Momok Driver Ilegal Seolah 'Raja' di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 27 Mar 2025 08:45 WIB
Viral driver di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mengintimidasi pemobil yang menjemput keluarga. Foto: (dok. Istimewa)
Makassar -

Keberadaan driver taksi ilegal seakan menjadi momok bagi penumpang yang turun di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penumpang kerap dipaksa menggunakan jasanya.

Pria inisial SAN (26) salah satu yang merasakan ulah driver taksi ilegal tersebut. Ia mengaku diintimidasi driver taksi ilegal saat akan dijemput sopir utusan keluarganya di dalam bandara.

SAN mengatakan peristiwa itu terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (23/3) malam. Namun peristiwa tersebut baru viral di media sosial usai diupload di TikTok.


"Saya sampai di hari Sabtu (23/3) malam, kenapa baru saya upload karena pihak oknum driver tersebut posting saya duluan di TikTok. Awalnya saya posting di story sebagai reminder untuk pihak pengelola bandara," ujar SAN kepada detikSulsel, Rabu (26/3/2025).

Insiden bermula ketika dirinya menunggu jemputan. Saat itu oknum driver mengenakan topi membuntutinya hingga ke minimarket area bandara dan menawari tumpangan ke luar bandara dengan tarif Rp 100 ribu.

"Muncullah di situ perdebatan, dia bilang mau ke mana, temanku bilang masih menunggu kepastian apakah dijemput di luar bandara atau tidak. Dia bilang 'oh iya, kalau sampai di luar bandara Rp 100 ribu'," tuturnya.

SAN pun menolak tawaran tersebut karena dinilai terlalu mahal. Setelah menolak, oknum driver tersebut mulai bersikap agresif.

"Nabilang temanku oh iye terima kasih, kita sudah menolak dengan baik-baik. Langsung nge-gas itu yang pakai topi. Dia bilang begini, 'tidak bisa ko keluar dari sini kalau kau pakai taksi online', saya bilang siapa mau pakai taksi online pak. Terus dia bilang kau mengorder segala macam," jelas SAN.

Oknum driver tersebut sempat mengancam akan memaksa SAN jika nekat naik mobil jemputannya. Namun SAN merasa berhak memilih kendaraan yang akan dipakai meninggalkan bandara.

"Itu driver sampai bilang saya bakal bongkar ko. Saya bilang pak begini, itu hak konsumen untuk mau naik apa. Langsung dia potong, oh tidak ada hak konsumen di bandara. Saya bilang tidak bisa begitu pak karena kita masing-masing punya hak asasi manusia," bebernya.

Oknum driver tersebut juga mengancam mengecek identitas SAN dan sopir yang menjemputnya. SAN pun menegaskan oknum driver tersebut tidak punya hak untuk memeriksa identitasnya.

Tak lama setelah berdebat, sopir utusan keluarga SAN akhirnya datang. Namun oknum driver tetap melarang SAN naik mobil jemputannya bahkan mengancam akan membuntutinya.

SAN juga mengaku sempat dikepung oleh sekitar tujuh orang saat jemputannya tiba. Dia dan temannya dikelilingi sejumlah oknum driver saat di parkiran bandara.

"Saya bilang, kenapa ki, Pak? Dia bilang taksi online ini, tidak boleh ko naik," katanya.

SAN menegaskan dirinya tidak menggunakan transportasi online saat itu. Sekalipun penjemputnya memang berprofesi sebagai driver taksi online. Namun saat kejadian penjemputnya juga tidak mengaktifkan aplikasinya.

"Maksud saya begini, saya tidak pesan online, silakan cek aplikasi saya ada tidak saya order maxim yang lagi berjalan dan driver itu tidak online. Dia usir itu driver, dia bilang lebih baik pulang saja. Jadi itu driver pergi mi kodong," katanya.

"Ini temanku cewek takut, maksudnya sama-sama ini kita orang Makassar kenapa kayak pencuri, dikepung dan segala macam. Mencekam betul. Akhirnya saya kembali menunggu di dalam sama ini temanku sampai dijemput. Akhirnya temanku yang lain datang jemputka," lanjutnya mengeluh.

SAN berharap agar pihak bandara untuk lebih tegas dalam menertibkan oknum driver ilegal yang meresahkan penumpang. Dia menilai peristiwa serupa akan mencoreng nama baik Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Melihat banyaknya komentar-komentar setelah ini saya posting, kejadian yang sama dan serupa, alangkah baiknya jika pihak bandara segera membenahi dan bisa memberikan rasa nyaman untuk pengguna bandara Makassar, itu paling penting, karena ini bisa mencoreng nama baik bandara dengan logo internasionalnya," tegasnya.

Simak pernyataan pihak bandara di halaman selanjutnya.




(asm/ata)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork