Bocah Tembak-tembakan Pakai Senjata Mainan di Jalan Resahkan Warga Makassar

Bocah Tembak-tembakan Pakai Senjata Mainan di Jalan Resahkan Warga Makassar

Nurul Hidayah - detikSulsel
Minggu, 01 Mar 2026 12:42 WIB
Aksi sekelompok bocah tembak-tembakan pakai senjata mainan di Makassar meresahkan warga.
Foto: Aksi sekelompok bocah tembak-tembakan pakai senjata mainan di Makassar meresahkan warga. (dok. Istimewa)
Makassar -

Heboh di media sosial gerombolan bocah bermain tembak-tembakan menggunakan senjata mainan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aksi mereka meresahkan warga lantaran mengganggu ketertiban dan membahayakan pengendara di jalan.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Sabtu (28/2) malam. Warga setempat mengaku aksi tersebut sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir.

"Tiga malam ini berturut-turut ramai sekali itu kalau malam sudah tarawih. Pokoknya sudah sembahyang tarawih orang begitu," ucap warga bernama Agus kepada detikSulsel di lokasi, Minggu (1/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus mengaku aksi bocah kerap mengganggu ketenangan warga. Mereka mulai beraksi selepas salat tarawih hingga dini hari.

"Jelas mengganggu, terutama kendaraan yang mau jalan. Baku tembak-tembak biasa itu, tembak-tembak baru itu saya lihat (pelurunya) plastik ji," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Sekelompok bocah itu menggunakan senjata mainan berbagai jenis namun didominasi laras panjang. Meski berbahan plastik, peluru tersebut bisa mengakibatkan luka jika terkena tembakan.

"Itu (senapannya) panjang-panjang, tapi pelurunya kecil-kecil, tapi bukan ji besi (tetapi) pelurunya plastik. Tapi sakit kalau bagian-bagian (tubuh) kena, muka dikena sakit, kalau langsung mata dikena bahaya," jelas Agus.

Agus menganggap aksi tersebut bisa membahayakan pengendara jalan. Bahkan meski hanya permainan, tetapi aksi tembak-tembakan berpotensi memicu kericuhan.

"Iya betul meresahkan itu, selama Ramadan ini begitu, tapi bahaya juga jangan sampai baku pukul. Nda pernah ji kena pengendara yang lewat, (cuma) itu ditakutkan jangan sampai baku pukul," tambahnya.

Sementara itu, penjaga salah satu minimarket, Tamrin mengatakan aksi tembak-tembakan marak terjadi sejak memasuki bulan Ramadan. Dia bahkan sudah berulang kali menegur sekelompok bocah agar tidak bermain di sekitar tempat kerjanya.

"Mengganggu, tapi kalau di sini (sekitar minimarket) dilarang. Nda bisa, jangan di sini kalau mau main-main begitu, di dalam ko di lorong, karena nanti kena orang di sini baru dipukul ko itu," ucap Tamrin.

Dia mengaku aksi serupa sebenarnya pernah terjadi sejak malam tahun baru 2026. Aksi tembak-tembakan tersebut sempat berhenti sejak senjata mainannya disita polisi.

"Dulu itu waktunya tahun baru main-main, sempat diambil (alat) tembak-tembaknya sama polisi di lorong itu," beber Tamrin.

Dalam video beredar di media sosial, tampak sekelompok anak saling mengarahkan tembakan ke kelompok bocah lainnya di pinggir jalan. Tampak arus lalu lintas di lokasi tampak ramai.

Beberapa anak lainnya terlihat masuk lorong perumahan sambil diteriaki anak lainnya. Terlihat pula sekelompok bocah yang berlari keluar dari sebuah minimarket di lokasi.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads