Senjata mainan berupa pistol maupun senapan sedang viral pada momen Ramadan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang warga rela antre sejam di sebuah toko berebut senjata mainan demi anak dan cucu.
Salah satu toko mainan yang diserbu warga adalah toko SGP Toys di Jalan Opu Dg Risadju, Kota Makassar, Minggu (1/3/2025). Antrean tampak mengular hingga di pelataran karena ruangan dalam toko sesak dipenuhi pengunjung.
"Saya baru datang setelah dapat kabar dari teman, kurang lebih sejaman antre," tutur salah seorang pembeli, Jamal usai berbelanja senapan mainan kepada detikSulsel, Minggu (1/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamal mengaku sempat mendatangi tiga toko untuk membeli senapan yang diminta cucunya. Saat ia tiba di lokasi, dia harus rela mengantre bersama banyak orang untuk mainan tersebut.
"Di (toko) Galaksi tutup (karena) hari minggu, saya ke Bintang Mode juga habis, banyak betul yang beli. Saya beli jenis 447, ini tiga (senapan) untuk anak, ponakan sama cucu," tuturnya.
Foto: Warga berburu senapan mainan di salah satu di Makassar. (Nurul Hidayah/detikSulsel) |
Dia menyebut lonjakan pembeli terjadi setelah beberapa selebgram Makassar turut memainkan senapan mainan tersebut di Centre Point of Indonesia (CPI). Dia pun ikut membeli usai menyaksikan aksi tersebut.
"Yang kasih ramai selebgram-selebgram Makassar itu, banyak itu Sukri Basto, Adhy Basto itu yang main semua di CPI makanya langsung booming begini," ungkapnya.
Jamal mengklaim senapan tersebut aman untuk dimainkan oleh anak-anak karena peluru yang digunakan berbahan gel atau jelly. Dia memastikan akan mengawasi anak hingga cucunya ketika menggunakan mainan tersebut.
"Iya pasti diawasi, kan ndak terlalu berbahaya yang beginian. Ini yang kubeli Rp 150 ribu ini, ini pelurunya jelly dia, aman. Ini (kalau kena) nda sakit," jelas Jamal.
Foto: Warga rela mengantre hingga sejam di salah satu toko berburu senjata mainan di Makassar. (Nurul Hidayah/detikSulsel) |
Nasib mujur justru dialami Rifki yang turut datang ke SGP Toys. Dia mengaku hanya mengantre sekitar sepuluh menit untuk mendapatkan senapan mainan yang viral tersebut.
"Iya termasuk (beli karena viral), karena seru juga sih diliat," beber Rifki.
Dia merasa sangat bahagia karena berhasil mendapatkan senapan mainan tersebut di antara banyaknya pengunjung yang antre. Dia tetap semangat berebut mainan meski tengah berpuasa.
"Sangat bahagia lah ceritanya karena lagi trennya sekarang ini. Kalau persoalan antrenya tidak masalah, (saya) ikut war tadi," tuturnya.
Rifki mengatakan, mainan tersebut ramai dicari usai video sejumlah pemuda bermain menggunakan senapan mainan di jalanan viral di media sosial. Dia turut mengklaim mainan itu kian tren karena dimainkan sejumlah selebgram Makassar.
"Iya lihat sering war juga di Pettarani. (Kemudian selebgram) kayak Tumming Abu begitu, Saka, makanya beli juga, lumayan seru," ungkapnya.
Rifki mengatakan akan menggunakan senapan mainan tersebut hanya untuk bermain tembak-tembakan. Namun ia memastikan, kegiatan itu tidak akan mengganggu keamanan dan kenyamanan warga.
"Iya mau dipakai (main-main) perang, tapi yang santai-santai ji. Tidak berlebihan begitu, inikan peluru jelly ji," imbuh Jamal.
Senjata Mainan Dianggap Bahayakan Warga
Sementara itu aparat kepolisian menganggap senjata main membahayakan warga jika dimainkan di ruang publik atau di ruas jalan raya. Meski pelurunya berbahan plastik, tembakannya bisa melukai jika terkena dalam jarak dekat.
"Senjata itu kan menggunakan peluru, walaupun tidak melukai tapi membahayakan. Kalau kena mata kan bisa membuat orang buta," ucap Kapolsek Tamalate Kompol Muh Thamrin saat dihubungi, Minggu (1/3).
Thamrin mengaku penggunaan senjata mainan marak memasuki Ramadan. Dia mengaku sudah mengintensifkan patroli yang salah satu sasarannya menyasar penggunaan senjata mainan di jalan.
"Jadi anggota itu dalam melaksanakan patroli salah satu sasarannya adalah kelompok-kelompok anak-anak yang membawa senjata begitu," tuturnya.
Thamrin juga mengimbau agar orang tua turut serta dalam mengawasi anaknya dalam menggunakan mainan tersebut. Jangan sampai senjata yang sifatnya hanya mainan justru bisa membahayakan orang lain.
"Orang tua juga ikut serta dalam menjaga dan mendidik anaknya. Jangan memberikan alat-alat mainan yang bisa membahayakan diri dan orang lain," jelasnya.
(sar/ata)


