Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin geram dengan fenomena maraknya remaja 'perang' pakai senjata mainan selama Ramadan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Appi menilai tren tembak-tembakan dengan peluru jeli dan butiran plastik itu sudah berlebihan dan tidak bisa dibiarkan.
"Iya itu saya minta persoalan ini jangan dianggap main-main," ujar Appi kepada wartawan di Balai Kota Makassar, Senin (2/3/3036).
Appi menilai permainan ini sudah di luar batas kewajaran karena dilakukan dengan saling kejar-kejaran pakai motor. Dia meminta semua pihak melakukan pencegahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggunaannya juga kadang-kadang sudah berlebihan, dipakai di atas motor tembak-tembak dari atas motor menurut saya ini persoalan yang tidak bisa dibiarkan, harus semua pihak harus mampu menahan," katanya.
Menurutnya, permainan remaja tidak boleh sekadar untuk bersenang-senang. Kegiatan itu semestinya tidak boleh mengganggu ketertiban umum.
"Bukan cuman fun, tapi persoalannya kalau sudah bisa mencelakakan orang lain, bisa mengganggu ketertiban umum," jelasnya.
Appi mengaku telah mengantensi masalah ini dan berkoordinasi langsung dengan Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana. Appi memastikan pihaknya bersama Polrestabes Makassar akan melakukan penanganan.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Kapolrestabes untuk menyelesaikan persoalan ini," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan berpeluru plastik hingga jeli tengah ramai saat Ramadan di Makassar. Polisi akan mengintensifkan patroli terkait maraknya senjata mainan yang digunakan saling menembak di Makassar.
Senjata mainan marak digunakan sekelompok anak-anak hingga remaja saat malam Ramadan selepas salat tarawih. Aksi saling serang memakai senapan mainan salah satunya kerap terjadi di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Sabtu (28/2) malam.
"Tiga malam ini berturut-turut ramai sekali itu kalau malam sudah tarawih. Pokoknya sudah sembahyang tarawih orang begitu," ungkap warga bernama Agus kepada detikSulsel di lokasi, Minggu (1/3).
Sementara di Kecamatan Manggala, polisi membubarkan perang senjata mainan ini pada Sabtu (28/2) dini hari. Polisi juga menyita senjata mainan yang digunakan para remaja tersebut.
"Ada 15 orang pemuda diamankan semalam sebagai efek jerah masing-masing orang tua dihadirkan dan membuat pernyataan," kata Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To'Longan dalam keterangannya, Minggu (1/3).
(asm/nvl)











































