Siasat Emak-emak Bakar Toko Emas demi Rampok Perhiasan Rp 2 M di Makassar

Siasat Emak-emak Bakar Toko Emas demi Rampok Perhiasan Rp 2 M di Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 13 Feb 2026 07:30 WIB
Toko emas, bom molotov, perampokan, pencurian
Toko emas di Jalan Somba Opu Makassar dibakar perempuan yang hendak merampok perhiasan. (dok. Istimewa)
Makassar -

Emak-emak berinisial SU (41) nekat membakar sebuah toko emas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku yang memicu kebakaran ternyata cuma kedok untuk memuluskan aksinya merampok sejumlah perhiasan senilai Rp 2 miliar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Toko Emas Logam Mulia, Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Kamis (12/2) sekitar pukul 13.30 Wita. Pelaku yang berasal dari Kabupaten Bantaeng beraksi seorang diri.

"Pelaku dari awal dari rumahnya di Bantaeng berjalan menuju ke toko ini untuk niat jahat melakukan pencurian dengan modus melakukan pembakaran di toko emas," ungkap Kombes Arya kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku mulanya berpura-pura menjadi pembeli saat datang ke toko emas. Sebelum ke lokasi, pelaku sudah menyiapkan botol plastik berisi bensin yang dirakit menyerupai bom molotov.

"Pelaku datang karena ingin membeli emas tujuannya begitu, lalu diterima pegawai sana. Setelah itu emas terkumpul ke wadah, lalu difoto ingin dikirim ke suaminya," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Pemilik toko lantas mencegah pelaku memfoto perhiasan emas tersebut. Pelaku tiba-tiba mengeluarkan botol plastik yang berisi bensin hingga melakukan pembakaran.

"Jadi dia sudah sudah membawa botol air mineral itu diisi dengan minyak, ketika (perhiasan emas) terkumpul dalam satu wadah, lalu dibakarlah di tempat tersebut," beber Arya.

Pelaku memicu kebakaran setelah menyulut api dari botol plastik berisi bensin menggunakan korek api. Arya menuturkan, botol tersebut hanya dijatuhkan ke lantai dan tidak sampai dilemparkan oleh pelaku.

"Ketika api sudah muncul, orang-orang di toko emasnya panik, lalu barang (perhiasan emas) itu dibawa lari oleh pelaku," paparnya.

Pelarian pelaku berlangsung singkat setelah masyarakat sekitar mengejar dan melakukan penangkapan. Sementara warga lainnya memadamkan kebakaran yang menghanguskan sebagian etalase toko.

"Untungnya di situ banyak orang sehingga segera diamankan dan dilaporkan ke Polrestabes. Saat ini pelaku juga sudah ditangkap untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ucap Arya.

Motif Pelaku Rampok Perhiasan Emas

Emak-emak di Makassar diamankan warga usai mencuri lalu membakar toko emas.Emak-emak di Makassar diamankan warga usai membakar toko emas dan mencuri perhiasan. (dok. Istimewa)

Polisi turut mengamankan sejumlah perhiasan emas yang sempat dirampok pelaku. Perhiasan yang dicuri terdiri dari berbagai ukuran di antaranya 98 gram hingga 100 gram.

"Jadi barang buktinya ini kurang lebih senilai hampir Rp 2 miliar, macam-macam gramnya itu karena dari pihak toko sudah menyampaikan kurang lebih sekitar Rp 2 miliar," terangnya.

Arya mengungkap motif pelaku melakukan perampokan didasari permasalahan ekonomi. Dia kembali memastikan perempuan tersebut merupakan pelaku tunggal dalam kasus ini.

"Pelaku ini ibu-ibu, seorang perempuan usianya sudah di atas 40 tahun dan beliau ini mengaku katanya karena terhimpit utang jadi melakukan percobaan pencurian," ungkap Arya.

Rok Pelaku Sempat Terbakar Saat Kabur

Seorang saksi mata bernama Awal (36) sempat menyaksikan pelaku yang kabur dari toko usai memicu kebakaran dari dari botol plastik berisi bensin. Dia melihat rok pelaku terkena api saat melarikan diri.

"Sempat terbakar juga itu ibu, bagian roknya di belakang. Tidak ada korban lain, dia ji saja kena api. Alat-alat di dalam tidak ada ji juga terbakar, di lantai ji. Tidak dilempar (botol menyerupai bom molotov), cuma jatuh di lantai, (terus) nyala," kata Awal.

Awal sempat berupaya mengejar pelaku namun batal karena memutuskan memadamkan api lebih dulu. Beruntung, warga lainnya berhasil mengamankan pelaku.

"Itu api sumbernya ibu yang bawa, itu botol saya kurang tahu disimpan di tasnya atau dia pegang, yang jelas begitu nyala dia keluar itu ibu," tambah Awal.

Saksi lainnya, Firman (42) menambahkan, pelaku yang ditangkap warga lalu dibawa di sebuah toko untuk menghindari amukan massa. Sekitar sejam setelah kebakaran, polisi datang mengamankan pelaku.

"(Pelaku) diamankan masuk toko biar tidak dimassa. Tapi kita sempat fokus dulu padamkan api, tapi ada yang lihat pelakunya lari, jadi dikejar," ucap Firman.

Firman turut membantu pemadaman di toko emas. Dia melihat botol dan tisu menyerupai bom molotov yang digunakan pelaku memicu kebakaran.

"Pakai botol mineral diisi bensin, ada tisu banyak terbakar, masih ada sisa-sisanya. Itu tadi awal pakai bajunya tutup itu api biar tidak membesar. Saya tendang botolnya dulu (keluar dari toko)," jelasnya.

Halaman 2 dari 2
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads