Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) meminta Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengusut tuntas laporan polisi (LP) terkait dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan kampus. Kasus pemukulan terhadap mahasiswa tersebut mandek sejak dilayangkan tahun 2025.
"Tahun lalu itu ada masalah pemukulan terhadap salah satu mahasiswa Unismuh Makassar, yang kemudian hingga hari ini tidak ditindaklanjuti baik oleh pihak kepolisian, terkhusus Polrestabes Makassar," kata Presiden BEM Unismuh Andi Rama Ramadhan kepada detikSulsel, Jumat (14/2/2026).
Andi Rama mengatakan penganiayaan terhadap korban terjadi pada Juni 2025. Tindakan pemukulan itu dilakukan oleh beberapa mahasiswa dari kampus berbeda yang diduga tergabung dalam organisasi daerah (organda) tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa (mahasiswa) kampus swasta yang terlibat, tapi tergabung dalam organisasi daerah," beber Andi Rama.
Dia menyayangkan tindakan Polrestabes Makassar yang dinilai lamban dalam menangani kasus tersebut. Dia menuding pihak kepolisian hanya memberikan janji penyelidikan, namun hingga kini tidak ada perkembangan berarti.
"(Laporannya) sudah lama sekali, 29 Juni 2025 dan 13 Oktober 2025," ungkap Andi Rama.
Andi Rama mengatakan pihaknya telah melakukan diskusi dengan aparat saat membuat laporan kedua pada 13 Oktober 2025 namun tidak menemui hasil signifikan. Pihaknya juga aktif mengawal kasus tersebut melalui komunikasi pesan singkat dengan penyidik hingga akhir Desember 2025.
"Semenjak kami bermasalah sampai terakhir itu bulan Desember, respons dari pihak kepolisian mengatakan bahwa sementara sedang bekerja, tapi hingga saat ini belum ada hasil dan bukti yang kami dapatkan," jelasnya.
Dia menilai tindakan kepolisian ini mencederai hak korban dan mahasiswa lainnya untuk mendapatkan perlindungan. Andi Rama khawatir konflik tersebut akan berlanjut.
Selain itu, jika konflik terus berlarut-larut akan berdampak pada citra kampus dan keselamatan mahasiswa lainnya. Dia mendesak pihak kepolisian segera mengambil langkah yang terukur dan transparan menangani laporan pemukulan tersebut.
"Harapan kami terhadap Polrestabes Makassar mampu menangani konflik yang ada di Unismuh, karena ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan mahasiswa yang ada di Unismuh," tuturnya.
Wartawan detikSulsel telah berupaya menghubungi Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana terkait perkembangan kasus tersebut. Namun Devi belum memberikan respons.
(sar/hsr)











































