Renungan Harian Katolik Minggu 3 Mei 2026 Lengkap Bacaan dan Teks Mazmur

Renungan Harian Katolik Minggu 3 Mei 2026 Lengkap Bacaan dan Teks Mazmur

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 03 Mei 2026 05:00 WIB
Umat Katolik mengikuti Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Ilustrasi renungan Hari Minggu (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Minggu, 3 Mei 2026, mengajak umat untuk semakin memperdalam iman dan kepercayaan kepada Tuhan di tengah berbagai dinamika kehidupan. Melalui bacaan Kitab Suci dan mazmur yang diwartakan, umat diajak untuk merenungkan karya kasih Allah yang senantiasa menyertai setiap langkah.

Memasuki Minggu Paskah yang ke V umat Katolik diajak untuk kembali menghayati makna kebangkitan Kristus yang membawa harapan dan kehidupan baru. Bacaan liturgi hari ini menghadirkan pesan tentang iman, kesetiaan, serta panggilan untuk terus berjalan dalam terang Tuhan.

Nah, berikut bacaan Kitab Suci, teks Mazmur Tanggapan, hingga renungan Katolik Minggu, 3 Mei 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 Mei 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Kis. 6:1-7

Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.

Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."

Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20

Mazmur Tanggapan dan Bait Pengantar Injil Minggu, 3 Mei 2026Mazmur Tanggapan Minggu, 3 Mei 2026 Foto: Dok. Lagu Misa

Mazmur (oleh pemazmur):

  1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali.
  2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
  3. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bacaan II: 1 Ptr 2:4-9

Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

Bait Pengantar Injil

Mazmur Tanggapan dan Bait Pengantar Injil Minggu, 3 Mei 2026Bait Pengantar Injil Minggu, 3 Mei 2026 Foto: Dok. Lagu Misa

Ayat (oleh solis):

  • Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Bacaan Injil: Yohanes 14:1-12

"Herodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Kemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus."

Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya, "Inilah Yohanes Pembaptis. Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."

Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggu dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya. Sebab Yohanes pernah menegur Herodes, "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah puteri Herodias di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata, "Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga untuk memberikannya.

Disuruhnya orang memenggal kepala Yohanes di penjara, dan membawanya di sebuah talam, lalu diberikan kepada puteri Herodias, dan puteri Herodias membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil jenazah itu dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.

Renungan Hari Ini: Kalau Nanti Yesus Pergi

Setelah membasuh kaki para murid, Yesus menyampaikan nasihat-nasihat-Nya yang terakhir kepada mereka. Para murid mendengarkannya dengan bingung dan gelisah.

Mereka belum juga mengerti bahwa "pergi" di sini artinya "mati". Kebingungan dan ketidakmengertian ini tampak dalam pertanyaan Tomas mengenai ke mana Yesus akan pergi, juga dalam permintaan Filipus agar Yesus menunjukkan Bapa kepada mereka.

Betapa pun mereka bingung dan tidak mengerti, Yesus mengajak para murid untuk percaya. Kata "percaya" memang bertebaran dalam perikop ini. Para murid tidak usah gelisah.

Mereka harus percaya kepada-Nya, juga kepada Allah Bapa di surga. Tantangan yang akan mereka hadapi setelah kepergian Yesus pasti akan lebih hebat.

Kalau sang guru saja disingkirkan secara keji, apalagi murid-muridnya! Namun, mereka jangan seperti orang yang hilang pegangan. Ingatlah akan pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan Yesus.

Ingatlah bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Ingatlah pula bahwa Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa, dan pekerjaan itu mesti diteruskan. Tongkat estafet kini berada di tangan mereka.

Di sisi lain, perkataan-perkataan terakhir yang disampaikan Yesus ini menunjukkan bahwa diri-Nya adalah pribadi yang sangat percaya, sekaligus sangat taat kepada BaΡ€Π°. Bukan hal mudah bagi seseorang untuk melepaskan sesuatu yang berharga yang dimilikinya.

Jabatan, misalnya, sangat sulit untuk kita lepas kalau kita sudah mendudukinya sekian lama. Lebih berat lagi kalau yang harus dilepas itu adalah hidup kita sendiri.

Seseorang yang sudah berada di batas waktu bisa jadi pikirannya dipenuhi oleh kegelisahan, tidak hanya karena memikirkan nasibnya sendiri, tetapi juga nasib orang-orang yang akan ditinggalkannya. Apakah keluarganya akan baik-baik saja?

Apakah anak-anaknya akan ada yang merawat? Bagaimana mereka memperoleh nafkah tanpa kehadiran dirinya?

Yesus percaya bahwa Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa. Ia percaya juga bahwa sepeninggal-Nya nanti, Bapa sendiri yang akan menjamin bahwa pekerjaan-pekerjaan itu akan berlanjut.

Termasuk dalam soal murid-murid-Nya yang kehilangan pemimpin, Bapa pasti akan melindungi dan menjamin hidup mereka. Para murid mungkin sejenak akan guncang, tetapi mereka tidak akan bubar dan lenyap ditelan bumi.

Mengambil posisi seperti Yesus, kita yang menerima hidup dari Tuhan hendaknya rela juga apabila suatu saat nanti kita mesti meninggalkan dunia ini untuk kembali kepada-Nya. Berangkatlah dengan tenang, jangan mencemaskan orang-orang dan pekerjaan-pekerjaan yang kita tinggalkan.

Allah Bapa yang murah hati akan selalu menjaga mereka semua dengan penuh kasih sayang. Segala sesuatunya akan baik-baik saja.

Sumber: Buku Inspirasi Pagi (LBI)
Oleh: Jarot Hadianto

Doa Penutup

Ya Bapa yang penuh kasih,
kami bersyukur atas sabda-Mu hari ini yang menguatkan hati kami. Engkau mengajarkan kami untuk percaya, bahkan di saat kami tidak mengerti jalan yang sedang kami lalui.

Tuhan Yesus, Engkau adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Ajarlah kami untuk tetap setia mengikuti-Mu, meskipun terkadang kami diliputi rasa takut, bingung, dan gelisah. Kuatkan iman kami agar tidak goyah ketika menghadapi tantangan dan kehilangan.

Ya Bapa, seperti Engkau menjaga para murid-Mu, kami pun percaya bahwa Engkau akan selalu menyertai dan melindungi kami serta orang-orang yang kami kasihi. Bantulah kami untuk menyerahkan segala kekhawatiran kepada-Mu, dan percaya bahwa rencana-Mu selalu indah pada waktunya.

Ajarlah kami untuk hidup dalam ketaatan dan kepercayaan penuh kepada-Mu, serta siap kapan pun Engkau memanggil kami kembali. Semoga kami mampu melanjutkan karya kasih-Mu di dunia ini dengan setia. Kami serahkan seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu.

Terimalah doa ini ya Bapa karena doa ini kami hadurkan kepadamu melalui perantaraan Tuhan kami Yesus Kristus yang hidup dan berkuasa dahulu, kini, dan sepanjang masa. Amin

Demikianlah bacaan hingga renungan hari ini. Selamat Hari Minggu detikers!



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads