RS Stella Maris Makassar Usut Dugaan Pasien Dipulangkan Sebelum Sadar

RS Stella Maris Makassar Usut Dugaan Pasien Dipulangkan Sebelum Sadar

Sahrul Alim - detikSulsel
Jumat, 13 Mar 2026 17:30 WIB
Rumah Sakit (RS) Stella Maris, Makassar.
Foto: Rumah Sakit Stella Maris, Makassar. (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Manajemen Rumah Sakit (RS) Stella Maris, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), buka suara terkait viral pasien dipulangkan meski kondisinya belum sadarkan diri. Pihak RS Stella Maris mengaku segera melakukan investigasi internal.

"Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai kejadian tersebut, saat ini pihak rumah sakit sedang melakukan penelusuran dan penanganan internal sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku," ujar Humas RS Stella Maris, Dessy kepada detikSulsel, Jumat (13/2/2026).

Dessy mengaku untuk sementara waktu belum bisa memberi penjelasan lebih jauh terkait peristiwa tersebut. Pernyataan resmi akan disampaikan setelah proses investigasi internal selesai dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk sementara waktu kami belum dapat memberikan pernyataan resmi lebih lanjut sampai proses penelusuran internal selesai dilakukan. Apabila sudah terdapat hasil yang dapat disampaikan kepada publik, kami akan memberikan informasi resmi melalui pihak manajemen rumah sakit," katanya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, pasien perempuan berinisial AD (55) diduga dipulangkan pihak RS Stella Maris Makassar, meski kondisinya belum sadar. Pihak keluarga sempat melakukan protes, namun pasien tetap dipulangkan hingga kondisinya memburuk saat tiba di rumah.

Pasien masuk ke RS Stella Maris Makassar pada Kamis (5/3) dan dipulangkan pada Kamis (12/3). Pasien itu sempat dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) selama 6 hari kemudian 2 hari di ruang perawatan sebelum akhirnya dipulangkan.

"Kemarin dipulangkan masih belum sadar, diangkut pakai tandu," ujar adik pasien, Meri Asrianti saat dikonfirmasi kepada detikSulsel, Jumat (13/3).

Dia menuturkan kakaknya awalnya tidak sadarkan diri di rumahnya di Pulau Kodingareng. Pihak keluarga lantas membawanya ke RS Stella Maris Makassar untuk mendapatkan perawatan.

"Ngorok, turun gulanya, itu hari tidak enak perasaannya sampai tidak sadarkan diri," bebernya.

Setelah 8 hari mendapatkan perawatan, pihak RS Stella Maris memulangkan pasien dengan alasan kondisinya sudah membaik meski belum sadar. Pihak rumah sakit hanya menyarankan pasien dirawat di rumah melalui layanan home care.

"Katanya (perawat) dokter yang sarankan harus pulang hari ini, tinggal dirawat di rumah, home care," katanya.

Namun saat di rumah, kondisi pasien kembali menurun yang membuat keluarga panik. Pasien lalu dibawa ke Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Makassar untuk mendapatkan pertolongan.

"Pas sampai di rumah, malamnya kambuh lagi, itu lidahnya sudah lari masuk sudah mau tertutup pernapasannya. Makanya langsung saya bawa ke RS Kemenkes, langsung ditangani, sekarang masih dirawat," jelasnya.

Setelah diperiksa di RS Kemenkes, keluarga mendapat informasi adanya gangguan pada otak pasien. Kondisi itu diduga membuat pasien tidak memberikan respons.

"Di rumah sakit Kemenkes bilang, itu karena ada pembekuan cairan di otak sampai dia tidak merespons tangan dan matanya," imbuhnya.




(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads