Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan berpeluru plastik hingga jeli tengah ramai saat Ramadan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kegiatan tersebut ternyata dianggap sebagai ancaman lantaran bisa membahayakan warga meski sifatnya hanya permainan.
Senjata mainan marak digunakan sekelompok anak-anak hingga remaja saat malam Ramadan selepas salat tarawih. Aksi saling serang memakai senapan mainan kerap terjadi di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Sabtu (28/2) malam.
"Tiga malam ini berturut-turut ramai sekali itu kalau malam sudah tarawih. Pokoknya sudah sembahyang tarawih orang begitu," ungkap warga bernama Agus kepada detikSulsel di lokasi, Minggu (1/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus termasuk salah satu warga yang merasa terganggu dengan aktivitas sekelompok remaja tersebut. Aksi itu mengganggu ketertiban umum karena dilakukan di ruas jalan sekitar permukiman.
"Jelas mengganggu, terutama kendaraan yang mau jalan. Baku tembak-tembak biasa itu, tembak-tembak baru itu saya lihat (pelurunya) plastik ji," tuturnya.
Aksi saling serang sekelompok remaja menggunakan senjata mainan tidak hanya memicu kebisingan. Tembakan dari senjata meski berpeluru plastik, rawan melukai masyarakat.
"Pelurunya kecil-kecil, tapi bukan ji besi, pelurunya plastik. Tapi sakit kalau bagian-bagian (tubuh) kena, muka dikena sakit, kalau langsung mata dikena bahaya," jelas Agus.
Agus menganggap aktivitas itu bisa memicu kericuhan meski hanya permainan. Tembak-tembakan menggunakan senjata mainan bisa memicu emosi warga utamanya pengendara.
"Selama Ramadan ini begitu, tapi bahaya juga jangan sampai baku pukul. Nda pernah ji kena pengendara yang lewat, (cuma) itu ditakutkan jangan sampai baku pukul," imbuhnya.
Konvoi Pemotor Bawa Senjata Mainan
Sekelompok remaja turut melakukan konvoi menggunakan motor sambil membawa senjata mainan. Mereka saling berboncengan dan melepaskan tembakan membabi buta di jalan.
"Ada juga yang naik motor bawa senapan itu, ada (yang naik motor) sambil main tembak-tembak," beber Agus.
Kapolsek Tamalate, Kompol Muh Thamrin mengaku wilayahnya marak aksi saling serang penggunaan senjata mainan. Pihaknya mengintensifkan patroli malam yang menyasar kelompok tersebut.
"Jadi anggota itu dalam melaksanakan patroli salah satu sasarannya adalah kelompok-kelompok anak-anak yang membawa senjata begitu," kata Kapolsek Tamalate Kompol Muh Thamrin kepada detikSulsel, Minggu (1/3).
Thamrin menjelaskan, patroli turut menargetkan konvoi pemotor yang memamerkan senapan mainan di jalanan. Perbuatan mereka dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kelompok motor-motor yang lalu lalang itu kadang-kadang ada yang membawa senjata plastik itu, sehingga itu salah satu sasaran kami untuk itu," paparnya.
Senjata Mainan Bahayakan Warga Disita
Thamrin memastikan akan menyita senjata mainan yang digunakan di ruang publik atau jalanan. Dia mengaku sudah mengamankan sejumlah senjata mainan saat membubarkan sekelompok remaja yang bermain tembak-tembakan.
"Senjata itu kan menggunakan peluru, walaupun tidak melukai tapi membahayakan. Kalau kena mata kan bisa membuat orang buta. Sudah ada beberapa kami sita di kantor," tegas Thamrin.
Dia menegaskan kebijakan itu dilakukan demi kepentingan bersama. Pihaknya mewanti-wanti untuk tidak menggunakan senjata mainan yang bisa membahayakan orang lain.
"Alat mainan itu bisa membahayakan orang lain sehingga betul-betul tidak boleh digunakan. Artinya segala alat mainan yang bisa membahayakan orang lain tentunya kita larang untuk kebaikan bersama," ucapnya.
Thamrin kembali menegaskan, patroli hanya menyasar pengguna senjata mainan yang tembak-tembakan di ruang publik. Polisi belum mempertimbangkan untuk menertibkan pedagang senjata mainan.
"Yang jelas kami yang menjadi sasaran adalah pengguna anak-anak yang di jalan atau di tengah masyarakat. Kalau masalah penjual itu kami belum menyasar ke sana," jelasnya.
15 Remaja Ditangkap Imbas Teror Senjata Mainan
Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan juga terjadi wilayah Kecamatan Manggala, Sabtu (28/6) dini hari. Sebanyak 15 remaja yang terlibat saling serang dalam permainan itu terpaksa diamankan aparat kepolisian.
"Ada 15 orang pemuda diamankan semalam sebagai efek jerah masing-masing orang tua dihadirkan dan membuat pernyataan," ujar Kapolsek Manggala, Semuel To'Longan dalam keterangannya, Minggu (1/3).
Mereka diamankan usai kedapatan sempat konvoi di jalan raya dan mengganggu aktivitas pengendara. Perbuatan mereka dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan warga sekitar.
"Patroli wilayah kami intensifkan hingga menjelang waktu sahur dan setelah salat subuh guna mengantisipasi aktivitas yang dapat mengganggu keamanan lingkungan," ujarnya.
Polisi turut menyita sejumlah senjata mainan yang digunakan sekelompok remaja hingga orang dewasa tersebut. Semuel pun meminta orang tua mengawasi aktivitas anaknya agar tidak bermain memakai senjata mainan.
"Orang tua diminta lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak bermain menggunakan jenis senjata mainan tersebut karena berisiko melukai diri sendiri maupun orang lain," imbuh Semuel.
Simak Video "Video Teka-teki Senjata yang Disebut Mainan di TKP Ledakan SMAN 72 Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)











































