang tanpa kabar.

Ia mengungkap bahwa korban sempat menghubungi sang ayah dan mengaku bahwa dirinya hendak dilamar oleh seorang pria. Namun, korban memilih menolak lamaran tersebut karena merasa belum cocok dan masih ingin fokus berkarier.

ADVERTISEMENT

"Curhat lah orang tuanya pada kami bahwasanya anaknya ada yang mau lamar tapi tidak mau anaknya, jadi (korban) menghindar," tuturnya.

Belakangan ayah korban juga baru mengetahui anaknya telah dipecat dari gerai tempatnya bekerja. Korban dipecat karena diduga menyelewengkan uang perusahaan.

"Terus ada informasi di manajemen (gerai tersebut) dia dikasih keluar karena mencuri uang perusahaan," ungkap Asri.

Untuk memastikan informasi tersebut, Asri meminta ayah korban mendatangi manajemen gerai tersebut dengan didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang. Hal itu dinilai penting untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab korban menghilang.

"Jadi saya bilang kalau seperti itu, tolong kita datangi dulu manajemen tempat anak ta bekerja didampingi Binmas, supaya kita tahu kebenaran kabar tersebut betul apa nda," ujarnya.

Asri mengatakan pihaknya masih terus berusaha mengumpulkan informasi dari keluarga korban untuk proses penyelidikan. Ia mengklaim pihaknya juga telah berusaha menyebarluaskan informasi terkait hilangnya korban.

Ia menegaskan terkait laporan polisi (LP) dari aduan tersebut, pihaknya masih harus berkonsultasi dengan penyidik Intel dan Reserse. Meski demikian, Polsek Panakukkang berkomitmen untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk membantu mengungkap kasus tersebut.

"Nanti saya arahkan lagi ke penyidik, koordinasi betul nggak ini ada unsur-unsur pidana di tempat kerjanya sehingga dia menghilang, loss kontak. Itu kan didalami dulu ceritanya, ini hilang kontaknya karena apa. Kan ada beberapa opsi orang (ini) menghindar atau hilang kontak," tutupnya.




(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads