Konvoi Pemotor Bawa Senjata Mainan di Makassar Jadi Sasaran Patroli Polisi

Konvoi Pemotor Bawa Senjata Mainan di Makassar Jadi Sasaran Patroli Polisi

Nurul Hidayah - detikSulsel
Minggu, 01 Mar 2026 15:36 WIB
Heboh rombongan pemotor membawa senjata mainan di jalanan Makassar.
Foto: Heboh rombongan pemotor membawa senjata mainan di jalanan Makassar. (dok. Istimewa)
Makassar -

Polisi akan mengintensifkan patroli terkait maraknya senjata mainan yang digunakan saling menembak di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Konvoi pengendara motor yang viral di media sosial membawa senjata mainan di jalanan turut menjadi sasaran penindakan.

"Jadi anggota itu dalam melaksanakan patroli salah satu sasarannya adalah kelompok-kelompok anak-anak yang membawa senjata begitu," kata Kapolsek Tamalate Kompol Muh Thamrin kepada detikSulsel, Minggu (1/3/2026).

Thamrin mengaku peluru yang digunakan senjata mainan itu cuma berbahan plastikan. Namun tembakannya tetap saja bisa melukai warga jika dilepaskan dari jarak dekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena senjata itu kan menggunakan peluru, walaupun tidak melukai tapi membahayakan. Kalau kena mata kan bisa membuat orang buta," paparnya.

Dia mengaku penggunaan senjata mainan untuk saling serang mulai marak sejak Ramadan. Rombongan pemotor bahkan ada yang berkeliling sambil menenteng senjata mainan.

ADVERTISEMENT

"Kelompok motor-motor yang lalu lalang itu kadang-kadang ada yang membawa senjata plastik itu, sehingga itu salah satu sasaran kami untuk itu," imbuh Thamrin.

Thamrin belum memastikan sehingga senjata mainan kembali marak. Namun dia menduga senjata mainan yang digunakan tanpa anak-anak tahu akan bahayanya.

"Yang jelas bahwa mereka itu dianggap alat permainan biasa, tapi mereka mungkin tidak memahami bahaya yang ditimbulkan, namanya anak-anak," ujarnya.

Dia menambahkan, sasaran patroli hanya menyasar anak-anak yang kedapatan langsung menggunakan senjata mainan. Polisi belum mempertimbangkan untuk melakukan penertiban ke warung atau toko yang menjual senjata mainan.

"Yang jelas kami yang menjadi sasaran adalah pengguna anak-anak yang di jalan atau di tengah masyarakat. Kalau masalah penjual itu kami belum menyasar ke sana," ujar Thamrin.

Dalam video beredar, aksi iring-iringan pemotor heboh di media sosial. Rombongan pemotor saling berboncengan motor dan membawa senjata mainan tampak ugal-ugalan di jalan. Aksi sekelompok remaja itu membuat masyarakat khawatir.

Salah satu warga Kecamatan Tamalate bernama Agus juga resah dengan kemunculan anak-anak yang membawa senjata mainan di daerah permukimannya di Jalan Andi Tonro Makassar. Dia khawatir ular sekelompok bocah dan remaja itu bisa memicu kericuhan di jalanan.

"Dia naik motor baru caranya kasih lari motor, (dikhawatirkan) kalau tabrakan nanti baku pukul mi. Ada tong yang naik motor bawa senapan itu, ada (yang naik motor) sambil main tembak-tembak," ucap Agus.

Agus mengaku sudah kerap mendapati sekelompok anak bermain tembak-tembakan di jalanan menggunakan senapan mainan. Perbuatan mereka tidak hanya mengganggu ketenangan namun juga membahayakan warga.

"Iya betul meresahkan itu, selama Ramadan ini begitu, tapi bahaya juga jangan sampai baku pukul. Nda pernah ji kena pengendara yang lewat, (cuma) itu ditakutkan jangan sampai baku pukul," tambahnya.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads